“Ya Samman” Tercipta 4 Jam.
22 July 2011 Leave a comment
Gemulai: Salah satu peserta festival tari “Ya Samman” tingkat Sumsel tampil dengan gemulai di depan tim juri, di Graha Budaya Jakabaring, kemarin (21/7).
Photo by: Sumeks.co.id
PALEMBANG — Adanya kesimpangsiuran siapa pencipta lagu Ya Samman membuat gerah pengarangnya, Kamsul A Harla. Karena itu, Kamsul beusaha mematenkan lagu ciptaannya tersebut ke Dirjen hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) Kementerian Hukum dan HAM RI.
“Kita sudah masukkan berkas pendaftarannya ke Dirjen HAKI Februari lalu. Namun, katanya baru bisa diputuskan sembilan bulan pascapendaftaran. Sebab, Dirjen HAKI tidak bisa mengeluarkan sertifikat dan surat paten atas suatu karya tanpa mengetauhi seluk beluk lagu tersebut,” ujarnya, di sela-sela acara Festival Tari dan Lagu “Ya Samman” di Graha Budaya Jakabaring, kemarin (21/7).
Menurut Kamsul, ide awal menciptakan lagi ini karena tertarik dengan kebudayaan dan tradisi masyarakat Palembang. Karenanya, dalam syair lagu itu disebutkan Pulau Kemaro, perahu Bidar dan Sungai Musi. “Lagu ini saya buat dalam waktu sekitar empat jam saja. Dan itu tahun 2005 lalu, ketika mengisi acara Festival Sriwijjaya,” katanya.
Disinggung pemutaran album yang berisi lagu Ya Samman, dirinya tidak mempermasalahkan. Yang penting nama pengarang dan penciptanya disebutkan. “Sejak tahun 2007-2008 lagu “Ya Samman” dalam album kompilasi lagu Palembang yang semuanya berisi lagu-lagu daerah khas Sumsel,” bebernya.
Sementara itu, Festival Tari dan Lagu Ya Samman yang digelar di Graha Budaya Jakabaring digagas PAReS Managenment dan Lembaga Kebudayaan Venesia dari Timur. Acara ini bentuk apresiasi seni dan komitmen terhadap pelestarian karya seni Sumsel. “Ini harus tetap dilestarikan karena seni tidak terbatas ruang dan waktu. Potensi seni bisa terus berkembangdan harus mampu bersaing secara global,” ulasnya. Imron Supriyadi SAg, sekretaris panitia Festival Tari dan Lagu Ya Samman mengungkapkan, ada empat poin utama yang ingin disampaikan melalui acara itu. (mg23)
Sumatera Ekspres, Jumat, 22 Juli 2011.








Komentar: