Berharap Rezeki.
20 July 2011 Leave a comment
PALEMBANG — Ummat Tridharma di metropolis kembali memperingati hari ulang tahun Dewi Kwan Im. Perayaan dipusatkan di tempat ibadah Tridharma 10 Ulu, kemarin. Tampak, warga Tionghoa yang datang ke sana dengan khusuk memanjatkan do’a. Ketua Majelis Rohaniawan Tridharma Komda Sumsel, Chandra Husin menjelaskan, ini merupakan perayaan kedua. “Hari ini (kemarin, red) tanggal 19 bulan enam imlek. Merupakan perayaan kedua ultah Dewi Kwan Im.”
Perayaan ini untuk memperingati kesempurnaan Dewi Kwan Im mencapai Buddha. Perayaan pertama yakni memperingati kelahiran Dewi Kwan Im, dilakukan pada tanggal 19 bulan dua imlek. “Untuk perayaan ketiga, yakni memperingati wafatnya Dewi Kwan Im pada tanggal 19 bulan sembilan imlek nanti,” ujar Chandra.
Ritual perayaan berupa sembahyang ke tempat ibadah Tridharma sebenarnya telah dimulai Senin tengah malam hingga Selasa dinihari sekitar pukul 02.00 WIB. “Ritual sembahyang dipimpin Suhu Lim dari China yang saat ini menetap di Palembang,” katanya lagi. Sedangkan untuk ummat Tridharma, ritual sembahyang sejak pukul 06.00 WIB hingga malam pukul 20.00 WIB.
Ummat Tridharma ini datang untuk beribadah dan mendo’akan Dewi Kwan Im. Karena Dewi Kwan Im adalah Dewi Pengasih, maka dalam sembahyang warga Tionghoa akan berdo’a memohon keselamatan, kemurahan rezeki dan kesejahteraan, serta terhindar dari malapetaka. “Pokoknya semua yang baik kita mintakan dalam do’a kepada dewa,” jelasnya.
“Mereka yang bersembahyang menyalakan lilin dan membakar gaharu serta kimchua,” tutur Chandra. Tidak hannya tempat ibadah 10 Ulu, seluruh yang punya Dewi Kwan Im juga mengadakan ritual ini, termasuk dari provinsi lain.
Panitia Perayaan HUT Dewi Kwan Im telah menyediakan angkutan penyeberangan berupa kapal/tongkang gratis pulang pergi. Ini untuk mengangkut ummat Tridharma dari kelenteng Hong Tiong Bio (Kelenteng Serikat) kawasan 16 Ilir ke kelenteng Dewi Kwan Im di 10 Ulu.
Untuk membuat betah ummat Tridharma, paniitia menyiapkan panggung hiburan. Usai bersembahyang, ummat bisa menikmati hiburan itu. Perayaan dimanfaatkan penjual burung berdagang di sana. Usai berdo’a, ummat Tridharma membeli burung-burung itu kemudian melepaskannya ke udara.
Sementara ribuan lampion terlihat menggantung di halaman depan kelenteng. Sementara, pada 24 Juli bertepatan dengan 24 bulan enam imlek akan diadakan juga perayaan HUT Dewa Kwan Tee Kong di kelenteng Gie Hap Bio (Kwan Tee Bio) di Jl Wahidin, Talang Semut.
Ditambahkan Chandra, Dewa Kwan Tee Kong dulunya seorang jenderal perang yang gagah, berani dan dikagumi. “Karena untuk mengenang dia setiap 24 bulan enam imlek selalu dirayakan dengan sembahyang,” tukasnya. (46)
Sumatera Ekspres, Rabu, 20 Juli 2011.








Komentar: