Bergabung, Razia Perairan


Kominda Rakor Antisipasi Teror-Radikalisme

RAZIA Petugas gabungan Dishub Palembang dan Banyuasin meminta speedboat berhenti melaju agar bisa diperiksa surat kelengkapan kapalnya. Razia berlangsung kemarin (21/6) di perairan Sungai Lais, Perbatasan Palembang-Banyuasin

http://lemabang.files.wordpress.com/2011/06/met2-2.jpg?w=630
Photo By: Sumeks.co.id

PALEMBANG Petugas dari Dinas Perhubungan (Dishub) Palembang dan Dishub Kabupaten Banyuasin menggelar razia gabungan di wilayah perairan. Lokasinya di kawasan Sungai Lais, perbatasan Palembang-Banyuasin. Razia ini dilakukan untuk mengecek surat kelengkapan kapal yang beroperasional melintas Sungai Musi dan termasuk fasilitas life jacket (jaket keselamatan). “Secara otomatis, razia ini juga bentuk antisipasi masuknya barang-barang berbahaya yang dapat meledak seperti kejadian di Lubuklinggau,” ujar Said Albar, Kepala Bidang (Kabid) Angkutan Sungai, Danau, dab Penyeberangan (ASDP) dan Perhubungan Laut (Hubla) Dishub Palembang, kemarin (21/6).

Dalam razia itu tidak ditemukan pelanggaran terhadap barang bawaan para penumpang. “Bila ditemukan hal-hal yang kesannya berbahaya, maka langsung kita koordinasi dengan aparat kepolisian (Polair, red),” jelasnya. Ada 27 kapal yang terjaring razia. Rinciannya, 11 kapal dari Banyuasin mengarah ke Palembang dan 16 sisanya arah Palembang ke Banyuasin. “Jumlah pelanggaran setiap kapal beragam. Terbanyak karena tak dilengkapi life jacket,” ungkap Said. Sembilan unit kapal tanpa sertifikat kesempurnaan kapal.

Yang tidak punya surat keterangan kecakapan (SKK) sebanyak delapan unit, tidak memiliki herregistrasi (pendaftaran kelengkapan kapal) tujuh unit, tidak memiliki surat ukur tiga kapal, tidak dilengkapi life jacket sebanyak 15 kapal, navigasi tidak lengkap 11 kapal, tanpa tabung pemadam kebakaran 11 kapal dan tidak membayar premi asuransi ada 11 kapal. Razia yang dilakukan tersebut merupakan tindak lanjut nota kesepahaman Pemkot Palembang bersama Pemkab Banyuasin 25 Februari lalu. “Atas perjanjian itu, kita melaksanakan razia di darat dan di sungai. Razia angkutan jalan sudah dilakukan beberapa waktu lalu di Alang-Alang Lebar (AAL),” bebernya.

Kata Said, razia gabungan seperti ini akan terus menerus dilaksanakan. Waktunya akan ditentukan berdasarkan berdasarkan koordinasi bersama. Sedang lokasinya berpindah-pindah. Diungkapkan Said, pelaksanaan tersebut bertujuan untuk penertiban angkutan sungai. Sehingga semua kapal pada akhirnya mematuhi aturan dan ketentuan yang ditetapkan dalam UU No 17 tentang pelayaran. Selain itu, razia sebagai upaya untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan di wilayah sungai. Dalam perda yang saat ini sedang dibahas, akan mewajibkan setiap kapal untuk memiliki life jacket. Tujuannya, ketika terjadi hal yang tak diinginkan, maka kondisi penumpang bisa terselamatkan. “Jadi, life jacket ini sama sama seperti helm pengendara motor. Untuk life jacket ini, masih sebatas sosialisasi,” bebernya.

Menurutnya, jumlah life jacket itu harus sesuai dengan kapasitas angkutan kapal ditambah 10 persen untuk cadangan. Untuk ke-27 kapal yang terjaring razia tersebut, pihaknya memberikan sanksi kepada sopirnya. Di dalam aturan, denda setinggi-tingginya mencapai Rp 50 juta. “Namun, bila mereka menyelesaikan kelengkapan surat yang dilanggar dalam waktu tertentu, maka dendanya hanya dua persen dari nilai tersebut, jelas Said.

Ditambahkannya, untuk pengurusan surat-surat tersebut tergantung dimana kapal beroperasional. Bila kapal dibawah 7 GT, maka pengurusnya bisa dilakukan di Dishub wilayah setempat. Sedangkan di atas 7 GT, pengurusannya dilakukan di tingkat provinsi.

Terpisah Badan Kesbangpol Linmas Sumsel menggelar rapat koordinasi (rakor) Komunitas Intelejen Daerah (Kominda) se-Sumsel. Rakor dilaksanakan di Hotel Swarna Dwipa Palembang, sejak 20 Juni dan berakhir kemarin. Sebelumnya, pembukaan rakor dilaksanakan di Griya Agung, dihadiri Asisten I Pemprov, H Mukti Sulaiman SH MHum. Rakor diikuti 50 peserta dari 15 kabupaten/kota. “Kita harus mengantisipasi aksi terorisme dan radikalisme agar tidak masuk dan menyebar di Sumsel,” jelas Mukti. Jelang SEA Games, penting menjaga keamanan wilayah. Ini juga dalam upaya meningkatkan investasi dari luar. Beragam upaya dilakukan, salah satunya dengan dialog dan pendekatan persuasif.

Kaban Kesbangpol Limnas Sumsel, Ikhwanuddin menambahkan, rakor ini dalam rangka mengoptimalisasikan peran intelegen daerah. Khususnya untuk menyukseskan pelaksanaan SEA Games November mendatang. “Dengan rakor, kita meningkatkan koordinasi dan konsolidasi antar anggota Kominda,” tuturnya. Rakor menghadirkan narasumber dari Kementerian Dalam Negeri, Kodam II/Swj, dan juga Polda Sumsel. (mg44/46)

Sumatera Ekspres, Rabu, 22 Juni 2011.

About Iwan Lemabang
aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa. LEMABANG 2008

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s