16 Rumah Hangus Terbakar .


Bantu: Wako Eddy Santana, kemarin, jenguk korban kebakaran di 32 Ilir dan Tuan Kentang. Tampak Wako Eddy menyalami seorang ibu, korban kebakaran di Tuan Kentang.

http://lemabang.files.wordpress.com/2011/08/bu291.jpg?w=630 PALEMBANG Sepertinya Palembang tak luput dari bahaya kebakaran, terutama di kawasan padat penduduk. Kalau sebelumnya, api menghanguskan sedikitnya 17 rumah dan 48 kepala keluarga (KK) harus kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran hebat Selasa (9/8), pukul 20.00 WIB di Jl Sutan Mansyur, Jl Ki Gede Ing Suro dan Jl PSI Lautan, Kelurahan 32 Ilir, Kecamatan Ilir Barat (IB) II, Palembang lalu, kali ini di tempat berbeda.

Kebakaran melanda kawasan padat penduduk di Jl Aiptu A Wahab, RT 27/01, Kelurahan Tuan Kentang, Kecamatan Seberang Ulu (SU) I, Palembang. Sedikitnya, 16 rumah kayu dan semi-permanen di pinggiran Sungai Ogan hangus terbakar, Kamis (11/8) sekitar pukul 02.00 WIB. Sebanyak 18 kepala keluarga (KK) dan 84 jiwa menjadi korban pada peristiwa tersebut.

Delapan belas KK yang menjadi korban itu masing-masing A Roni, Zulkarnaen, Firdaus, Hendri, Simin, dan Matnur. Selanjutnya, Ismail, Muslimin, H Marzuki, Romlah, A Gani, dan Yuli. Terakhir menimpa keluarga Erwin, Atiah, Gunawan, Erni, Iwan, dan Nurhasanah. Saat ini, para korban tersebut mengungsi di rumah kerabat dan tetangga mereka.

Informasi yang dihimpun, warga pertama kali mengetahui api berasal dari rumah Firdaus (30). Tak lama kemudian api menjalar dan menghanguskan rumah warga lainnya. Petugas BPK dan warga berusaha memadamkan kobaran api. Namun, hembusan angin yang begitu kencang menyebabkan, api baru dapat dipadamkan sekitar pukul 04.00 WIB.

Menurut informasi warga, kebakaran itu diduga akibat disengaja oleh korban Firdaus. Sebab, sebelumnya warga mengetahui Firdaus terlibat pertengkaran hebat dengan istrinya, Ela (30). Namun, hingga saat ini Firdaus tak diketahui keberadaannya. “Semua warga tahu kalau suami istri tersebut sering bertengkar. Bahkan dia (Firdaus, red) sering terdengar mengancam akan membakar rumahnya,” ujar tetangga korban bernama Suharti (32).

Warga lain, Ana (34) juga melihat Firdaus membawa jeriken menuangkan minyak lampu di rumahnya. Tak lama kemudian terlihat api dari salah satu kamar rumahnya. “Saya lagi berada di lantai atas melihat keduanya bertengkar. Sudah itu lihat Daus membawa dua anaknya meninggalkan rumah. Kabarnya Daus sudah kabur,” ujar Ana yang tinggal persis di depan rumah Firdaus.

Dalam sekejap api menyambar rumah Ana. Dia bersama keluarga tak dapat menyelamatkan barang-barangnya. Termasuk satu unit motor Honda Blade, uang sebesar Rp5 juta dan surat-surat penting lainnya. “Tak ada yang bisa diselamatkan kecuali pakaian di badan. Semuanya hangus termasuk uang dan motor,” ujar istri Hepi Santo ini.

Terpisah, Kapolresta Palembang Kombes Pol Drs Agus Sulistiyono MSi, melalui Kapolsekta SU I Kompol Richard B Pakpahan SIk mengatakan masih menyelidiki penyebab kebakaran yang menghanguskan puluhan rumah warga itu. Bahkan sejauh ini polisi belum bisa memastikan adanya unsur kesengajaan. Namun sejumlah saksi telah dimintai keterangannya oleh polisi. “Penyebab pastinya masih dalam penyelidikan termasuk adanya faktor kesengajaan atau tidak. Namun, setiap informasi dan keterangan warga akan didalami lebih lanjut termasuk adanya,” kata Richard saat bearda di lokasi kejadian, kemarin.

Pascakejadian itu, Unit Labfor Cabang Palembang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Di TKP, polisi memasang police line di antara puing-puing rumah yang ditempati Firdaus. Polisi mengambil beberapa sampel benda-benda sisa kebakaran yang berada di rumah Firdaus. “Benda-benda sisa kebakaran ini akan diteliti lebih lanjut,” ujar salah seorang petugas Labfor.

Bantuan bagi korban kebakaran mulai mengalir seperti dari Pemkot Palembang yang diserahkan langsung Wali Kota Palembang, Ir Eddy Santana Putra MT berupa uang tunai Rp1 juta/KK, beras 20 kg/KK, selimut, tikar dan kebutuhan tanggap darurat. “Ini bentuk kepedulian pemerintah terhadap musibah yang dialami warga. Harapan bisa digunakan dengan baik. Kita juga akan menata kawasan itu.”

Bantuan serupa juga mengalir dari PT Semen Baturaja (persero). Berupa 80 nasi bungkus, 25 buah tas sekolah, buku dan alat tulis, 80 baju kaus, 25 seragam sekolah, dan 25 sepatu sekolah. “Ini kita berikan dalam masa tanggap darurat. Mudah-mudahan bisa meringankan,” ujar kepala Biro Kemitraan dan Bina Lingkungan, PT Semen Baturaja (persero), KA Ridhuan.

Sementara itu, Wako Eddy juga sempat meninjau korban kebakaran di kawasan 32 Ilir. Wako sempat berdialog dengan warga korban kebakaran di kantor lurah 32 Ilir. “Saya sengaja datang untuk melihat langsung, ingin tahu lebih dalam kondisi (yang sebenarnya, red),” ujar Eddy. Sejumlah informasi yang diperoleh, nantinya tentu akan bermanfaat untuk langkah penanggulangan ke depan.

Bantuan yang diberikan tidak hanya berupa materil seperti sandang dan pangan, tapi juga dalam berupa penataan pemukiman untuk pembangunan di lokasi bekas kebakaran. Jadi, ketika dibangun, rumah-rumah warga tertata rapi, tidak terlalu berdekatan serta mempunyai jalan untuk pemukiman.

Tak hanya itu, bagi warga yang kehilangan surat menyurat seperti akta kelahiran, ijazah dan akta tanah akan dibantu untuk proses pencetakan ulang oleh pihak kelurahan. Sedangkan warga yang mempunyai usaha, akan dihubungkan dengan pihak bank agar bisa kembali memperoleh modal usaha.

Bedeng Dua Pintu Ludes

Di bagian lain, si jago merah juga menghanguskan bedeng dua pintu di Jl Jenderal Sudirman, Gg Percaya No 079, RT 7, Kelurahan Joyoboyo, sekitar pukul 10.15 WIB, kemarin. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Informasi yang dihimpun, api bersumber dari rumah pasangan suami istri Ria dan Tatung. Saksi mata Ali Tobit, tetangga kedua korban mengaku ketika keluar rumah dirinya melihat api sudah membesar membakar rumah Ria dan Tatung. Kemudian menyambar bedeng di sebelahnya. “Api sudah besar, Pak. Jadi dak biso lagi dipadamkan. Apalagi petugas Penanggulangan Bahaya Kebakaran (PBK) satu jam baru ke lokasi kejadian. Sehingga, kedua bedeng sudah ludes terbakar,” katanya. Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Lubuklinggau, AKBP Takwil Ichsan, mengatakan, pihaknya telah memeriksa saksi-saksi terkait kebakaran yang ada. (07/mg13/mg19/mg23)

Sumber:
Sumatera Ekspres, Jumat, 12 Agustus 2011.

About Iwan Lemabang
aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa. LEMABANG 2008

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s