Duga Hasil PSB Curang.
13 July 2011 Leave a comment
PALEMBANG — Lebih dari 40 orang tua siswa mendatangi kantor Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Palembang, kemarin (12/7). Mereka datang bergelombang sejak pukul 13.00 WIB hingga sorenya 16.00 WIB. Sebagian mengajak serta anaknya, para orang tua itu memprotes perbedaan pengumuman hasil penerimaan siswa baru (PSB). “Di website internet yang kami buka, anak kami Renita ikut PSB dari SDN 182. Dia rangking 249 dari kuota 261. Waktu lihat pengumuman di sekolah (SMPN 10, red), namanya malah tidak ada. Peringkat itu justru diisi orang lain,” kata Alfian ayah Renita geram.
Hal yang sama dialami Puspita Mayang Sari yang juga mengikuti tes PSB untuk SMPN 10. Pelajar SDN 182 itu berada pada peringkat 237 dan seharusnya lulus karena masuk dalam kuota. “Ini kami bawa print waktu lihat lihat internet semalam, dio lulus. Jadi mana yang benar,” cetus Imiana ibunya Puspita.
Tampak anggota Sat Pol PP provinsi Sumsel bersama anaknya juga mendatangi Disdikpora Palembang. Anaknya tersebut saat dicek di internet peringkat 353 dalam PSB di SMPN 6. “Seharusnya dio masuk karena kuota di SMP itu 355. Sudah datangi sekolah di sana bukan mereka yang input data hasil PSB ini. Makanya kami datang ke sini,” bebernya.
Begitu pula Jon Karnedi. Ia sempat protes ke sekolah karena anaknya Bayu Maulana pada peringkat 240 dari kuota 246 di internet tiba-tiba tidak ada namanya pada pengumuman hasil PSB di salah satu SMP metropolis. “Pada peringkat itu, nama siswa lain. Kata guru di sana, yang salah internetnya. Kok bisa begitu ya,” imbuhnya.
Yang parah, Agnes, tes PSB di SMPN 3. Saat dicek di website namanya pada peringkat 55 dari 900 peserta. Namun, saat bersama ibuya, Siska mendatangi sekolah itu pagi kemarin, namanya malah tidak ada dalam daftar pengumuman yang lulus. “Namanya sudah diganti siswa lain bernama Fajar, yang peringkat 800-an,” keluh Siska.
Para orang tua siswa ini menduga ada indikasi kecurangan dan manipulasi dari kelulusan hasil PSB yang dilakukan oknum. Bahkan, sekitar pukul 15.00 WIB, datang kembali salah seorang orang tua siswa yang mengatakan, kalau website pengumuman hasil PSB www.diknaspalembang.net sudah diblokir. “Saya malam lalu itu cuma tulis tangan dan anak saya lululs karena masuk kuota yang diterima. Eh tadi siang setelah dari Disdikpora ini mau di-print rencananya, tapi sudah tidak bisa dibuka lagi. Katanya diblokir. Lalu setelah bisa dibuka, peringkat anak saya sudah berubah di luar kuota yang diterima. Ini ada apa, katanya mau transparan,” tuturnya berapi-api.
Dari sebagian besar orang tua yang hadir, problem perbedaan nama kelulusan via website dan pengumuman di sekolah terjadi pada SMPN 10, SMPN 52, SMPN 17, SMPN 6, SMPN 16, SPMN 14. Dan untuk SMA yakni SMAN 3. Pantauan koran ini, secara bertahap seluruh orang tua siswa yang mempertanyakan nasib anak mereka diterima Kabid SMP/SMA/SMK, Drs H Riza Fahmi di ruang kerjanya.
Ada yang perwira TNI/Polri, PNS Pemproc, dan Kota Palembang, pegawai bank, hingga rakyat biasa. Keluar dari sana, mereka mengatakan kalau hasil PSB yang diumumkan di internet adalah yang sah. “Katanya, yang di internet yang benar dan sah. Kalau tidak diterima sekolah, kita datangi lagi Disdikpora besok (hari ini, red),” ujar beberapa orang tua siswa sembari menunjukkan lembaran print hasil PSB via website yang ditandatangani pejabat bersangkutan.
Mewakili Kadisdikpora Palembang, Drs H Riza Fahmi yang menjabat Kabid SMP/SMP/SMK hanya memberikan penjelasan singkat. “Yang sah adalah hasil pada pengumuman di website. Mereka yang nama-namanya masuk dalam kuota seperti di internet itu dijamin masuk. Yang ditempel di sekolah itu tidak sah. Kami sudah menghubungi masing-masing. Soal website yang katanya diblokir, mungkin sedang hank. Sekarang sedang diperbaiki,” pungkasnya.
Terpisah, Kepala SMA Negeri 3 Palembang, Hj Napiah SPd MSi mengatakan, hasil tes PSB ia terima dari Disdikpora Kota Palembang sekitar pukul 19.00 WIB, Senin malam di SMAN 1 Palembang setelah melalui rapat dengan beberapa sekolah lain. “SMAN 3 Palembang menerima 256 siswa untuk delapan kelas, namun 26 sudah terisi oleh siswa jalur PMPA (penelusurat minat prestasi akademik) sehingga hanya 230 siswa diterima untuk jalur PSB,” ujarnya, kemarin (12/7) ketika ditemui di sekolahnya.
Menurut dia, pihak sekolah sama sekali tidak mengetahui mengenai hasil PSB tersebut. Hanya, untuk nomor ujian ditempel sehari sebelum tes oleh pihak sekolah. Mengenai soal, diterima panitia pelaksana dari Disdikpora pagi hari sebelum pelaksanaan tes. Setelah itu, baru koli soal dibuka di ruang guru untuk mengambil amplop soal ujian yang akan di serahkan ke panitia pengawas ruang, disaksikan pengawas dari Disdikpora. Lanjut dia, pengawas sistem silang dengan SMAN 15 Palembang. Selesai ujian LJU (Lembar Jawab Ujian) langsung dikumpul oleh pengawas ruang untuk dimasukan ke dalam plastik dan langsung di bawa ke Disdikpora.
“Berdasarkan data hasil PSB yang kita terima dari Disdikpora, kemudian di-copy menjadi empat rangkap (Disdikpora, panitia penerimaan di sekolah, arsip, dan untuk ngecek, red) setelah itu barulah pihak sekolah merangking 1 sampai 230 tanpa merubahnya sedikitpun sesuai dengan kuota dan perwali. Mengenai hasil yang berbeda antara internet dengan yang diumumkan silahkan cek saja,” kilahnya.
Pengumuman di SMAN 3 Palembang dilaksanakan pukul 09.00 WIB. Untuk rayon bagi siswa yang diterima, pengumuman diserahkan ke sekolah masing-masing. Sedangkan lintas rayon ditempel pada papan pengumuman. “Rayon ada 11 sekolah, terdiri dari empat SMP Negeri (SMPN 3, SMPN 19, SMPN 9, SMPN 10) lima SMP Swasta (Xaverius I, Muhammadiyah I, Methodist I, Yanitas, Karya Ibu, YPI Tunas Bangsa, Muhammadiyah 4) dan MTSN I,” tukasnya. (mg21/46)
Sumatera Ekspres, Rabu, 13 Juli 2011.








Komentar: