Butuh 900 Tenaga Bidan.


  • Agustus RS dan RS Terpadu KB Diresmikan
  • RYACUDU Kabar gembira bagi lulusan akademi kebidanan yang ada di Palembang. Rumah bersalin dan Rumah Sakit Kader Bangsa (RSKB), serta RS Terpadu Kader Bangsa setidaknya membutuhkan 900 tenaga bidan untuk ditempatkan di rumah sakit yang rencananya bakal diresmikan Agustus mendatang. “Kalau tidak ada halangan kita segera meresmikan RS dan rumah bersalin, dan pada saat yang bersamaan setidaknya kita juga membutuhkan sekitar 900 orang tenaga bidan. Meski begitu alumni UKB tetap yang menjadi prioritas utama, sebagian lagi untuk alumni dari universitas lain,” kata Ketua Yayasan Kader Bangsa, Dr Hj Irzanita di sela-sela pelatihan pemasangan KB IUD di Aula Kampus A UKB, Sabtu (9/7).

    Sementara itu, Humas Universitas Kader Bangsa (UKB) menjelaskan pembangunan rumah sakit yang akan diresmikan tersebut terdiri dari tiga lantai dengan kapasitas bed (tempat tidur) mencapai 30 buah. Yaitu, kelas 3 dengan 14 bed, kelas 2 dengan 8 bed, kelas 1 dengan 6 bad, “Untuk VIP yang disiapkan sebanyak 2 bed, dengan harapan bisa dimanfaatkan masyarakat dalam bidang kesehatan terutama yang berda di Jl Mataram, Kecamatan Kertapati (lokasi rumah sakit),” terangnya.

    Sedangkan pelayanan yang disiapkan bagi masyarakat yang akan berobat yaitu, poli umum, anak, kebidanan, keperawatan, gigi, rontgen, dan juga pelayanan KB. Selama ini di tempat yang ada sekarang belum ada fasilitas kesehatan yang memadai, sehingga masyarakat untuk berobat mengandalkan puskesmas. Jadi ini bisa menjadi solusi dan upaya penigkatan kesehatan masyarakat,” bebernya.

    Pelatihan alat KB IUD ini sebagai upaya pihaknya untik meningkatkan kemampuan para mahasiswa. Karena kemampuan penggunaan alat ini oleh para bidan harus disertai dengan sertifikat. “Secara tidak langsung ini sangat bermanfaat, apalagi mereka juga akan menjadi tenaga medis yang wajib mempelajarinya, terutama mereka yang akan memasang alat kontrasepsi ke ibu-ibu,” ulasnya.

    Bina Aquari, ketua panitia mengharapkan, agar dari pelatihan ini dapat lebih meningkatkan pengetahuan dan kemampuan para mahasiswa kebidanan, mengenai pemasangan alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR). Pelatihan sendiri diikuti 200 mahasiswa dan alumni UKB, yang nantinya akan mendapat sertifikat. “Selain untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa, pelatihan ini juga sebagai bentuk jalinan kerja sama antara mahasiswa program studi (Prodi) D3 dan D4 Kebidanan UKB dengan PT Andalan,” tutur Bina yang juga sebagai Ketua Prodi D3 Kebidanan UKB Palembang.

    Aji Maryono, supervesor PT Andalan mengungkapkan, hingga akhir Juni lalu, jumlah pengguna IUD di Sumsel mencapai angka 6.846 orang dan kebanyakan yang menggunakan IUG yaitu di masyarakat perkotaan. “Setiap tahun terus terjadi peningkatan 15-20 persen, sementara selama semester I yang menggunakan IUD di Sumsel mencapai 6.846 orang,” bebernya.

    Sementara itu, saat ditanya efek sampinng penggunaan IUD, dikatakannya tidak ada kecuali pada saat proses penyesuaian yaitu keluar menstruasi secara berlebihan, sebab tubuh menyesuaikan diri. (mg23)

    Sumatera Ekspres, Senin, 11 Juli 2011.

    About Iwan Lemabang
    aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa. LEMABANG 2008

    2 Responses to Butuh 900 Tenaga Bidan.

    1. Bunda Lidia says:

      alhamdulilah ya…. kabar gembira skali ini,, karena saya juga alumni kader bangsa brarti saya punya harapan untuk menjadi bagian dari rumah bersalin ini???

    2. NURUSSOLIHAT says:

      di tunggu infonya karena saya baru lulus D3 Kebidanan dan ingin mencari pengalaman sebanyak-banyaknya dalam bidang kebidanan. Terimakasih

    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Connecting to %s