Gubernur Sumsel Bantu Korban Kebakaran 32 Ilir.
10 August 2011 Leave a comment

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sumsel H Yulizar Dinoto menyerahkan batuan kepada korban kebakaran di 32 Ilir.
PALEMBANG — Gubernur Sumsel Ir H Alex Noerdin SH diwakili Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel H Yulizar Dinoto, Rabu (10/8/2011) menggelontorkan bantuan kepada 40 KK korban kebakaran di Kelurahan 32 Ilir, Kecamatan Ilir Barat II Palembang yang terjadi Selasa (9/8/2011) malam pukul 20.30 WIB. Bantuan yang diserahkan berupa satu ton beras, bahan makanan kemasan, berupa sarden (1.440 kaleng), sambal (672 botol), kecap (572 botol), minyak goreng (144 kantong), makanan siap saji (370 paket).
Selain itu juga diberikan pakaian sekolah untuk anak SD, SMP dan SMA dan pakaian baru buat orang tua. “Pak gubernur tidak bisa datang karena diundang presiden, kami yang dimintakan untuk hadir dan menyerahkan bantuan gubernur,” kata Yulizar Dinoto.
Penulis: Husin
Editor: Vanda Rosetiati
Sriwijaya Post – Rabu, 10 Agustus 2011 12:44 WIb
![]()

Kepadatan yang terlihat di lokasi kebakaran di Simpang Gede perbatasan Kelurahan 32 dan 35 Ilir yang ludes dilalap si jago merah, Rabu (10/8/2011).
PALEMBANG – Warga memadati kawasan kebakaran Simpang Gede perbatasan Kelurahan 32 dan 35 Ilir yang ludes dilalap si jago merah, Rabu (10/8/2011).
Akibatnya jalur lalu lintas di jalan tersebut macet. “Payo oi jang banyak di sini, jalan gek macet,” ujar seorang warga yang sibuk mengatur arus lalin. Sementara bantuan dari berbagai elemen masyarakat mengalir ke Posko Kebakaran.
Puluhan rumah yang didominasi rumah kayu di Kelurahan 32 dan 35 Ilir, Simpang Kebon Gede, Jalan Sidoing Lautan, Palembang, Selasa (9/8/2011) malam sekitar pukul 19.30 terbakar.
Penulis: Syahrul Hidayat
Editor: Vanda Rosetiati
Sriwijaya Post – Rabu, 10 Agustus 2011 12:38 WIB
![]()

Wakil Walikota Palembang, H Romi Herton saat menyerahkan bantuan dari Pemkot Palembang kepada warga korban kebakaran di Kelurahan 35 Ilir, Kecamatan Ilir Barat II, Palembang, Rabu (10/8/2011).
PALEMBANG — Wakil Walikota Palembang H Romi Herton SH, MH, Rabu (10/8/2011) pukul 09.30 meninjau lokasi kebakaran di Kelurahan 35 Ilir Kecamatan Ilir Barat II.Selain meminta warga bersabar, Wakil Walikota juga memberikan bantuan Rp 1 juta per kepala keluarga dan beras 20 kilogram. “Musibah ini harus disikapi dengan kesabaran dan tetap terus menjalankan ibadah puasa,” pesan Romi Herton.
Menurutnya, pemerintah sangat berduka dengan musibah yang dialami terlebih saat masyarakat sedang menjalankan ibadah puasa. Dikatakan, pemerintah akan melakukan pendataan ulang sehingga bantuan yang akan disalurkan bisa akurat. Musibah kebakaran dialami warga di empat RT dengan jumlah rumah terbakar 14 rumah. Sedangkan yang rusak tiga rumah dan jumlah KK yang mengalami musibah 43 KK dengan 175 jiwa.
Penulis: Husin
Editor: Vanda Rosetiati
Sriwijaya Post – Rabu, 10 Agustus 2011 11:12 WIB
![]()

Wakil Walikota Palembang H Romi Herton memimpin rapat di Kantor Lurah 32 Ilir.
PALEMBANG — Wakil Walikota Palembang H Romi Herton usai meninjau lokasi kebakaran langsung menggelar rapat di Kantor Lurah 32 Ilir. Dalam arahannya, Romi minta instansi untuk memback-up warga korban kebakaran.
Untuk Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Palembang, Romi minta segera dilakukan pendataan berapa jumlah ijazah yang terbakar, pakaian seragam anak yang hangus dan fasilitas lain. Untuk Dinas Sosial dan Kesehatan, Romi juga minta untuk memberikan suplai makanan berbuka bagi petugas yang bekerja dan warga korban yang berada di lokasi penampungan dan dilayani kesehatanya.
Sementara kepada Asisten II Pemkot Palembang, Romi meminta segera dilakukan pendataan lahan dan bangunan yang terbakar. “Semua harus cepat sehingga masyarakat bisa terbantu,” ungkap Romi kepada jajarannya.
Penulis: Husin
Editor: Vanda Rosetiati
Sriwijaya Post – Rabu, 10 Agustus 2011 11:39 WIB
![]()

Anggota DPRD Sumsel Sakim SH, MM melihat daftar korban kebakaran yang tertempel di Kantor kelurahan 32 Ilir, Palembang.
PALEMBANG — Anggota Komisi I DPRD Sumsel asal PDI Perjuangan Sakim SH, MM pukul 11.00, Rabu (10/8/2011) secara pribadi langsung meninjau lokasi kebakaran di Kelurahan 32 ilir dan berdialog dengan warga. Pada kesempatan itu, ia langsung memberikan 40 dus mi instan dan 20 dus minuman kaleng kemasan.
Menurutnya, saat kebakaran terjadi Selasa (9/8/2011)malam, ia sudah terjun ke lokasi tetapi karena arus kendaraan yang melintas padat, maka ia terpaksa berjalan kaki. “Di lokasi ini banyak saudara saya. Makanya saya ingin tahu,” katanya.
Terkait dengan bantuan yang diberikan, Sakim mengatakan, bantuan tersebut hanya bersifat darurat yang bisa langsung digunakan warga, seperti mi instan dan minuman kaleng segar bisa dikonsumsi saat warga berbuka puasa dan sahur. “Ini bagian dari rasa ikut berduka dengan bencana yang terjadi,” katanya.
Penulis: Husin
Editor: Vanda Rosetiati
Sriwijaya Post – Rabu, 10 Agustus 2011 12:11 WIB
Saat ini sedang terjadi kebakaran cukup besar di kawasan Kelurahan 35 Ilir Palembang, Sumatera Selatan. Kobaran api membubung tinggi ke udara dapat dilihat dari Jembatan Ampera. Petugas pemadam kebakaran bersama warga tengah berusaha memadamkan kobaran api. Belum diketahui penyebab kebakaran tersebut.
Penulis: Syahrul Hidayat
Editor: Sudarwan
Sriwijaya Post – Selasa, 9 Agustus 2011 21:17 WIB
![]()

BAHU MEMBAHU: Puluhan warga berkerumun di lokasi kebakaran di Kelurahan 32 dan 35 Ilir, Simpang Kebon Gede, Jl Sidoing Lautan Palembang, Selasa (9/8) malam. Sementara sejumlah warga lainnya dan petugas pemadam kebakaran bahu membahu berusaha memadamkan kobaran api. Sripo/Sts
PALEMBANG, SRIPO — Suasana panik menyelimuti jemaah musala Nurul Aini ketika terjadi kebakaran di Jl Pangeran Sido Ing Lautan, Simpang Kebon Gede Kel 32 Ilir Kec Ilir Barat II, Selasa (9/8) pukul 19.30 WIB. Saat terdengar teriakan kebakaran, para jemaah berloncatan menyelamatkan diri. Shalat tarawih dan witir yang sejatinya dilakukan 23 rakaat, hanya bisa dilakukan enam rakaat.
Saksi mata, Sawaluddin (51) mengatakan ketika terjadi kebakaran sontak para jemaah langsung berhamburan keluar dari mushala. Ketika itu, shalat baru saja dimulai. Ia menambahkan saat terjadi kebakaran, terdengar suara teriakan masyarakat yang panik karena api sudah membesar dan hampir mengenai mushala. “Berhentilah dulu shalat, api besar, kita stop saja,” teriak Sawaluddin kepada jemaah lainnya.
Hal itu juga dibenarkan oleh Nawawi (50). Ia menuturkan saat terjadi kebakaran ia langsung menghentikan salat dan langsung menuju ke rumah untuk menyelamatkan istri dan anaknya. Ia menerangkan bahwa rumah ketua musala habis terbakar dilahap ‘si jago merah.
![]()
Ribuan warga dikawasan Kelurahan 32 Ilir Kec IB II Palembang tumpah ruah dan panik. Puluhan rumah warga mendadak terbakar tanpa sebab yang belum diketahui. Paniknya warga akan musibah kebakaran tersebut, lantaran sebagian warga masih menjalani sholat tarawih. Puluhan rumah terbakar terjadi di empat RT, yakni RT 04, RT 13, RT 30 dan RT 31, yang berada di kawasan Jl Ki Gede Ing Lautan kelurahan 32 Ilir Kec IB Palembang.
Jalanan pun diramaikan ribuan warga yang hendak menyelamatkan diri dan harta bendanya. Begitu juga dengan warga yang ingin menyaksikan kebakaran. Sehingga mobil pemadam kebakaran sedikit kesulitan memasuki lokasi kebakaran karena terhalang warga. Kobaran api pun dengan cepat membakar puluhan rumah yang mayoritas rumah semi permanen yang terbuat dari bahan papan dan kayu. Berdasarkan informasi di lokasi kebakaran, api diketahui berasal dari sebuah rumah warga yang tinggal pemiliknya. Mengenai penyebab kebakaran, pihak kepolisian maupun petugas pemerintahan setempat belum bisa memastikan penyebabnya. Beruntung korban jiwa dalam musibah kebakaran tersebut tidak ada. Dan dari data petugas PMI dilokasi kejadian, ada enam warga yang hanya mengalami luka ringan akibat musibah kebakaran tersebut.
Sementara itu, Camat IB II Palembang Sadaruddin di lokasi kebakaran mengatakan, jumlah rumah yang terbakar akibat musibah tersebut, belum bisa dipastikan. Begitu juga dengan jumlah KK yang kehilangan tempat tinggal. “Laporan sementara ini, jumlah rumah yang terbakar sekitar 20-an. Dan mengenai jumlah KK, diperkirakan jumlahnya berkisar 80 KK,” ujarnya.
Ketika ditanyai tanggapan pemerintah setempat terhadap koban kebakaran. Sadaruddin mengatakan, untuk sementara bagi korban kebakaran akan ditampung di Kantor Kelurahan 32 Ilir. “Jadi bagi korban kebakaran yang tidak memiliki tempat tinggal, silakan ke kantor lurah yang saat ini dijadikan sebagai posko korban kebakaran,” ujarnya.
Menurut salah satu korban yang rumahnya ikut dilahap si jago merah, Hendra (25), menceritakan bahwa ketika kejadian ia sedang bekerja. Ia mendapat kabar bahwa rumahnya terbakar, seketika itu juga Hendra langsung menuju ke rumahnya. Dalam kejadian ini Hendra hanya bisa menyelamatkan satu motor beserta baju yang melekat di badan. “Alhamdulillah semua keluarga selamat, tidak ada korban, tapi semua harta benda hanyus terbakar, termasuk surat-surat berharga dan ijazah-ijazah sekolah,” katanya.
“Di rumah saya ini ada sekitar 30 orang, kurang lebih 8 kepala keluarga. Keadaan rumahnya dua tingkat, terbuat dari kayu, 15 orang di atas dan 15 di bawah,” tambahnya.
![]()
Sementara musibah serupa juga terjadi di Pasar Kelurahan 3-4 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu (SU) I Palembang, Selasa (9/8), sekitar pukul 20.30. Kedua los tersebut milik H Halim (60). Salah satunya disewa Penpen (30) yang menjual manisan. H Halim sendiri menjual sembako.
Akibat dari kebakaran tersebut, barang dagangan berupa sembako milik H Halim terbakar habis tak bersisa. Sedangkan barang dagangan milik Penpen berupa manisan tersebut juga terbakar namun tidak semuanya. Selain itu, api juga membakar los milik H Ahmad Yani (60). Los yang digunakan untuk berdagang ikan giling ini hanya terbakar plafonnya saja. Beruntung, dengan kesigapan warga dan petugas pemadan pekabaran, api yang hanya mengeluarkan asap tersebut tidak membakar tempat usahanya itu. “Alhamdullilah dek, dak kebakar. Inilah tempat aku nyari makan,” ujar H Ahmad Yani sembari membersihkan bekas kebakaran itu.
Informasi yang berhasil dihimpun, menurut warga sekitar kebakaran terjadi akibat gangguan konsleting listrik. Warga melihat asap hitam pekat keluar melalui plafon los pasar yang terletak di belakang pasar tersebut. Melihat hal itu, warga pun beramai-ramai memadamkan asap yang telah membakar sebagian los milik Penpen dan H Halim tersebut. Api sendiri bisa dipadamkan sekitar 15 kemudian oleh petugas pemadam kebakaran dibantu warga sekitar. Sementara, kerugian keseluruhan akibat kebakaran tersebut belum bisa ditaksir. “Pokoknya barang aku hampir habis, kerugiannyo sekitar 10 jutaan lah,” ujar Penpen, sambil mengais barang dagangannya yang masih tersisa. (cw1/cw2/cw5/cw7/mg18/mg19)
Sumber: Sriwijaya Post — Rabu, 10 Agustus 2011 09:38 WIB
![]()

Warga berusaha memadamkan kobaran api.
PALEMBANG — Hingga saat ini petugas pemadam kebakaran dan warga masih berusaha memadamkan kobaran api yang membakar puluhan rumah di kawasan Jl Serengam, Kelurahan 32 dan 35 Ilir, Kecamatan Ilir Barat II Palembang, Sumatera Selatan. Data sementara jumlah rumah yang terbakar mencapai 20 buah yang berlokasi di empat RT dan ditempati 80 Kepala Keluarga (KK).
Rumah yang terbakar tersebut berbentuk permanen dan semi permanen. Menurut warga api muncul ketika warga tengah melaksanakan shalat tarawih. Kebakaran tersebut membuat ratusan warga masyarakat panik.
Penulis: Welly Hadinata
Editor: Sudarwan
Sriwijaya Post – Selasa, 9 Agustus 2011 22:48 WIB
![]()

Dua warga berusaha memadamkan api dengan menyiramkan air menggunakan ember.
PALEMBANG — Api yang melahap puluhan rumah warga di kawasan Jl Serengam, Kelurahan 32 dan 35 Ilir, Kecamatan Ilir Barat II Palembang, Sumatera Selatan, akhirnya dapat dipadamkan. Namun warga masih terus berupaya memadamkan sisa-sisa api yang tampak masih membara di puing-puing rumah yang terbakar.
Data sementara jumlah rumah yang terbakar mencapai 20 buah yang berlokasi di empat RT dan ditempati 80 Kepala Keluarga (KK). Rumah yang terbakar tersebut berbentuk permanen dan semi permanen. Menurut warga api muncul ketika warga tengah melaksanakan shalat tarawih. Kebakaran tersebut membuat ratusan warga masyarakat panik. Jumlah kerugian akibat musibah kebakaran tersebut belum bisa ditaksir.
Penulis: Welly Hadinata
Editor: Sudarwan
Sriwijaya Post – Selasa, 9 Agustus 2011 23:29 WIB









Komentar: