Terkabulnya Do’a.
25 July 2011 Leave a comment

Oleh: Nofrizal Nawawi Lc MPdI
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya tentang Aku. Maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo’a apabila ia memohon kepada-Ku. Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu dalam keadaan benar.”
Pada suatu kali sahabat Nabi SAW melihat seorang laki-laki yang sedang asyik berdo’a kepada Allah. Lantas seseorang bertanya kepada Rasulullah SAW, kenapa Allah belum mengabulkan do’anya? Rasulullah menjawab, bagaimana Allah akan mengampuni dosanya dan mengabulkan do’anya sedangkan dia sendiri bergelimang dengan yang haram, makanannya haram, minumannya haram, dan pekerjaannya haram.
Suatu peristiwa yang dilihat orang banyak dan dikomentari Rasulullah SAW, sebagai pelajaran yang sangat berharga bagi kehidupan kita kaum muslimin. Di antaranya kalau hanya berdo’a tanpa mengerjakan perintah Allah, maka tidak akan dikabulkan Allah, meskipun dengan do’a yang begitu panjangdan keluhan yang tak putus-putusnya. Atau mengumpulkan orang banyak-banyak untuk berdo’a, tapi orangnya bergelimang perbuatan dosa, makanan dan minuman bahkan perbuatan yang dilakukannya, perbuatan-perbuatan yang bernilai haram dan dilarang Allah, bagaimana Allah akan mengabulkannya?
Do’a memang sangat disenang Allah dan merupakan otaknya ibadah dalam Islam. Bahkan shalat yang kita kerjakan, ungkapan bacaannya adalah do’a dan shalat itu secara bahasa berarti do’a. Allah menjanjikan akan mengabulkan do’a orang yang berdo’a, apalagi dalam suasana bulan Ramadhan. Rasulullah SAW pernah mengatakan bahwa do’a orang sedang shiyam (berpuasa) tidak akan ditolak-Nya. Dalam surat Al-Baqarah ayat 186 Allah berfirman yang artinya;
“Apabila bertanya kepadamu hamba-Ku tentang Aku, katakanlah Aku dekat dan Aku akan mengabulkan do’a orang yang berdo’a, maka hendaklah dia mengabulkan permintaan-Ku dan beriman kepada-Ku, mudah-mudahan mereka mendapat petunjuk.”
Memahami ayat di atas dan hadits tentang tidak terkabulnya do’a orang yang selalu bergelimang perbuatan haram, memberikan pelajaran kepada kita bahwa: Allah akan mengabulkan do’a orang berdo’a kalau orang itu memiliki sifat-sifat berikut
Terkabulnya do’a seseorang kadang-kadang tanpa diketahui dan disadarinya. Karena terkabulnya do’a itu ada kemungkinan langsung, sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah SAW, dalam hadits yang menceritakan tiga orang pemuda yang shaleh terkurung di gua. Waktu beristirahat tiba-tiba hujan dan batu yang berada di atas tergulir, lalu menutup pintu gua. Mereka coba menolak dan mencari jalan keluar, tapi semuanya gagal.
Akhirnya mereka sepakat masing-masing berdo’a dan bermunajat. Yang petama berdo’a dengan menyebutkan amal shalehnya, di antaranya berlaku baik sama kedua orang tuanya yang sudah uzur, dia dulukann memberi makan orang tuanya sebelum anak dan keluarganya. Ya Allah, jika ini merupakan amal shaleh, maka keluarkanlah kami dari kurungan gua ini. Habis berdo’a batu yang menutupi pintu gua terbuka sedikit.
Lalu yang kedua berdo’a dengan ikhlas dan menyebutkan salah satu kebaikan yang pernah dibuatnya adalah membantu sepupunya yang sedang kesulitan. Harapannya ada imbalannya dengan berbuat keji/porno, tapi saat hendak melakukannya sepupunya tadi mengatakan tidak halal bagimu menyentuh saya sebelum kamu mengawini saya. Dia tertegun dan sadar, lalu lari dan memaafkan pinjaman kepada sepupunya tadi. Dia berdo’a, ya Allah, jika itu merupakan suatu kebaikan, maka lepaskanlah kami dari kurungan gua ini. pintu gua pun terbuka sedikit lagi.
Terakhir, yang ketiga berdo’a dengan menyebutkan suatu kebaikan yang pernah dilakukannya. Ya Allah, aku dulu punya seorang karyawan biasanya gajinya saya bayar mingguan. Pada suatu kali seorang karyawannya berangkat sebelum sempat dia minta gaji. Setelah aku cari dia tidak ketemu, aku takut memakai uangnya. Maka aku belikan seekor kambing, lalu digembalakan depan rumahku, bertahun-tahun kambing itu menjadi banyak, lalu dia datang meminta gajinya. aku katakan kamu lihat kambing-kambing yang ada di lembah itu, itulah gajimu dan diceritakannya, kalau kamu rela tinggalkanlah sebagian untukku karena saya yang menggembalakan. Pekerja itu begitu girang dan mengambil kambing-kambing itu semuanya, tanpa meninggalkan bagianku. Aku rela, ya Allah, jika itu kebaikan aku maka lepaskanlah kami dari kurungan gua ini. Habis berdo’a, terbuka lebarlah gua tadi mereka keluar dengan selamat.
Ini salah satu contoh do’a terkabul secara langsung, tapi adakalanya do’a itu baru terkabul setelah berjalan waktu yang panjang seperti terkabulnya do’a Nabi Ibrahim AS. Adakalanya do’a itu terkabul dengan jalan diganti Allah dengan pahala karena do’a merupakan ibadah dan tidak ada do’a yang ikhlas yang sia-sia. (*)
Hikmah Ramadhan
Sumatera Ekspres, 2009








Komentar: