Disdikpora Ngaku Situs Di-hack.


  • Lulus Internet-Pengumuman Sekolah Diakomodir
  • PALEMBANG Kekacauan pengumuman hasil seleksi Penerimaan Siswa Baru (PSB) 2011-2012 di Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Palembang diduga terjadi karena dibajak (hack) oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Hacker (pembajak) tersebut merubah data daftar nama calon siswa yang diterima masuk di sejumlah sekolah menengah pertama negeri (SMTP) yang tercantum di internet sehingga hasilnya beda dengan yang diumumkan di sekolah-sekolah.

    Kepala Disdikpora Palembang Drs H Reza Fahlevi MM melalui Kepala Bidang (Kabid) SMP/SMA/SMK, Drs Riza Fahmi MM mengaku jika ia baru mengetahui adanya perbedaan hasil pengumuman tersebut setelah terjadi aksi protes dan ribut-ribut para wali murid. “Sebelumnya ribut-ribut tidak tahu,” ujarnya kemarin.

    Lantas mana pengumuman yang benar? Riza meralat statemen sehari sebelumnya yang menyatakan kalau hasil PSB yang benar seperti pengumuman internet. “Yang benar hasil print out dan pengumuman di sekolah-sekolah,” ucapnya. Oleh karena itu, sambungnya, kemudian situs www.diknaspalembang.net di blokir (tidak bisa diakses) sementara waktu.

    Setelah diperbaiki, situs kembali dibuka dimana isi daftar nama siswa lulus PSB sama dengan pengumuman di sekolah-sekolah. Perubahan tersebut otomatis membuat sejummlah siswa yang sebelumnya lulus di pengumuman PSB internet, menjadi tidak lulus. “Kalau hasil pengumuman melalui internet yang sekarang sudah benar, sama dengan pengumuman di sekolah. Itu yang kita terima,” katanya lagi. Mengenai nama sejumlah siswa yang sebelumnya sudah terlanjur dinyatakan lulus PSB di pengumuman internet, tetap akan diterima.

    “Kita tanggung jawab, yang sudah keluar (nama di pengumuman internet, red) diterima,” ungkapnya. Hanya saja, itu dilakukan sesuia dengan prosedur yang ditetapkan oleh Disdikpora yakni membawa bukti hasil print out (pencetakan) pengumuman PSB di internet.

    Lantas bagaimana yang tidak mempunyai bukti print out? “Tetap akan kita pertimbangkan,” tuturnya. Akan dilihat, jika memang hasil tesnya bagus bisa saja siswa tersebut diterima di sekolah tempatnya mendaftar.

    Mengenai mekanismenya, jelas Riza, orang tua siswa bersangkutan yang siswanya lulus di pengumuman internet mendaftar ke Disdikpora Palembang untuk diproses. Disinggung mengapa situs Disdikpora bisa di hack sehingga hasil di internet beda dengan pengumuman di sekolah, Riza mengaku tidak mengetahui kenapa hal tersebut bisa terjadi. “Kalau yang memasukkan data hasil pengumuman, diserahkan ke pihak ketiga yakni MDP,” cetusnya.

    Lanjut Riza, diterimanya sejumlah siswa yang namanya sudah terlanjur dinyatakan lulus di pengumuman via internet otomatis berdampak pada bertambahnya kuota atau daya tampung di sekolah yang hasil pengumumannya berbeda dengan antara di internet dengan di sekolah. Hanya saja, karena belum mendapatkan laporan resmi dari pihak sekolah, pihaknya belum tahu berapa banyak penambahan kuota PSB. Sekolah mana saja yang hasil pengumumannya berbeda? “Kita belum mengetahui secara pasti. Tapi dipastikan semuanya ditingkat SMP di antaranya SMP 10 dan 17.”

    Ia menjelaskan, kuota PSB 2011-2012 tingkat SMP sebanyak 16.206 siswa dengan rincian, jalur Penelusuran Minat Prestasi Akademik (PMPA) dan tes reguler (14.184). Sedangkan kuota PSB tingkat SMA yakni sebanyak 6.324 siswa, jalur PMPA sebanyak 562 siswa, tes murni 704 siswa dan tes reguler 5.058 siswa.

    Sementara itu, Wali Kota Palembang, Ir H Eddy Santana Putra MT mengaku telah menerima laporan mengenai kacaunya hasil pengumuman PSB tersebut. “Sudah terima laporan kalau ada hacker yang masuk (ke hasil pengumuman via internet, red)

    Bagaimana bisa di hack? Sama seperti yang dikatakan pihak Disdikpora, Eddy pun mengaku tidak mengetahuinya. “PSB (pengumuman hasil PSB lewat internet, red) itu diserahkan kepihak ketiga MDP, mungkin bisa tanyakan langsung.”

    Yang jelas, sambung Eddy, PSB dilakukan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang ada. “Kalau ada yang memang tidak lulus, coba lihat dulu apa mungkin memang tidak lulus, instropeksi dulu,” ucapnya.

    Ia yakin jika jajarannya telah melakukan segala sesuatu sesuai dengan ketentuan. Bahkan ia berani menjamin hal tersebut. “Kalau ada (pejabat atau PNS, red) yang bermain, kita ganti, copot jabatannya,” tegas Eddy.

    Kepala SMPN 10, Drs Yunadi kepada wartawan menjelaskan, pihaknya tidak mengetahui mengapa ada perbedaan antara hasil PSB di website dengan yang diumumkan di sekolah. “Tapi semua kami terima, baik itu yang lulus di pengumuman sekolah maupun yang lulus di website,” ujarnya.

    Pihak sekolah semula dijadwalkan mengambil hasil PSB, Senin, pukul 16.00 WIB di SMAN 1. “Seluruh kepala sekolah disuruh ke sana untuk mengambil hasil. Tapi, kami baru dapat hasil PSB itu sekitar pukul 21.30 WIB, sudah dalam bentuk print out kertas. Tidak berupa soft copy atau CD,” beber Yunadi.

    Print out kertas itu sudah diteken pejabat dari Disdikpora Palembang. Nah, kertas print out itulah yang mereka tempelkan pada papan pengumuman di sekolah. “Dengan kejadian ini, ada kemmungkinan terjadi penambahan satu lokal kelas baru. Sehingga semua ada delapan kelas yang diterima menjadi sembilan kelas,” cetusnya.

    Kecemasan dialami oleh para siswa dan orang tua yang tidak sempat mem-print out pengumuman PSB via website. Mereka khawatir tidak diterima karena tidak punya bukti otentik kelulusan anak mereka dalam kuota sekolah. Hal ini dialami Abuseman, orang tua dari Alfandi yang lulusan SDN 43 Talang Ratu. “Saya memang tidak sempat print hasil pengumuman internet . Jadi begitu tadi datang ke sekolah, sempat berkelit dan sekolah tidak mau menerima,” jelasnya.

    Akhiranya ia mendatangi Disdikpora Palembang dan meminta kejelasan nasib anaknya. “Saya minta nota dari Disdikpora. Dengan nota itu saya daftar ulang ke sekolah dan dilayani. Anak saya itu peringkat 270 dari kuota 295 di SMPN 19. Tapi malamnya waktu di cek lagi sudah berubah ke peringkat 304,” tuturnya.

    Segera Panggil Disdik

    Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Palembang, Agus Tridasa mngaku jika dalam waktu dekat akan segera memanggil Disdikpora. Pihaknya bakal menanyakan secara langsung kenapa kekacauan pengumuman hasill PSB bisa terjadi. “Apakah kerena faktor internal di Disdikpora atau sistemnnya,” ujar politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu. Yang jelas, pihaknya sangat menyayangkan terjadinya hal ini. Sebab, kekacauan itu, dapat merugikan kedua belah pihak baik siswa maupun Disdikpora. Bisa jadi ada siswa yang lulus, jadi tidak lulus.

    Mengenai kebijakan Disdikpora menerima siswa namanya dinyatakan lulus dalam pengumuman di internet dan di sekolah sehingga berdampak pada bertambahnya kuota di sekolah bersangkutan, jelas Agus hal itu boleh saja dilakukan. “Kalau bisa menjamin kualitas pendidikan tetap baik, kita izinkan tambah kuota, termasuk gelar pembelajaran pagi dan sore hari,” Tukasnya. (mg13/46)

    Sumatera Ekspres, Kamis, 14 Juli 2011.

    About Iwan Lemabang
    aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa. LEMABANG 2008

    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Connecting to %s