“Air Mata itu Nikmat”


PALEMBANG Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1432 Hijriah, pengajian Raudatunnisa menggelar dzikir akbar dan taushiyah yang dibimbing Ustadz Habib Mahdi. Bertempat di rumah Wakil Wali Kota, H Romi Herton, Jl Ki Renggo Wirosantiko, dekat Masjid Taqwa, kegiatan dihadiri sekitar 1.000 anggota pengajian. Mereka terdiri dari pengurus hingga tingkat ranting dan anak ranting, serta Badan Kontak Kontak Majelis Taklim (BKMT) Palembang. Ketua Umum Pengajian Raudatunnisa Kota Palembang, Hj Masyitoh Romi mengatakan, bulan suci Ramadhan merupakan bulan yang lebih baaik dari bulan-bulan lain. Oleh karena itu, hendaknya kesempatan tersebut dimanfaatkan untuk dapat mennigkatkan iman dan takwa kepada Allah SWT.

“Selain khusyuk beribadah puasa, juga dengan beribadah yang lain seperti menjalankan shalat sunnah, tadarus dan ibadah sunnah lainnya,” ujar Masyitoh kemarin. Dalam kesempatan tersebut, Masyitoh juga mengimbau para ibu, khususnya peserta pengajian untuk dapat menyikapi secara cerdas pembangunan pesat di Metropolis.

Hendaknya, apa yang bertolak belakang dan bertentangan dengan ajaran Nabi Muhammad SAW dapat dihindari. “Berikan contoh yang baik kepada keluarga dan nak-anak,” cetusnya. Setelah dzikir dan taushiyah, kata Masyitoh, rencananya hari ini sekitar pukul 09.00 WIB akan digelar Shalat Tasbih yang diikuti pengurus pengajian Raudatunnisa.

Sementara itu, Ustadz Habib Mahdi dalam taushiyahnya mengatakan, banyak nikmat dari Allah SWT yang mungkin tidak disadari dan disyukuri. Contohnya yaitu air mata. “Air mata itu nikmat,” ungkapnya.

Kenapa? “Air mata sengaja diciptakan berasa asin, itu bukan suatu kebetulan tapi agar mata tidak mudah rusak,” tutrnya. Sama seperti halnya cara untuk mengawetkan daging, ketika dulu belum ada kulkas. Agar tidak mudah bau, busuk atau rusak, dading tersebut dilimuri dengan garam yang rasanya asin. “Maka itu, marilah kita mensyukuri nikmat yang telah diberikan Allah SWT, sekecil apapun nikmat resebut,” tukasnya. (mg13)

Sumatera Ekspres, Selasa, 26 Juli 2011.

About Iwan Lemabang
aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa. LEMABANG 2008

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s