Jembatan Putus, Puluhan Warga Terluka.



Putus: Jembatan gantung di Sungai Lematang Desa Ujan Mas Lama, Kecamatan Ujan Mas, Kabupaten Muara Enim, kabel selng utamanya putus dan menyebabkan puluhan warga dan 25 unit motor tercebur ke sungai, kemarin.

MUARA ENIM Jembatan gantung sepanjang 215 meter dengan lebar 120 cm yang menggunakan kabel seling, sekitar pukul 05.30 WIB, kemarin (1/8), putus. Jembatan tersebut membentang di atas permukaan Sungai Lematang, Desa Ujan Mas Lama, Kecamatan Ujan Mas. Tak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Hanya, puluhan warga diperkirakan menderita luka berat dan luka ringan. Di samping, 25 unit sepeda motor yang kebetulan berada di atas jembatan masuk ke dalam Sungai Lematang bersamaan jembatan yang putus.

Informasi yang dihimpun Sumatera Ekspres, kabel seling utama usianya sudah tua dan tak bisa menopang beban kendaraan yang numpuk di atas jembatan. Korban yang mengalami luka dan mendapatkan perawatan intensif di RS dr HM Rabain Muara Enim berjumlah 13 orang. Dari jumlah itu, 8 orang luka ringan dan menjalani rawat jalan. Sedangkan dua lagi harus mendapatkan rawat inap karena mengalami patah kaki dan tiga terpaksa dirujuk ke RS Dr M Hoesin Palembang karena harus mendapatkan perawatan bedah.

Ke-8 korban yang mengalami luka ringan yakni Siti Rani (30), Dedi Suryadi (30), Yusnarni (34), Ayitsari (80), Sandi Andre (31), Amir Husin (64), Hardin (40), dan Padli (4). Sedangkan dua rawat inap, yakni Isran Fauzi (45) dan Rupita (40). Tiga orang lagi yang harus dirujuk ke RSMH Palembang yakni Nurlela (45), Hamidah (60), dan Yadi (17). Kesemuanya warga Desa Ujanmas Lama, Kecamatan Ujanmas, Muara Enim. Menurut warga sekitar lokasi, lantai papan jembatan tersebut sekitar tiga bulan yang lalu dilakukan perbaikan secara swadaya masyarakat. Caranya, patungan Rp20 ribu per warga yang mengendarai sepeda motor.

Jembatan itu merupakan urat nadi perekonomian masyarakat desa setempat yang menghubungkan warga desa menuju kebunnya yang berada di seberang Sungai Lematang maupun jalan menuju areal perkebunan kelapa sawit tempat mereka bekerja. Soalnya mayoritas kebun usaha masyarakat desa setempat berada di seberang Sungai Lematang. Ketika itu, hampir seratus warga desa ada yang berjalan kaki. Ada juga yang mengendarai sepeda motor menyeberang di atas jembatan tersebut. Mereka ada yang hendak bekerja ke kebun. Lainnya pergi ke perusahaan perkebunan kelapa sawit.

Ketika menyeberang, tiba-tiba sepeda motor salah seorang warga di tengah jembatan mengalami pecah ban. Akibatnya lalu lintas di atas jembatan sempat terhenti dan terjadi penumpukan di atas jembatan yang tingginya sekitar 10 meter dari permukaan air Sungai Lematang. Ketika warga tengah ramai berada di atasnya, tiba-tiba kabel seling utama bagian atas jembatan putus. Lalu warga dan sepeda motor terjatuh ke dalam sungai. Kondisi debit air Sungai Enim yang surut membantu proses evakuasi. Warga yang terjatuh sebagian besar tepat berada di dasar sungai yang kering. Akibatnya mereka banyak mengalami luka dan patah kaki karena terbentur ke pasir. Sedangkan sebagian lagi ada yang terjun ke dalam air sungai.

Kejadian itu sempat membuat heboh warga desa. Mereka beramai-ramai menolong warga yang terjatuh dari atas jembatan. Warga yang luka-luka langsung lari ke RS dr HM Rabain Muara Enim. Sedangkan yang tidak mengalami luka, memilih pulang ke rumah mengurungkan niatnya untuk ke kebun. Kejadian jembatan putus itu mendapatkan perhatian serius dari Bupati dan Wakil Bupati Muara Enim, Ir Muzakir Sai Sohar dan H Nurul Aman. Orang nomor satu di Muara Enim ini langsung memerintahkan pejabat Dinas PU Bina Marga untuk melakukan pengecekan ke lapangan guna mengambil langkah-langkah perbaikan. “Ini bencana alam, kita segera perbaiki menggunakan dana bencana alam. Karena jembatan itu merupakan urat nadi perekonomian masyarakat desa setempat untuk mengangkut hasil kebunnya. Secepatnya akan dilakukan perbaikan,” kata Bupati.

Putusnya jembatan tersebut, dimanfaatkan pemilik perahu. “Sekali menyeberang Rp 2 ribu per orang. Sedangkan kalau sepeda motor Rp 5 ribu per unit,” katanya. (26)

Sumatera Ekspres, Selasa, 02 Agustus 2011. 11:15

About Iwan Lemabang
aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa. LEMABANG 2008

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s