Ahlan Wa Sahlan Yaa Ramadhan.
25 July 2011 Leave a comment

Oleh: Ust. Ahmad Soleh
Ahlan wa sahlan yaa Ramadhan, Insya Allah beberapa hari lagi kita dengan tamu yang suci tersebut. Ramdhan bulan istimewa. Bulan yang di tunggu-tungu ummat Islam. Bulan turunnya Al-Qur’an, bulan yang di dalamnya bertaburan milyaran ganjaran kebaikan. Orang yang beribadah sunnah akan mendapatkan pahala wajib. Mereka yang melakukan ibadah wajib akan memperoleh pahala yang berlipat ganda.
Ramadhan syahrul mubarok. Bulan yang seharusnya disambut dengan suka cita dan penuh bahagia. Namun masih ada juga orang yang melalui Ramadhan dan melewatinya dengan perasaan hambar dan biasa-biasa saja. Shoum tanpa ruh, kosong dari makna dan kecintaan. Puasa haanya program rutin tahunan. cuma berbeda karena ada acara makan sahur. Alangkah kontranya dengan aroma, suasana dan nuansa Ramadhan yang terjadi di zaman Rasulullah SAW. Dalam hadits riwayat Thabrani, Anas bin Malik RA menceritakan bahwasanya Rasulullah sering berdo’a agar Ramadhan segera tiba, beliau berdo’a:
“Ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban dan pertemukanlah kami di bulan Ramadhan.”
Kemudian dalam hadits lainnya diceritakan bagaimana para sahabat sejak enam bulan sebelum Ramadhan telah berdo’a kepada Allah agar dipertemukan dengan Ramadhan dan kemudian seusai Ramadhan berdo’a lagi selama enam bulan berikut, agar amal mereka selama shoum Ramadhan yang baru lalu diterima Allah SWT. Rasulullah SAW berkata:
“Seandainya mausia tahu apa yang terdapat di bulan Ramadhan niscaya mereka mereka akan menginginkan agar Ramadhan itu lamanya satu tahun.” (HR. Thabrani dan Baihaqi)
Ramadhan syahrul tarbiyah, bulan dimana Allah “Mentarbiyah” hamba-Nya menyuntikkan ruh dan semangat baru dalam dada-dada ummat Islam. Sebagai sarana Jaddidul-Iman (memperbaharui iman), seorang muslim yang baik akan mengoptimalkan amaliyah di bulan yang mulia ini.
Amaliyah Ramadhan yang dapat kita lakukan diantaranya adalah:
1. Menghidupkan malam Ramaddhan. Dengan ibadah shalatul-lail/tarawih, witir, tadarus Al-Qur’an.
2. Tadarus. Meliputi tilawah dan tadabbur, baik sendiri maupun berjemaah.
3. Ifthor jama’i. Buka bersama diisi dengan taushiyah dan dialog dunia Islam.
4. Dauroh Al-Qur’an (kajian All-Qur’an).
5. I’tikaf Al-Asyur Awakhir. I’tikaf di masjid sepuluh terakhir di bulan Ramadhan.
6. Bakti sosial peduli ummat.
7. Gerakan sadar zakat. Pengumpulan zakat fitrah, zakat maal, dan zakat profesi.
Ketentuan Puasa
Agar supaya ibadah puasa kita jalankan nanti memberikan manfaat dan diterima disisi-Nya maka kita perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
Syarat-syarat wajib puasa (orang-orang yang wajib untuk berpuasa)
Syarat-syarat puasa
Rukun Puasa (Tidak boleh ditinggalkan)
Yang membatalkan puasa
Ketentuan di atas bersifat mengikat terhadap mereka yang menjalankan ibadah puasa. Apabila hal-hal di atas tidak diperhatikan maka dapat mengakibatkan rusaknya ibadah puasa kita, bahkan puasa kita jadi batal.
Selamat datang Ramadhan semoga kami dapat menjaga kesucianmu sebagaimana engkau mensucikan kami.
Keutamaan Bulan Ramadhan
Bulan ramadhan adalah bulan yang terbaik dibanding bulan-bulan lainnya. Banyak kelebihan dan keutamaan-keutamaan yang terkandung di dalamnya.
Abu Laits meriwayatkan hadits dari Salman Al-Farisi RA, Rasulullah menyampaikan khutbah pada bulan Sya’ban:
“Wahai sekalian mnusia, telah tiba kepadamu bulan yang mengandung lailatul qadri yang lebih baik dari seribu bulan, bulan yang diwajibkan oleh Allah kepada hamba-Nya supaya berpuasa dan bangun malam mengerjakan shalat sunnah, maka siapa yang mengerjakan yang sunnah dalam bulan itu sama dengan orang yang mengerjakan fardhu dibulan itu, dan siapa yang mengerjakan yang fardhu di bulan itu bagaikan tujuh puluh fardhu yang dikerjakan pada bulan lain, dan dia adalah bulan sabar, sedang sabar itu pahalanya adalah surga., dan dia adalah sebagai bulan bantuan dan pertolongan, dan bulan yang ditambahkan pada padanya rizqi orang mukmin.
Barangsiapa memberi buka puasa kepada orang puasa mendapatkan pahala bagaikan memerdekakan budak dan menjadi pengampun bagi dosa-dosanya.
Sahabat berkata; “Ya Rasulullah, tidak semua orang mempunyai makanan untuk memberi buka pada orang pada orang yang berpuasa.
Jawab Nabi SAW: “Allah memberi pahala itu bagi orang yang memberi buka puasa walau seteguk susu, sebutir kurma atau segelas air, dan siapa yang mengenyangkan orang puasa, maka ia diampunkan dosa-dosanya dan diberi minum dari telaga, minuman yang tidak akan haus bila diminum sehingga masuk surga, dan dia mendapat pahala seperti pahalanya yang berpuasa tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun. Dan ini bulan permulaannya mengandung rahmat, pertengahannya pengampunan dan akhirnya kebebasan dari api neraka dan siapa yang meringankan terhadap budaknya (buruhnya) maka Allah akan memerdekakannya dari api neraka.”
Demikianlah isi khutbah Rasulullah yang disampaikan di tengah-tengah ummatnya pada bulan Sya’ban menjelang datangnya bulan Ramadhan mengenai keutamaan dan keistimewaan bulan Ramadhan. Oleh karena itu marilah kita sambut Ramadhan yang sebentar lagi tiba dengan senang hati dan gembira disertai persiapan lahir bathin untuk dapat berpuasa di dalamnya sehingga kita mendapat kemurahan dan rahmat serta ampunan Allah SWT. (Usaid)
1. Ahlan Wa Sahlan Yaa Ramadhan.
2. Berbagi Kasih.
3. Shahrul Tarbiyah.
4. Terkabulnya Do’a.
5. Bahan Renungan.
6. Keberkahan Sahur.
7. Memburu “Bonus” Ramadhan.
8. Spirit Ramadhan Dalam Dunia Bisnis.
9. Terjemahkan Al-Qur’an.
10. Peningkatan Diri Dengan Ibadah.
11. Puasa Menjaga Keharmonisan Keluarga
12. Pengentasan Kemiskinan Dengan Zakat.








Komentar: