FB Mesum Incar Remaja.
5 August 2011 Leave a comment
MESUM — Seorang pemilik akun Facebook mengamati foto pada akun Facebook grup mesum yang tengah menjaring anggota, Minggu (17/7).
PALEMBANG, SRIPO -— Waspadai akitivitas anak di jejaring sosial facebook karena ada akun fb grup mesum yang aktif menyebarkan konten video dan foto porno. Modusnya dengan cara menjaring anggota secara acak tanpa konfirmasi pemilik akun.
Orang-orang yang dijadikan penggemar, terutama wanita, banyak yang kaget karena tiba-tiba jadi anggota grup tersebut dan secara otomatis konten-konten porno tampil di dinding FB-nya. Mereka protes dan minta dikeluarkan dari grup ini. “Woi, kluarkan q dri grup ini q gx sukak masuk grup ini,” tulis Suryati.
Anggota lainnya, Zahra Rianti Mutz juga protes, “Ekhh ngpaint sic gwe d’msukin k.grup kya gne,ghakk jlas bgt.”
Ironisnya, status dinding Suryati, Zahra, dan anggota lain yang kontra terhadap grup ini malah jadi bulan-bulanan anggota yang pro. Mereka menganggap Suryati dan Zahra pura-pura tidak suka. Dari komentar anggota yang pro ini, mereka menikmati sajian pornografi yang tersedia. Film biru lokal dapat dibuka secara gratis dan gampang diunggah ke komputer, laptop, flashdisk, atau ponsel. Update terakhir, Sabtu (16/7), terdapat 60 file vidoe porno tersimpan di dokumen grup.
Ada banyak situs mesum di dunia maya, tetapi untuk mengunggah konten harus melewati tahapan verifikasi tertentu dan rumit. Bahkan ada yang berlangganan bayar pakai kartu kredit. Beda dengan konten porno yang tersedia di grup FB ini, hanya dengan mengklik download lalu mengetikkan kode verifikasi yang tersedia, dalam waktu dua menit saja video porno 3GP sudah tersimpan di ponsel.
Akun FB mesum ini juga memfasilitasi interaksi antara anggota dengan akun FB mesum lainnya dan akun fb para wanita nakal plus nomor ponselnya. Anggota yang tertarik berhubungan lebih lanjut tinggal menghubungi ponsel itu. Grup mesum ini dikendalikan (admin) pemilik akun FB Andrey Arshavin. Sebelumnya dia pakai akun David Luiz. Tidak ada foto Andrey. Permintaan pertemanan belum dikonfirmasi.
Keberadaan situs porno ditenggarai mempengaruhi peningkatan kasus asusila di Sumsel. Dokumen Sripo medio Januari-Juni 2011 sedikitnya 21 laporan perkosaan di seluruh Sumsel. Laporan ke polisi didominasi remaja yang mengaku diperkosa, tapi dibantah pelaku dilakukan atas dasar suka sama suka. Pengamat sosial Dr Alfitri melihat hal ini sebagai fenomena baru di lingkungan masyarakat akibat nilai-nilai etika, moral, dan hukum semakin tak punya wibawa. Artinya, ketakutan masyarakat terhadap hukum sudah sangat tipis. “Orang cenderung tidak takut lagi untuk melakukan pelanggaran hukum. Ada semacam ketidaktakutan masyarakat untuk melanggar etika, moral, dan hukum yang berlaku,” katanya.
Hal yang melatarbelakangi karena kurangnya kepercayaan masyarakat terhadap hukum. Misalnya, lembaga terkait tidak tegas menerapkan hukum yang berlaku. Dengan demikian, orang dengan tanpa rasa takut berani melanggar hukum. Menurut dia, jika hukum mempunyai kewibawaan dan ditegakkan sebagaimana mestinya, orang akan berpikir untuk melakukan pelanggaran. Oleh karena itu, hukum harus dijadikan panutan. Salah satu cara untuk mengembalikan kewibawaan hukum, lembaga terkait harus bisa tegas, tanggap, dan menegakkan hukum sebaik-baiknya. “Jangan main-main terhadap hukum, lakukan peraturan dengan sebaik-baiknya dan tegas agar orang segan dan hukum mempunyai wibawa lagi di mata masyarakat,” ujar Alfitri.
Ditambahkan, untuk menjadi panutan memang tidak mudah harus ada terobosan-terobosan untuk mengembalikan kewibawaan hukum itu.
Lahan Bisnis
<br /Dihubungi secara terpisah, Kadis Kominfo Palembang, Drs Syaidina Ali, mengatakan, situs porno memberi dampak negatif pada peningkatan kasus pornografi. Penggunaan facebook yang terdapat konten porno dan situs porno lainnya kembali pada kesadaran diri masing-masing. Penyebaran, misalnya, dapat diatasi oleh pengelola warnet. “Jika pengelola warnet itu ada hati nuraninya, pastilah situs-situs porno akan diblokirnya sendiri dengan sebuah perangkat dan tidak akan bisa dibuka atau diakses. Ironisnya, situs porno saat ini dijadikan sebagai lahan bisnis,” katanya.
Jika banyak diakses, maka bisnisnya semakin maju. Oknum-oknum tersebutlah yang membuat rusak generasi muda dalam hal pornografi. Jadi diimbau kepada warnet dan pembuat situs porno atau sejenisnya, yang masih bisa menyebarkan pornografi, agar lebih bisa bertanggung jawab. Meskipun yang mengaksesnya bukan dari pihak keluarga atau sanak famili lainnya yang berasal dari yang bersangkutan. “Dalam hal ini, langkah pemerintah hanya bisa mengimbau dan melarang karena dunia maya itu tidak ada aturannya. Namanya saja dunia maya, memang tidak ada bentuknya sama sekali,” katanya.(ahf/mg18/mg19)
Sumber: Sriwijaya Post — Senin, 18 Juli 2011 09:36 WIB








Komentar: