Spirit Ramadhan Dalam Dunia Bisnis.
25 July 2011
by Iwan Lemabang

Oleh: H Mukhlis Rais Lc
Di dalam Al-Qur’an terdapat satu ayat yang terpanjang di antara 6.666 ayat lainnya. Ayat tersebut berisi tentang urusan yang bersifat duniawi. Ia adalah urusan bisnis. Memang, bisnis merupakan salah satu sumber rezeki yang paling banyak digeluti ummat manusia di muka bumi ini. Tak terkecuali apakah ia seorang muslim atau bukan. Untuk itu wajar saja kalau Allah SWT langsung yang menetapkan sebuah hukum konkret yang tertuang di dalam firman-Nya:
“Hai orang-orang yang beriman apabila kamu melakukan utang piutang untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar….” (QS. Al-Baqarah: 282).
Melalui ibadah puasa, Allah SWT mengajarkan banyak pelajaran berharga kepada hamba-Nya yang beriman. Betapa indahnya puasa mampu memberikann energi positif bagi yang senantiasa berusaha menjalankan perintah-Nya. Apalagi di era globalisasi yang mulai akan menerapkan pasar bebas. Jika masing-masing manusia hanya berpikir mencari keuntungan tanpa memperhatikan etika dan moral, maka bisa diprediksi dunia bisnis kelak akan mengalami kehancuran. Di antara pelajaran berharga itu yang dapat kita aplikasikan di dalam dunia bisnis adalah:
Pertama, puasa mengajarkan kita untuk bersikap traansparan dalam melakukan segala bentuk transaksi. Allah SWT misalnya, dalam sebuah hadits Rasulullah SAW dengan tergas menjelaskan bahwa Allah SWT akan memberikan pahala yang berlipat ganda. Dalam dunia bisnis hendaknya ada transparansi dalam hal sharing profit alias bagi hasil, jika itu merupakan usaha bersama.
Kedua, puasa mendidik kita unntuk senanntiasa mempunyai quality control. Istilah ini sangat akrab dengan dengan bisnis. Maju mundurnya sebuah usahaterletak pada kualitas kontrol terhadap produk yang dijadikan sebagai ajang bisnis. Melalui ibadah puasa Allah SWT pun ingin mendidik seorang mukmin menjaga setiap perilaku yang dilakukan. Sebab, segala bentuk perbuatan yang dilakukan oleh seorang mukmin tentu akan selalu dijadikan banyak orang sebagai satu barometer dalam bertindak. Segala perilaku yang bersumber dari seorang mukmin bagaikan gerak-gerik seekor kupu-kupu indah yanng hinggap di setiap dahan. Semakin baik quality control maka semakin menarik banyak pembeli sekaligus pelanggan.
Ketiga, puasa mendidik kita untuk memperkenalkan produk bisnis dengan iklan yang tidak menipu dan tidak mempertontonkan aurat. Misalnya, ketika nilai-nilai puasa kita bawa ke dunia bisnis tentu saja kualitas iklan yang dijadikan sebagai ajang promosi produk tidak mengumbar kata-kata tipuan untuk sekedar meraik pasar dan tidak mempertontonkan aurat murahan. Sehingga tidak jelas antara produk yang diiklankan dengan orang yang menjadi bintang iklan.
Keempat, puasa mendidik kita untuk selalu peduli orang lain dengan cara menyisihkan sebagian dari hasil bisnis. Sebagai tanda syukur setelah melakukan ibadah puasa selama sebulan penuh, maka ada kewajiban sosial yang harus ditunaikan. Dalam bisnis pun begitu, ketika ada keuntungan yang dihasilkan selayaknya orang lain pun ikut merasakan keuntungan itu. Wallahu a’lam bis-shawab
Hikmah Ramadhan
Sumatera Ekspres, 2009
Like this:
Be the first to like this post.
Saya mendapatkan banyak insirasi dari tulisan ini seperti saya membaca miliknya pak ari ginanjar ESQ. Selamat menunaikan ibadah puasa 1432 H, Semoga amal ibadah kita diterima oleh Allah subhanahuwata`ala.
Amin.. Selamat menunaikan ibadah puasa juga saudaraku