Gigi Buaya Menancap di Kaki.


* Pencari Ikan Luka Parah. * Berjibaku dengan Buaya Muara


DIRAWAT — M Isa (45), warga DesaTelukbetung Kecamatan Pulaurimau Banyuasin tidak sadarkan diri saat dirawat di UGD RSUD Banyuasin.

BANYUASIN Muhammad Isa (45), warga Desa Telukbetung Kecamatan Pulaurimau Banyuasin tak sadarkan diri. Sekujjur tubuhnya mengalami luka bahkan kedua kakinya mengalami luka robek yang cukup parah. Pria yang sehari-hari mencari ikan ini menjadi korban terkaman buaya muara di sungai Desa Tabuanasrri Kecamatan Pulaurimau, Rabu (13/7).

M Isa lolos dari mau setelah melakukan perlawanan. Dengan sekuat tenaga ia berupaya meleepaskan diri dari gigi buaya yang menancap di kakinya. Peristiwa mengerikan itu terjadi sekitar pukul 23.00 WIB. Sebelumnya, korban bersama istrinya Nisa (35) menyusuri aliran sungai untuk mencari ikan sejak sore. Namun karena hari sudah cukup malam, akhirnya suami istri memutuskan untuk beristirahat dengan menepikan perahu yang mereka gunakan di pinggiran sungai yang tak jauh dari lokasi pemandian.

Isa bermaksud mandi sebelum pulang ke rumah mereka di Desa Telukbetung. Saat korban baru mencuci kakinya, tiba-tiba buaya muara sepanjang dua meter langsung menarik kaki korban hingga jatuh ke dalam sungai. Tidak hanya di situ raja air itu juga menarik korban ke dalam sungai dengan cara memelintir kaki korban. Korban sempat berontak melakukan perlawanan meski kedua kakinya masih tergigit. Entah mengapa, tiba-tiba buaya itu melepaskan kedua kaki korban dan akhirnya pergi menghilang ke dalam sungai.

Nisa, istri korban mengatakan panik melihat suaminya ditarik buaya. “Tiba-tiba buaya menarik kaki dan melempar tubuh suami saya beberapa kali di dalam air,” ujar Nisa.

M Isa warga Telukbetung Kecamatan Pulaurimau Banyuasin yang digigit buaya ketika sedang mandi di Sungai Tabuanasri, Rabu (13/7) sekitar pukul 19.00 WIB sempat mendapat perawatan di ruang tindakan bedah RSMH Palembang sebelum dibawa pulang pihak keluarga. Menurut adik korban Adi (31) ketika ditemui di ruang tindakan bedah RSMH Palembang mengatakan, beruntung teriakan istri korban terdengar warga. “Kami yang mendengar jeritan minta tolong langsung datang dan melihat kaki kakak sudah lepas dari gigitan buaya,” ujarnya. Kaki kiri korban berhasil lepas setelah buaya mencoba menggigit kembali, saat melepaskan gigitannya korban korban langsung menarik kakinya dan langsung naik ke darat.

Buaya dihalau warga dengan melemparkan apa saja yang bisa diambil di lokasi. Akhirnya buaya tersebut meghilang di dalam air. Korban langsung dilarikan ke RS Satrio Banyuasin untuk mendapatkan pertolongan pertama. Karena luka yang dialami korban cukup parah, akhirnya korban dirujuk ke ruang tindakan bedah RSMH Palembang untuk mendapatkan perawatan secara intensif.

Berdasarkan data Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Banyuasin sedikitnya sudah 10 warga yang menjadi korban keganasan buaya. Jasad mereka tak pernah ditemukan hingga kini. (udn/mg14)

Sriwijaya Post, Jumat, 15 Juli 2011.

About Iwan Lemabang
aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa. LEMABANG 2008

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s