Hanya Protes Empat Cabor.


  • Delegasi Minta Semua Cabor September Kelar
  • http://lemabang.files.wordpress.com/2011/04/seagame.gif?w=630 PALEMBANG Pelaksanaan SEA Games XXVI Di Palembang dan Jakarta tinggal 107 hari lagi. Hanya, venues khususnya di kota pempek ini, ada beberapa yang belum kelar pembangunannya. Kondisi tersebut diprotes oleh para delegasi teknis (technical delegade) yang sengaja datang ke Palembang untuk memastikan kesiapan tuan rumah. Setidaknya empat cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan sempat diprotes peserta technical delegade. “Ada empat cabor yang diprotes,” kata Gubernur Sumsel Alex Noerdin dalam pertemuan Forum Pemimpin Redaksi (Pemred) Jawa Pos group di Hotel Novotel tadi malam. Menurut Alex, keempat cabor tersebut yakni catur, softball, Biliar dan pentaque. “Dan memang keempat cabor tersebut venues-nya baru ditenderkan pada 1,5 bulan lalu,” beber Alex di depan sekitar ratusan pemred se-Jawa Pos Group.

    Dicontohkan Alex, catur diprotes karena lokasinya dianggap kurang representatif untuk pertandingan berkelas internasional. Dan ini diakui Alex, bahwa lokasi pertandingan catur akan dicarikan lokasi lain yang lebih bagus dari lokasi awal di Hotel swarna Dwipa. “Hotel Swarna Dwipa itu milik Pemprov Sumsel dan sudah lama berdiri. Untuk itu kita akan mencari lokasi lain,” tandas Alex. Sementara itu softball, lanjut Alex, delegasi teknis meminta ada penambahan lampu di papan skor. Untuk cabor pentaque, peserta technical delegade memprotes pekerjaan venues yang baru berjalan 17,7 persen. Lapangan pertandingannya sendiri baru tahap penimbunan.

    Selain itu, dalam pertemuan Forum Pemred se-Jawa Pos Group yang berlangsung sejak tadi malam (26/7) hingga Jumat (29/7), Gubernur Alex Noerdin mengucapkan terima kasih kepada media, terutama Jawa Pos Group, yang selama ini telah membantu danmenjadi mitra yang baik bagi pembangunan di Sumatera Selatan. “Dan salah satu grup yang saya hormati ini adalah Grup Jawa Pos, yang selama ini sudah membantu dan menjadi mitra yang baik bagi pembangunan di Sumsel. Saya juga menyambut baik kegiatan ini, dan sekaligus untuk mempromosikan Summatera Selatan, khususnya SEA Games,” tambah Alex.

    Pada kesempatan itu, Alex memaparkan persiapan sarana dan prasarana (venues) SEA Games. “TTentang SEA Games, setelah selesai silakan tanya soal wisma,” celetuk Alex di awal paparan yang langsung disambut senyuman para peserta diskusi. Bahkan, Alex Noerdin mengajak para peserta Forum Pemred Jawa Pos Group untuk melihat langsung kawasan Jakabaring Sport City. “Saya sarankan ajak para pemimpin redaksi melihat Jakabaring Sport City,” tandasnya.

    Sejauh ini, menurut Alex, venues yang siap digunakan yakni volly indoor. “Setiap venues yang selesai, dites dengan menggelar event. Seperti kejuaraan Volly Asia yang diikuti 12 negara yang sekarang berjalan.”

    Direktur JPNN Rida K Liansi mengatakan, Jawa Pos Group tidak hanya bergerak di jaringan bisnis media, melainkan dengan bisnis lainnya. Di antaranya mengembangkan dan membuka pabrik kertas dan pelistrikan. Termasuk mengembangkan koran-koran dan 21 TV lokal. “Kami mempunyai percetakan hampir disetiap daerah. Ada 23 percetakan di seluruh Indonesia. Semua berkembang dengan bisnis lain,” bebernya.

    Di era persaingan media saat ini, Rida menjelaskan, kekuatan dan kekompakan tim redaksi menjadi tulang punggung keberhasilan suatu media. “Kami sadari, luar biasa persaingan media saat ini. Karena itulah, kekuatan bertumpu pada tim redaksi. Nah, maka dari itu dibuatlah Forum Redaksi Jawa Pos ini,” tukasnya.

    Kembali ke kesiapan Sumsel menjadi tuan rumah. Yokio Seki asal Jepang mengatakan dari cabor atletik ada beberapa kekurangan. Salah satunya, perbaiki tempat pemanasan nomor lempar. Pasalnya, tempat pemanasan nomor lempar masih kurang 20 meter. Yang sebelumnya sudah dipasang 50 meter dijadikan 70 meter. “Tapi secara umum semuanya sudah bagus dan standar internasional. Kami berharap September nanti bisa terselesaikan. Dan bisa dilakukan uji coba venues. Apalagi, dari pihak kontraktor juga sudah meyakinkan agar selesaikan semua kekurangan bila tidak terkendala dengan cuaca,” ungkap Yokio melalui Ketua Panitia Pusat Atletik, Sri Hastuti Merdiko.

    Tuntutan juga dilontarkan dari delegasi menembak, Kim II Hwan dari Korea Selatan (Korsel) selaku wakil presiden konfederasi Menembak Asia. Kim mengatakan secara keseluruhan venues menembak sudah penuhi standar. Tapi, perlu ada beberapa perbaikan. Sebut saja, perpanjangan jarak sasaran dengan dinding belakang lebih diperpanjang. “Juga ada perbaikan atap. Jangan sampai sinar matahari yang masuk memantulkan cahaya ke tempat sasaran. Sebab, bisa mengganggu konsentrasi penembak itu sendiri. Secara umumsudah bagus dan yakin bisa selesai September nanti,” ucap Kim II Hwan.

    Meski banyak tuntutan, Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin meyakinkan semua venues akan kelar September. “Semua venues sudah hampir selesai. Rata-rata venues 85 hingga 100 persen. Jadi tinggal perbaikan sedikit-sedikit. Dan Insya Allah akan sesuai jadwal September selesai semua,” ungkapnya usai lakukan pemaparan kepada 21 technical delegates di Ballroom Aston Grand, kemarin.

    Mantan bupati Musi Banyuasin itu memahami bila beberapa technical delegates meminta beberapa perbaikan. Sebab itu memang diharapkan dari panitia lokal khususnya Palembang. “Itulah tujuan kami datangkan mereka ke Palembang untuk tinjau langsung. Sehingga kmi bisa mengetahui apa saja kekuarangan yang perlu diperbaiki. Misalnya ada yang belum standar internasional, ya akan kai buat jadi standar sehingga saat pelaksanaan tidak terjadi komplain lagi,” lanjutnya.

    Sebelum lakukan pemaparan, para technical delegates meninjau langsung ke venues masing-masing. Rata-rata, para prewakilan optimis venues akan kelar sesuai target. Josep TY Lo, Refree control panel dari cabor renang kepada Sumatera Ekspres mengatakan, untuk venues renang juga tidak ada masalah. Hanya saja dia memintarentang waktu yang tinggal 100 hari lagi itu benar-benar dimaksimalkan. “Mudah-mudahan waktu yang terbilang singkat ini bisa dimaksimalkan, sehingga SEA Gamesberjalan sukses,” kata Josep.

    Dari pemaparan Gubernur Sumsel, beberapa venues sudah penuhi target. Macam, lapangan tembak yang sudah capai 100 persen. Kemudian, lapangan tenis sudah capai 95,012 persen dan diperkirakan Juli ini selesai. Kemudian renovasi Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring sudah tembus 80,047 persen dan selesai Juli ini. Dan Palembang Sport and Convension Center sudah tembus 93,380 persen. Kemudian, wisma atlet sudah capai 95,347 persen. Media center dan IT center sudah capai 100 persen. Renovasi kolam renang Lumban Tirta sudah capai 80,50 persen. GOR Indoor Basketball sudah capai 70,58 persen. Dan Dempo Hall sudah capai 94 persen.

    Sedangkan venue yang ditargetkan selesai September yakni, Stadion Atletik yang masih capai 60,008 persen. Kemudian aquatic yang masih capai 65,030 persen. Basehall dan softball masih tembus 40,038 persen. Sementara pentanque masih tembus 17,683 persen. Dan Voli pantai masih 20,78 persen. “Tapi, rata-rata venues yang belum kelar merupakan venues yang tidak terlalu berat dan penyelesaiannya cepat. jadi, kami optimis bisa selesaikan semuanya,” pungkas H Alex Noerdin.

    Sebelumnya, Ketua KONI Sumsel yang juga ketua panitia pelaksana SEA Games Sumsel, H Muddai Madang mengatakan, peserta technical delegate venues SEA Games ini dibagi dalam empat kelompok. Satu kelompok mengecek venues di kawasan Kampus POM IX. Dan tiga lagi mengecek ke Jakabaring Sport City. “Dibagi begitu biar cepat,” katanya di Pemprov Sumsel, kemarin. Menurutnya, technical delegate ini peninjauan teknis lapangan. Sangat penting karena akan menentukan Sumsel siap dan pantas tidak menjadi tuan rumah SEA Games.

    Menyinggung soal pendanaan, Kamis mendatang di pusat akan ada rapat koordinasi untuk pembagian dana penyelenggaraan SEA Games. “Baru dicairkan dana Rp 500 miliar. Nantinya akan dibagi empat bagian yakni paragames, panitia DKI Jakarta, panitia Sumsel dan panitia pusat. Berapa alokasi tergantung kebutuhan masing-masing,” cetus Muddai.

    Khusus wisma atlet, peralatan elektronik selain mebeler yang diperlukan akan dibantu Panasonic. Seperti TV, lemari es dan AC. Jadwal kedatangan barang-barang itu diperkirakan akhir September atau awal Oktober mendatang. Terkait akomodasi, minggu depan sudah ada confirm dengan pihak PHRI Sumsel. “Panitia akan memberi tanda jadi untuk booking kamar yang dipesan,” jelasnya. Ada sekitar 2.000 atlet dan ofisial yang akan menginap di hotel.

    Mereka akan ditempatkan pada hotel bintang 4, 3 dan sebagian hotel bintang 2 yang ada di Palembang. Bahkan, Pangeran Brunei yang merupakan atlet biliar Brunei Darussalam, Al Muhtadee Billah Bolkiah memesan toilet VIP atau hanya digunakan secara pribadi saja. Sang Pangeran memesan tiga lantai Hotel Aryaduta selama perhelatan SEA Games. (mg43/46)

    Sumatera Ekspres, Rabu, 27 Juli 2011.

    About Iwan Lemabang
    aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa. LEMABANG 2008

    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Connecting to %s