Puasa Menjaga Keharmonisan Keluarga.
25 July 2011 Leave a comment

Oleh: H Mukhlis Rais Lc
Keluarga merupakan salah satu elemen kecil dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa. Sebuah bangsa akan menjadi kuat jika masing-masing elemen kecil bernama keluarga hidup rukun dan damai. selama keluarga sebagai tempat berkumpul setiap individu dalam skup kecil dan mampu menyelesaikan persoalan-persoalan mereka, maka selama itu pula masyarakat dan bangsa akan kuatt dan bermartabat.
Semua orang di dunia tidak ada yang mengidamkan hidup haancur berantakan. Dan itu dipastikan. Jika saja ada yang menginginkan hidup tak rukun, bisa dipastikan ia sedang dalam kondisi tidak normal pada rata-rata fitrah manusia. Karena itu keluarga mempunyai fungsi penting dalam menstabilkan aktivitas kehidupan.
Al-Qur’an menyebut keluarga yang harmonis adalah dengan sebutan mawaddah wa rahmah. Dalam setiap lembar undangan pernikahan yang tersebar kita pasti menemukan kata untaian do’a-do’a tentang harapan akan terwujudnya keluarga yang harmonis yang masing-masing pihak bertanggung jawab terhadap hak dan keajibannya. Seseorang yang sedang dalam kondisi tergangggu kejiwaannya bisa jadi akibat dari korban keluarga yang tidak harmonis. Al-Qur’an pun secara eksplesit menggambanrkan sebuah keluarga yang yang harmonis dalam firman-Nya:
“Lakia-laki (suami) itu pelindung bagi perempuan (istri), karena Allah telah melebihkan dari sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah memberikan nafkah dari hartanya. Maka perempuan-perempuan yang shaleh adalah mereka yang taat (kepada Allah) dan menjaga diri mereka ketika suaminya tidak ada, karena Allah telah menjaga mereka. Perempuan-perempuan yang kamu khawatirkan akan nusyuz (meninggalkan kewajiban sebagai istri), hendaklah kamu beri nasehat kepada mereka, tinggalkanlah mereka di tempat tidur, dan (kalau perlu) pukullah mereka. Tetapi jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari alasan untuk menyusahkannya. Sungguh, Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (QS. Al-Baqarah: 34)
Melalui ibadah puasa di bulan suci Ramadhan ternyata membantu terwujudnya keharmonisan sebuah keluarga. Yang terjadi di masyarakat rata-rata, ketika tiba bulan Ramadhan, tidak sedikit dan tidak jarang para perantau berlibur sejenak guna menyambut Ramadhan bersama keluarga setelah berbulan-bulan atau bertahun-tahun berpisah dengan sanak saudara. Seakan suasana puasa pada bulan Ramadhan menjadi daya tarik tersendiri bagi para musafir yang haus akan indahnya bercengkrama bersama keluarga.
Berbagai macam aktivitas yang dilakukan selama bulan Ramaadhan. Ada yang melakukan makan sahur dan berbuka puasa bersama. Terkadang sambil mengundang anak-anak yatim piatu. Merupakan kenikmatan tersendiri bagi sebuah keluarga yang mengadakan makan sahur yang didahulu dengan masak bersama. Belum lagi ketika sore harinya menjelang berbuka puasa, masing-masing anggota keluarga saling membantu mempersiapkan ifthor bersama. Dengan segelas air dingin saja yang membasahi kerongkongan akibat dahaga puasa, rasanya sudah terobati kerinduan pertemuan dengan keluarga.
Selain berbuka puasa dilanjutkan dengan dengan ibadah shalat Maghrib berjemaah, lalu ditutup dengan munajat do sang kepala keluarga. Tiba saatnya adzan shalat Isya’ berkumandang berangkat ke masjid atau mushala bersama, dan seterusnya.
Rasulullah SAW pun telah memberikan contoh kepada ummatnya akan keharmonisan keluarga di bulan suci Ramadhan. Sewaktu puasa Rasulullah SAW tetap menjaga suasana hangat hubungan beliau dan Aisyah RA, misalnya dengan memberikan ciuman mesra sebagai tanda kasih sayang selama tidak membatalkan puasa dan iktikaf. Pada malam hari harinya pun Rasulullah SAW membangunkan istri tercinta, dengan memercikkan siraman air untuk bangun melakukan shalat tahajjud bersama.
Sungguh, betapa bulan suci Ramadhan adalah kesempatan besar bagi setiap insan yang mendambakan terciptanya keluargha yang mawaddah warrahmah. Wallahu A’lam Bis-Shawwab
Penulis adalah tenaga adukatif Pompes Raudhatul Ulum.
Hikmah Ramadhan
Sumatera Ekspres, 2009








Komentar: