Tiga Venues Pakai APBD.
18 June 2011 Leave a comment
Pemprov Telusuri Aset 9 SKPD Senilai Rp 315 M
PALEMBANG — Jajaran Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menggelar rapat pembahasan perubahan APBD tahun anggaran 2011. Rapat berlangsung di ruang Bina Praja, kemarin (16/6), dipimpin Kepala Bappeda, Ir Yohanes H Toruan.
Hadir para kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dan staf masing-masing. Usai rapat, Yohanes mengatakan, pertemuan tersebut intinya penajaman terhadap proses APBD Perubahan (APBD-P) Sumsel 2011. “Ini kesempatan SKPD melakukan pembahasan secara mendalam. Memastikan apa yang belum ada dan telah dicapai serta melakukan upaya efisiensi penggunaan anggaran,” jelasnya. Termasuk memastikan peran SKPD dalam upaya menyukseskan pelaksanaan SEA Games XXVI 2011.
Ia mencontohkan, Disbudpar Sumsel yang akan mengadakan panggung hiburan terbuka di kawasan Jakabaring untuk menghibur peserta SEA Games. Diperlukan efisiensi dari kegiatan lain agar program ini dapat dilaksanakan. “Alokasi untuk perubahan anggaran tahun ini tersedia dana sekitar Rp 500 miliar lebih,” kata Yohanes.
Dalam pembahasan APBD-P itu, Pemprov juga memastikan kewajiban anggaran seperti TPP, gaji dan lainnya. Ditambahkan Yohanes, pada APBD-P ini juga dirasa perlu untuk menyediakan anggaran untuk dana tambahan tiga venues dan meubeler wisma atlet. Sejak awal, Sumsel sudah mengajukan data tambahan Rp 250 miliar ini kepada pusat. “Kita tunggu pusat, tapi belum jelas. Makanya kita anggarkan dulu dalam anggaran perubahan ini. Kalau nanti cair, tinggal kita alihkan. Yang dianggarkan ini bisa untuk jaga-jaga, atau bisa pula kita gunakan nanti. Tapi, kalau dari pusat nanti turun, kita tukar saja,” bebernya.<br /
Sementara, dari Karo Keuangan dan Aset Pemprov Sumsel, Laonma Pn Tobing SE mengatakan, dalam rapat itu dibahas seputar inventarisasi aset. Dari 39 SKPD, tersisa 9 SKPD lagi yang inventarisasi asetnya belum kelar. “Harus dirinci aset di nerasanya. Nah, untuk merinci itulah yang belum selesai. Cuma 9 SKPD saja,” katanya.
Penyelesaian inventarisasi aset 9 SKPD itu ditenggat selesai akhir Juni ini. Hingga akhir 2010, aset tetap Pemprov Sumsel mencapai Rp 11,7 triliun. “Hasil audit BPK, ada Rp 1,7 triliun yang belum bisa dirinci. Apa dan dari SKPD mana aset tersebut,” jelas Laonma.
Namun, hingga proses yang berjalan Rabu sore (15/6), tersisa Rp 315 miliar lagi aset tetap Pempro yang belum clear apa dan darimananya. Jumlah itulah yang ada pada 9 SKPD tersebut. Di antaranya pada Dinas Kesehatan, Sosial dan Sekretariat DPRD Sumsel. “Aset tetap kita berupa tanah, bangunan, jalan, jembatan, mobil dan lainnya. Tapi itu belum termasuk venues SEA Games baru yang sedang dibangun di Jakabaring sekarang,” tuturnya.
Kalau itu ditambahkan, dipastikan aset tetap pemprov semakin bertambah bannyak. Pastinya, aset pemprov bertambah tiap tahunnya. Salah satunya bergantung belanja modal yang mencapai Rp 1 triliunan. Sebelumnya, Kepala Dinas PU Cipta Karya Provinsi Sumsel, Ir H Rizal Abdullah Dipl MT mengatakan, pihaknya memang akan memintakan dana tambahan di APBD-P 2011 ini. Meski tak mau menyebutkan jumlahnya, namunn dana itu digunakan untuk infrastruktur tiga venues SEA Games yang sejak pertengahan pembangunan diketahui membutuhkan tambahan anggaran.
Hanya saja, belum lama ini anggota DPRD Sumsel, MF Ridho dinyatakan kalau anggaran yang diperlukan sebagai konsekuensi mengamankan SEA Games informasinya sekitar Rp 450 miliar. “Sampai saat ini, pengajuan dana tambahan dari Sumsel kepada pemerintah pusat kan belum pasti bisa cair atau tidak. Mau tidak mau, sebagai tuan rumah kita harus menganggarkannya karena ini konsekuensinya,” tukasnya. Dana itu kemungkinan akan diambil dari Silpa 2010 yang mencapai Rp 550 miliar. (46)
Sumatera Ekpres, Jumat, 17 Juni 2011.








Komentar: