Sebut Sistem Rusak.
14 July 2011 1 Comment
TIM< ICT Multi Data Palembang (MPD) merasa menjadi sasaran tembak kekisruhan pengumuman hasil penerimaan siswa baru (PSB) Kota Palembang. Mereka juga membantah kalau website Disdikpora yang mereka kelola di-hack pihak yang tidak bertanggung jawab. “Sistem yang rusak, biasalah namanya juga barang IT,” kata Rusbandi, Ketua STMIK MDP kepada Sumatera Ekspres, kemarin.
Ditanya lebih detail kerusakan apa, pria yang mendampingi Rusbandi dan enggan namanya dikorankan angkat bicara. “Diduga sistem yang rusak. Dugaan ke sana, sehingga saat dicopy (data dari Disdikpora) jadi erorr. Itu bisa karena serangan virus, server rusak atau back sector,” tukas pria yang merupakan bagian tim ICT MDP tersebut.
Menurut dia, tim ICT MDP mendapat tugas dari Disdikpora untuk menyediakan server bagi website Disdikpora. “Kita hanya men-support pengumuman via internet atau sms 9800. Kita hanya terima hasil yang siap diumumkan. Jadi begitu dapat dari Disdikpora langsung kita input ke internet.”
Kata dia, pengumuman di internet dilakukan Selasa (12/7) tepat pukul 00.00 WIB. “Baru ketahuan siang, dan langsung diblok sekitar pukul 12.00 WIB. Setelah satu jam setengah kita perbaiki langsung kita pasang lagi sesuai data dari Disdikpora. Jadi tidak lama di-blokirnya, itu pun atas permintaan Disdikpora.”
Mungkinkah perubahan data terjadi karena ada internal terlibat atau kelalaian administrator? Ia membantah, bahkan dugaan keterlibatan hacker pun disanggah. “Ini benar kerusakan sistem. Kalau Pak Wali bilang dihack mungkin karena beliau tidak terlalu gimana tentang IT.”
Sementara apa yang terjadi pada website Disdikpora, menurut pandangan Suryayusra, Tim IT Departemen Mis-Cuts, Universitas Bina Dharma bisa terjadi dalam dua arah. Yang pertama faktor internal dalam hal ini administrator website. Bisa diartikan gangguan data karena adanya keterlibatan pihak internal. “Dalam kasus ini biasanya karena ada seseorang yang punya sosial enginering dan komunikasi sehingga mempengaruhi admin, misal karena kedekatan atau intervensi sehingga si admin akhirnya membuka password-nya. Akibatnya, orang itu bisa memanfaatkan untuk kepentingan termasuk mengubah data,” kata Surya lagi
Kemungkinan lain karena kelalaian administrator sehingga saat komputer tengah log in disalahgunakan pihak lain. “Misal adminnya buang air, komputer log in sehingga bisa dimanfaatkan.”
Bagaimana dengan faktor eksternal atau disebut hacker? “Para hacker biasanya mengenali dulu si-admin sehingga dia bisa menyisipkan perintah-perintah hingga akhirnya mendapatkan password atau melalui url atau yang lain seperti mengubah tampilan,” tukasnya.
Namun, Surya mengaku tidak bisa berburuk sangka baik ke internal maupun hacker. Menurutnya hal tersebut bisa dilacak dengan cara melihat siapa saja yang melakukan login acces. “Kalau IP-nya orang atau jaringan orang internal bisa jadi ada keterlibatan orang internal.”
Soal orang tua siswa yang tak sempat ngeprint data pertama kali kelulusan via internet, namun anaknya lulus, sebetulnya ada solusinya. “Harusnya ada data back up, biasanya admin melakukan back up data secara berkala. Apalagi sifatnya sangat penting seperti ini pasti ada back up. Nah, back up itubisa ditampilkan kembali di pengumuman online,” cetus Surya. (mg18/mg21)
<b.Sumatera Ekspres, Kamis, 14 Juli 2011.








dijadikan pelajaran, semoga kedepannya lebih baik lagi.. semoga MDP makin jaya