Tolak Trans Musi.
26 July 2011 Leave a comment
Sopir Angdes Demo
BANYUASIN — Rencana bakal beroperasinya bus Trans Musi akhir Juli ini mendapat penolakan dari ratusan sopir angkot dan tukang ojek yang tergabung dalam Aliansi Sopir Bersatu Banyuasin (ASBB). Massa yang merupakan sopir angdes jurusan Palembang-Pangkalan Balai ini kemarin mendatangi Kantor Bupati dengan angdes yang dikendarainya.
Dikawal puluhan SAtpol PP dan Polres Banyuasin, para pendemo meneriakan yel-yel meminta DPRD Banyuasin membatalakan bus Trans Musi (BTM) masuk ke Banyuasin. Massa menilai, masuknya BTM akan mematikan usaha mereka.
Usai orasi di halaman kantor Bupati Banyuasin, massa bergerak ke kantor DPRD. Koordinator ASBB, Iyan Apriyansyah mengatakan, mereka keberatan dengan kebijakan yang ditempuh Dishub Banyuasin bekerja sama dengan provinsi membuat trayek Trans Musi. “Sebelum adanya Trans Musi jalan lintas timur Palembang-Pangkalan Balai sudah macet apalagi ditambah armada Trans Musi. Lalu sebelum Trans Musi beroperasi, penumpang sepi, kalau Trans Musi masuk, dipastikan pendapatan sopir akan terus berkurang,” ujarnya.
Jika tidak ada keputusan dari Dishub, lanjutnya, mereka akan mendatangi Provinsi Sumsel. “Kami akan membawa anak dan istri kami ke Pemprov Sumsel meminta Dishub membatalakan trayek Trans Musi jurusan Pangkalan Balai,” ujarnya.
Anggota Komisi III DPRD Rijal Friadi dan Kadishub Banyuasin Supriadi MSTr menemui para sopir dan mengajak dialog namun tak menemukan titik temu. “Dibukanya trayek Trans Musi di Banyuasin untuk memberi pilihan moda transportasi darat ke masyarakat. Kami hanya ingin memberikan pelayanan transportasi yang mudah dan murah untuk masyarakat Banyuasin, tanpa harus mematikan usaha angdes,” ujar Supriadi.
Dikatakannya, di Banyuasin ada 388 angdes sedangkan yang beroperasi hanya 142 unit. “Dari jumlah ini, yang layak beroperasi hanya 100 unit saja. Kehadiran bus ini tak mematikan usaha sopir angdes, karena bus hanya akan berhenti di halte-halte yang telah disiapkan dan tak bisa berhenti sembarangan,” jelasnya. (32)
Sumatera Ekspres, Selasa, 26 Juli 2011.








Komentar: