Peningkatan Diri Dengan Ibadah.


http://iwandj.files.wordpress.com/2008/11/bismilah2-1.gif?w=630Oleh: Nofrizal Nawawi Lc MPdI

Ibadah yang diperintahkan Allah dan disunnahkan oleh Rasulullah SAW disampaikan menjadi kewajiban dalam pelaksanaannya, juga sebagai sarana untuk membina pribadi-pribadi yang bertakwa. Semua ibadah yang dikerjakan sesuai tuntunan Al-Qur’an dan hadits Rasulullah SAW akan berdampak positif pada kehidupan manusia di dunia dan akan membawa seseorang menuju kebahagiaan di akhirat nantinya. Shaum (puasa) Ramadhan yang sedang kita laksanakan mempunyai sasaran dan tujuan agar orang yang mengerjakannya menjadi orang yang bertakwa:

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu shiam (puasa) sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, mudah-mudahan kamu menjadi orang yang bertakwa.” (QS. 2: 183)

Takwa merupakan barometer kualitas keimanan seseorang serta ukuran kemuliaan di sisi Allah:

“Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa.” (QS. 49: 13)

Orang yang bertakwa ialah orang yang dapat memelihara diri dengan aturan-aturan yang telah ditetapkan Allah, sesuatu yang diperintahkan Allah dia berusaha memelihara dengan sebaik-baiknya, dan melaksanakannya sesuai kemampuannya. Dia juga akan hati-hati agar berjalan dengan baik, sebagaimana perumpamaan Umar bin Khattab. Pada suatu kali Umar bin Khattab ditanya seorang laki-laki tentang hakikat takwa. Umar menjawab; “Pernahkah kamu melewati suatu jalan yang banyak duri dan rintangan?” Laki-laki itu menjawab. “Pernah!” Umar bertanya; “Apa yang kamu lakukan?” Jawab laki-laki itu; “Saya hati-hati dan lewati jalan yang aman, kemudian saya hindari duri dan rintangan yang ada di jalan itu.” Lantas umar berkata; “Itulah takwa.” satu dialog yang singkat tapi mempunyai arti dan mengajarkan seseorang dalam memahi maksud takwa dengan mudah.

Sesuatu yang dilarang Allah dan Rasul-Nya dia harus menjauhi dan meninggalkannya, seperti ungkapan Umar tentang sikap berjalan di jalan yang berduri dan banyak rintangan seseorang harus hati-hati menghindari duri dan memilih jalan yang aman.

Hidup di dunia ini banyakk permasalahannya. Bagaimana jalan ada yang baik, ada yang berduri dan ada yang rusak serta ada yang berbahaya kalau dilewatti. Seorang kalau melewati jalan itu dia pasti berhati-hati dan akan menghindari jalan yang mendatangkan bahaya terhadap dirinya. Demikian juga ibarat orang yang bertakwa dalam meniti kehidpan ini, dia akan selalu berhati-hati dan selalu berusaha melewati jalan yang akan membawa keselamatan dan pasti menghindari jalan yang berbahaya. Ketakwaan juga akan tercermin dengan kehati-hatian seseorang memelihara dirinya dengan berupaya melakukan perbuatan yang baik dan menghindari dari segala yang dilarang dan diharamkan ajaran agama.

Puasa (shaum) Ramadhan mengajarkan seseorang untuk mengendalikan diri agar tidak terjerumus ke dalam jurang kemaksiatan dengan menahan dan mengendalikan doronngan hawa nafsu. Dengan biasanya seseorang mengendalikan hawa nafsu, dia akan selamat dan akan mendapatkan keberuntungan. Dan jadilah dirinya menjadi orang yang bertakwa, sebagaimana dijelaskan dalam surat Al-Baqarah ayat 183 di akhirnya dikatakan; “….Mudah-mudahan kamu bertakwa.”

Banyak keistimewaan yang diberikan Allah bagi orang yanng bertakwa, di samping kemuliaan, dibukakan jalan dalam mencari solusi terhadap permasalahan yang sedang dihadapi, dan ketentraman hati serta dimudahkan Allah pintu rezekinya. Dalam menghadapi bulan Ramadhan, bahan makanan pokok selalu menunjukkan kenaikan. Secara otomatis ini akan mempengaruhi kehidupan ekonomi seseorang dan memprsulit keadaan. Disamping itu kebutuhan seseorang di bulan Ramadhan meningkat, tapi mudah-mudahan dengan ketakwaan yang diperdapat dari hasil puasa Ramadhan ini akan memberi solusi terbaik bagi kita bagaimana menata hidup ke depan ini. Sehingga tidak membawa kehancuran. Firman Allah:

“Dan barang siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusan.” (QS. 65: 4)

dan dalam ayat sebelumnya Allah berfirman:

Barang siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia (Allah) akan mengadakan jalan keluar. Dan memberikan rezeki dari arah yang tiada di sangka-sangka.”(QS. 65: 2-3)

Yang tak kalah pentingnya Allah menyediakan ampunan untuk orang bertakwa. Sebagaimana firmannya dalam surat Ali Imran ayat 133 yang artinya; “Dan bersegeralah menuju ampunan dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, disedikan untuk orang yang bertakwa.”

Ya Allah jadikanlah kami orang-orang yang bertakwa serta mendapatkan ampunan-Mu dan apa yang Engkau janjikan untuk orang yang bertakwa. Amin (*)

Hikmah Ramadhan
Sumatera Ekspres, 2009

About Iwan Lemabang
aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa. LEMABANG 2008

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s