Pemkot Perumnas Sepakat Bangun Apartemen Rakyat.
7 July 2011 Leave a comment
PALEMBANG, SRIPO — Pemkot Palembang dan Perum Perumnas melakukan penandatanganan kesepakatan (Memorandum of Understanding) merenovasi rumah susun (rusun) di kawasan 24 Ilir menjadi apartemen rakyat. MoU mencakup pembangunan apartemen, kawasan ekonomi terpadu di kawasan ini yang akan direalisasikan pada 2012. Kalau dihitung sejak dibangun 1987 lalu, Hak Guna Bangunan (HGB) rusun ini sudah habis masa berlakunya pada Agustus 2012. “Dulu sudah dilakukan MoU tapi sekarang perpanjang. Rencananya kita akan bangun yang lebih lengkap lagi dengan bekerjasama dengan Perumnas,” kata Wali Kota Palembang, Ir H Eddy Saantana Putra MT usai Penandatanganan MoU di Ruang Rapat Wali Kota Palembang, Rabu (6/7).
Eddy mengatakan Pemkot Palembang berniat meremajakan keberadaan rusun 24 Ilir yang diakui Eddy sudah usang. Kontruksi bangunan tower berlantai tiga ini sudah rapuh. Sudah tidak layak huni. Pemkot menyambut baik keinginan Perumnas merenovasi Rusun 24 Ilir ini. Eddy menegaskan tidak akan ada masyarakat yang dirugikan karena bagi pemilik bangunan (pemilik blok/kamar) yang resmi dan memiliki surat lengkap akan diberikan dua opsi yaitu tetap bersedia dibangun atau diganti rugi bila tidak bersedia lagi menempati blok/kamar . Sebaaliknya, bila penghuni blok/kamar hanya menyewa maka Pemkot juga memberikan solusi yaiu membantu biaya ganti rugi sewa. “Rencananya bangunan akan kita bangun baru lagi. Jika sekarang 3-4 lantai maka nanti bisa bisa dibangun sampai 20 lantai,” kata Eddy.
Berdasarkan informasi sementara, penghuni blok di Rusun 24 Ilir ini hampir 80 persen penyewa (kontrak). Pemkot lebih mudah untuk menyelesaikan persoalan pengosongan lokasi. Untuk pendataan (inventaris) tidak akan membutuhkan waktu lama karena melalui perangkat pemerintah mulai dari RT, Lurah dan Camat, pemilik blok/kamar yang resmi dan penyewa akan mudah terdeteksi.
Ditampung Sementara
Pemkot sudah menyediakan banyak alternatif tempat tinggal sementara bagi bagi pemilik Rusun yang akan direnovasi. Pemkot akan membangun rusunawa di lokasi belakang Kantor Camat Kertapati, di Talang Kelapa, di Ilir Barat dan Bukitkecil, serta beberapa lokasi llainnya. “Dalam waktu dekat kita akan ketemu dengan pemilik blok/kamar. Kita akan diskusikan dulu,” kata Eddy.
Ahmad (27) pemilik blok Rusun mengatakan orangtuanya sudah menempati Rusun 24 Ilir sejak tahun 80-an. Sehingga bila ada rencana penggusuran Ahmadd tidak setuju. “Ibu saya sudah lumpuh jadi bagaimana kami mau pindah ke tempat lain. Kami tidak punya tempat tinggal lain,” keluh Ahmad saat dimintai komentarnya, Rabu (6/7).
Ahmad mengaku sejak 2010 angsuran Rusun sudah dilunasinya. Selama 24 tahun tinggal bersama beberapa tetangga diakui Ahmad sudah menjadi darah daging.
Ujang (43) penghuni Rusun 24 Ilir pun mengaku cemas dengan rencana renovasi ini. Ujang tidak punya tempat tinggal lain selain di Rusun. Bila Pemkot merealisasikan renovasi, Ujang cemas tidak mendapat tempat tinggal. Namun ketika disebutkan bahwa Pemkot tidak akan menggusur, Ujang pun pilih enggan berkomentar lagi. (saf)
Sriwijaya Post, Kamis, 7 Juli 2011.
Pemkot Realisasikan 7 tower Rusunawa
PALEMBANG, SRIPO — Rencana Pemkot Palembang yang akan membangun perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) akan segera direalisasikan. Tujuh tower rusunawa diperuntukkan MBR yang belum mempunyai tempat tinggal. “Untuk tahap awal Pemerintah Palembang melalui Kementerian PU Dirjen Cipta Karya akan membangun di kawasan Kertapati yang akan dibangun sekitar tiga tower,” kata Kabid Perumahan Dinas PU Cipta Karya Palembang, Yulisnadah, Rabu (6/7).
Yulis mengatakan pembangunan akan segera dimulai September mendatang dengan masing-masing tower berjumlah 96 unit dengan tipe 24. Masing-masing tower membutuhkan biaya Rp 13 miliar. Selain di Kertapati pihaknya juga akan membangun di beberapa tempat lain di antaranya, di Kelurahan Ogan Baru 2 tower dan di Kelurahan Panca Usaha 2 tower. Khusus di belakang Kecamatan Kertapati sudah disiapkan tanah seluas 7 hektare. Dana pembangunan diperoleh dari Kementerian PU Dirjen Cipta Karya sebesar Rp 39 miliar untuk pembangunan tiga tower. Selain itu akan dibangun di kawasan Ogan Baru dab Panca Usaha.
Pemerintah juga akan membangun kompleks perumahan bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Untuk lokasi pembangunan ini diambil dari lahan bekas TPA Alang-Alang Lebar (AAL) seluas 4,5 hektare yang akan dibangun 5 tower. Pemerintah menganggarkan dana APBN melalui Kementerian Perumahan Rakyat (Menpera) yang akan dimulai pembangunannya tahun depan dan diperkirakan menelan biaya Rp 50 miliar. (saf)
Sriwijaya Post, Kamis, 7 Juli 2011.








Komentar: