Ditutup, Pabrik Tahu Berformalin.


Positif Formalin: Eli petugas dari laboratorium Dinkes Palembang menunjukan hasil tes tahu dan air rendaman tahu yang dinyatakan positif mengandung formalin. Pengecekan dilakukan di pabrik tahu Hellen di Jl Puding, Lorong Sehat Nomor 1315 RT 20/08 Kelurahan 20 Ilir 3 Kecamatan Ilir Timur (IT) I, kemarin.

http://lemabang.files.wordpress.com/2011/08/met2.jpg?w=630
Photo By: Sumatera Ekspres

PALEMBANG Ini harus menjadi perhatian serius. Pasalnya, tim gabungan dari tiga dinas di lingkungan pemerintah kota ini, kemarin (8/7), membongkar pabrik pembuatan tahu berformalin di Jl Puding, lorong Sehat, No 1315, RT 20/08 Kelurahan 20 Ilir, Kecamatan Ilir Timur (IT) I.

Lho bagaimana ceritanya? Begini. Saat itu, tim dari Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) PP menggelar razia makanan mengandung zat berbahaya di pasar tradisional, Cinde.

Pantauan Sumatera Ekspres, dari empat pedagang tahu di sana, petugas mendapati dua pedagang yang dagangannya positif mengandung formalin yakni Emma dan Hendrawan. Pengujian dilakukan dengan alat khusus pendeteksi formalin, formaldehyde test.

Ketika dicampur dengan cairan dari alat tes, air dari tahu dan rendaman tahu berubah ungu. Tandanya positif mengandung formalin. ”Jika cairan tidak berubah warna, berarti tidak mengandung formalin,” ujar Kepala Dinkes Palembang, Gema Asiani melalui Kabid Penanggulangan Penyakit Menular (PPM), Anton Suwindro, kemarin. Ketika dimintai keterangan, Emma dan Hendrawan mengaku tidak tahu kenapa dagangannya bisa mengandung formalin. “Saya beli di pasar Induk (Jakabaring) pak,” jawab Emma. Namun, belakangan Emma meralat pernyataannya dengan mengatakan tahu yang dibeli dan diantarkan langsung oleh produsen yang mempunyai pabrik tahu di kawasan Sekip. “Kalau lokasi pastinya (pabrik pembuatan tahu, red) tidak tahu Pak,” elak Emma.

Sementara Hendrawan mengaku membeli tahu dari pabrik tahu Hellen di kawasan Kamboja. “Kalau saya hanya jual saja pak,” ungkapnya. Ketika diancam tidak lagi diperbolehkan berdagang di pasar Cinde jika tidak mengaku, Hendra tetap kukuh pada pernyataannya jika Ia tidak menambahkan formalin di tahu dagangannya tersebut.

Guna membuktikan pengakuan Hendra, tim gabungan bergerak menuju pabrik tahu Hellen. Disitu, mereka disambut ramah oleh si pemilik usaha, Hellen. Sama seperti razia di pasar Cinde, tim gabungan dalam hal ini petugas laboratorium Dinkes Palembang kembali mengambil sampel barang untuk diuji. Hasilnya, baik tahu dan cairan perendam tahu positif mengandung formalin, cairan tes berubah berwarna ungu. Untuk memastikan tidak terjadi kesalahan dalam mengambil kesimpulan, tim beberapa kali melakukan pengujian ulang dengan sampel yang berbeda-beda.

Pengujian disaksikan langsung oleh Hellen dari jarak dekat. Hasilnya tetap saja sama, positif mengandung formalin. Tak hanya di tahu, tim juga menguji air yang digunakan bahan baku cairan perendam tahu yang diambil dari tiga tempat, drum plastik merah dan bak penampungan air yang diakui Hellen airnya sudah dicampur Asam Benzoat dan garam. Kemudian tempat plastik penampungan air (tedmont) yang airnya masih belum dicampur apa-apa. Ketiga air tersebut dites sebagai alat perbandingan. Hasilnya, air yang diambil dari drum plastik merah dan bak penampungan air positif mengandung formalin, sedangkan dari tedmont negatif.

Ketika dikonfirmasi, Hellen mengaku tidak mengetahui kenapa bisa ditemukan kandungan formalin dalam air untuk bahan baku pembuatan tahu dan tahu yang Ia buat. Ia hanya mencampurkan asam Benzoat dan garam ke air yang ditampung di bak. ”Saya tidak pakai formalin,” ujarnya yang mengaku sudah memproduksi tahun sejak 8 tahun belakangan. Hellen ngotot dengan pernyataannya tersebut. Meski hasil tes positif mengandung formalin, Ia tetap tidak mengakui jika proses pembuatan tahu di pabriknya menggunakan formalin.

”Memang kita tidak bisa mengelak jika hasil tesnya positif mengadung formalin, tapi kita tidak tahu kenapa bisa ada. Kita tidak pernah menggunakan formalin untuk pembuatan tahu disini (di pabrik, red),” tuturnya.

”Kalau tidak ada (menggunakan formalin, red), apa yang mau kita akui,” cetus Hellen. Dikatakan, dalam sehari pabrik tahu yang dikelolanya tersebut memproduksi sekitar 100 kg tahu atau sekitar 1600 butir tahu.

Dagangannya tersebut dijual ke pedagang di sejumlah pasar tradisional seperti Cinde, Pasar Km 5 dan Pasar pagi kamboja. Ada yang diantar, ada pula yang mengambil langsung tahu ke pabrik. Dalam razia tersebut, tim juga berhasil mendapati beberapa temuan lainnya yakni pabrik dinilai ilegal karena berproduksi tanpa izin, proses produksi dinilai tidak higienis, serta menggunakan bahan baku yang tidak baik bagi kesehatan seperti asam Benzoat dan garam non Iodium.

”Seharusnya menggunakan garam beriodium,” ujar Anton Suwindro yang kemarin juga bertindak sebagai ketua tim razia gabungan. Terkait temuan di lapangan tersebut, pihaknya akan mengkroscek lagi hasilnya ke pihak atau instansi terkait yakni Badan Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Palembang. Tujuannya, agar hasilnya benar-benar akurat. ”Memang sekarang hasilnya positif, tapi perlu diteliti lebih lanjut,” ungkapnya. Untuk itu, saat ini tim sudah mengambil sampel seperti tahu, air rendaman dan air untuk proses pengolahan.

Sementara itu, Kepala Disperindagkop Palembang, Hatta Wazol melalui Kabid Pemasaran, Yustianus menegaskan, sementara menunggu hasil tes lebih lanjut maka pabrik tahu Hellen dilarang beroperasional. Tak hanya itu, pihaknya juga meminta agar pihak bersangkutan segera mengurus perizinan pabrik seperti SITU, SIUP dan lain sebagainya. Pihaknya juga meminta pengelola untuk mengaku jika memang ada formalin yang digunakan. ”Sekarang mungkin kita masih bisa melakukan tahap pembinaan,” cetusnya.

Terpisah, Kepala Pasar Cinde Safrudin, mengaku siap memberikan sanksi tegas kepada pedagang yang melanggar aturan. Berjualan dagangan yang mengandung formalin atau zat berbahaya bagi manusia.
Untuk kedua pedagang tahu yang dagangannya terbukti mengandung formalin, mulai kemarin dilarang berjualan tahu. Untuk Emma yang pedagang sayur, tetap diperobolehkan berjualan sayur. ”Dengan catatan memang benar tahu yang dijual tersebut bukan Dia (Emma, red) mencampurnya dengan formalin,” ungkapnya. Untuk itu, pihaknya bakal memintai keterangan produsen tahu yang kabarnya mengantarkan tahu tersebut langsung ke Emma saat pagi hari.

Sedangkan untuk Hendrawan, tidak boleh lagi berjualan tahu jika masih mengambil tahu di tempat yang lama. ”Tapi kalau mengambil tahu di tempat yang bagus (tidak terbukti mengandung formalin, red), mungkin boleh saja,” tukasnya.

Kepala Dinkes Palembang, Gema Asiani mengatakan, ciri-ciri tahu berformalin antara lain saat ditekan keras, tidak mudah basi, dan ketika dimasak lebih kenyal. Selain berpengawet, katanya, biasanya tahu juga ditambahi pewarna kimia sehingga tampak putih. Sedangkan mi berformalin tidak lengket. ”Juga tidak mudah putus,” terangnya. (ciri lebih lanjut lihat grafis). Jika dikonsumsi secara terus menerus tahu atau makanan berformalin itu akan mengakibatkan penyakit berbahaya seperti kanker dan tumor.

Terpisah, Kepala BBPOM Palembang, Drs M Alibata Harahap Apt MKes kepada koran ini kemarin sore mengatakan, pihaknya belum menerima sampel hasil razia tim gabungan tiga dinas Pemkot Palembang tersebut. “Belum, kita belum terima kiriman sampel tahu berformalin dari Dinkes Palembang,”ujarnya. Kalaupun sudah diterima, BBPOM tidak dapat mengumumkan hasilnya. “Kalau memang ada, akan kita periksa. Hasilnya akan kita sampaikan kembali kepada pihak yang mengirim. Merekalah yang akan mengumumkannya,”jelas Alibata.(mg13/46)

Sumber:
Sumatera Ekspres, Selasa, 09 Agustus 2011 00:16

About Iwan Lemabang
aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa. LEMABANG 2008

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s