47 KK Kehilangan Tempat Tinggal.


Terbakar: Api yang membakar rumah di kawasan padat penduduk di Jl Prajurit Nangyu, Lr Pabrik, RT 05B/02, Kelurahan 3-4 Ulu, Kecamatan SU I, Palembang, kemarin (17/6), menghanguskan sekitar 18 rumah dan bedeng serta satu mushalla

http://lemabang.files.wordpress.com/2011/06/bu180611.jpg?w=630
Photo By: Sumeks.co.id

PALEMBANG Kebakaran hebat kembali terjadi di kawasan padat penduduk kota metropolis Palembang. Sebelumnya, si jago merah Senin (13/6), sekitar pukul 03.00 WIB, di Jl Radial, Lr Dahlia I, II, III, Kelurahan 24 Ilir, Kecamatan Bukit Kecil yang menghanguskan 20-an rumah. Nah, kemarin (17/6) sekitar pukul 10.00 WIB, tragedi serupa terjadi di Jl Prajurit Nangyu, Lr Pabrik, RT 05B/02, Kelurahan 3-4 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu (SU) I, Palembang. Sekitar18 rumah dan bedeng serta satu mushala dilalap si jago merah yang baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 12.15 WIIB.

Petugas PBK mengerahkan 10 unit mobil dan satu unit PBK dari Sungai Musi. Tak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Menurut Lurah 3-4 Ulu, M Akmal, diperkirakan 47 kepala keluarga (KK) dan 122 jiwa kehilangan tempat tinggal. “Sementara ini, kerugian belum bisa ditaksir,” kata Akmal di sela-sela mengevakuasi korban kebakaran ke tempat yang lebih aman. Soal penyebab kebakaran, di lapangan berkembang dua versi. Yakni, akibat konsleting atau arus pendek listrik. Ada juga yang menyebut kompor meledak lantaran lupa dimatikan warga. “Kita belum tahu pasti penyebabnya, yang jelas pihak kepolisian sudah turun.”

Berdasarkan data sementara yang dihimpun dari warga setempat, rumah dan bedeng yang terbakar itu milik H Syamsul, Nazmi, Tajudin, Erfendi (dua rumah), dan Asmuni. Lalu Zulkarnain, Najemi, Jumhur, Hasbulah, Asnadi, Alawi, Najmudin, Bakarudin, Yulia, dan Abu Bakar. Bahkan rummah yang ditempati ketua RT 05 B, Zulkifli juga ludes. Para korban kebakaran hanya mampu menyelamatkan pakaian di badan, sementara sebagian besar barang berharga lainnya ikut hangus. Warga yang menjadi korban diungsikan ke beberapa rumah warga dan keluarga terdekat.

Kapolresta Palembang, Kombes Pol Drs Agus Sulistiyono MSi, melalui Kpolsekta SU I Kompol Richard B Pakpahan SIk, mengatakan, pihaknya masih menyelidiki asal api yang menghanguskan rumah warga di pinggir Sungai Musi itu. “Api berasal dari rumah milik Syamsul. Dugaan sementara akibat arus pendek, tapi penyebab pastinya masih diselidiki. Sebagian korban mengungsi ke beberapa rumah warga lainnya dan keluarga terdekat,” kata Richard saat berada di lokasi kejadian kemarin.

Untuk itu, penyelidikan kasus menunggu hasil uji laboratorium forensik. Hasil uji yang di lakukan Unit Labfor Cabang Palembang akan diketahui penyebab kebakaran itu. “Nanti akan ada olah TKP oleh Unit Labfor Cabang Palembang,” ujar Richard.

Pantauan Sumatera Ekspres, kejadian itu membuat panik warga setempat. Mereka berbondong-bondong menyelamatkan sejumlah barang dari amukan api. Warga dibantu satu unit kapal pemadam kebakaran dan sepuluh unit mobil pemadam kebakaran dari Dinas Penanggulangan Bahaya Kebakaran (PBK) Kota Palembang berusaha memadamkan api. Petugas kesulitan memadamkan api karena lokasi kebakaran sulit dijangkau dan kawasan padat penduduk. Kobaran api baru dapat dipadamkan sekitar pukul 12.30 WIB. Informasi yang dihimpun dari warga, asal api dari rumah yang ditempati H Syamsul. Rumah itu dalam keadaan kosong ditnggal penghuninya. Warga melihat api sudah membesar dan membakar rumah yang terbuat dari papan tersebut. “Awalnya ada asap hitam dan baru tampak kobaran api dari rumah Pak Syamsul,” kata Adam (55).

Mira (35) warga lainnya menuturkan, saat kejadian dirinya sedang mandi di Sungai Musi. Ketika itu api sudah membesar membakar rumah Syamsul di lantai dua. “Saya langsung menyelamatkan anak dan tak ada barang yang bisa diselamatkan. kecuali yang melekat di badan ini,” kata Mira yang juga menempati bedeng milik H Syamsul. Kepanikan juga menimpa Ketua RT 5B, Zulkifli. Sebab, rumahnya berada di bawah rumah milik H Syamsul juga ikut terbakar. “Saya tadi sedang ke kantor kecamatan. Lagi mengurus KTP dan KK milik warga. Sewaktu dikabari ternyata rumah yang saya tempati sudah terbakar. Saya hanya berpikir bagaimana anak dan istri selamat. Kami belum tahu penyebab kebakaran itu,” ujar Zulkifli yang masih kelihatan pascakejadian itu.

Ali, salah seorang korban mengaku api berasal dari rumah panggung yang ada di sekitar kebakaran. Sepuluh menit kemudian api membesar dan menghanguskan sebagian rumah milik warga. Sempat mengecil sekitar pukul 11.15 WIB, namun karena angin cukup kuat akhirnya api kembali membesar. “Kita tahu saat warga mulai berteriak, sebab pagi itu (kemarin, red) warga sedang sibuk bekerja di luar. Sementara yang berhasil kita selamatkan, cuma baju di badan. Kalau barang elektronik dan surat-surat berharga hangus,” bebernya.

Dia berharap bantuandari pemerintah. “Paling tidak kita bisa mengurus surat-surat berharga yang sempat terbakar. Sekaligus juga bahan makanan dan bangunan bagi masyarakat yang memang sangat membutuhkan,” terangnya.

M Thabrani Rizki, camat Seberang Ulu I berjanji akan mengurus surat-surat berharga yang hilang saat kebakkaran ini. Apalagi data tersebut sangat penting untuk kelanjutan masa depan korban kebakaran ini. “Kita siap membantu warga tersebut, sehingga mereka bisa kembali mengurus surat-surat berharga yang hilang ataupun hangus terbakar saat kebakaran ini,” jelasnya.

Sementara untuk posko kesehatan pengungsi, dikatakannya akan disiapkan untuk masa tanggap bencana dan pemulihan pascabencana. “Untuk tahap awal, posko kesehatan dan posko bantuan korban kebakaran kita dirikan sekitar dua minggu,” terangnya.

Pascakebakaran, sekitar pukul 13.30 WIB, Wakil Wali Kota Palembang, H Romi herton SH MH secara simbolis menyerahkan bantuan dana stimulan bagi korban kebakaran. Yaitu, uang sebesar Rp 1 juta /KK serta beras sebanyak 1 karung ukuran 20kg /KK. “Ini baru tahap awal, Insya Allah kita kembali menyalurkan bantuan bagi korban kebakaran ini,” tegasnya.

Namun demikian, dirinya berharap agar masyarakat yang menjadi korban kebakaran untuk lebih sabar dan tabah menghadapi cobaan ini. Dan yakinnlah, Pemerintah Kota Palembang tidak akan lepas tangan untuk memperhatikan kondisi masyarakat yang menjadi korban kebakaran. “Kita akan terus memantau kondisi masyarakat, sehingga masyarakat akan selalu diperhatikan masyarakat,” tutupnya.

Gubernur Ir H Alex Noerdin melalui Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumsel, Yulizar Dinoto memberikan bantuan kebakaran di Lorong Prajurit Nangyu, RT 05, Kelurahan 3/4 Ulu, Kecamatan SU I. Bantuan diserahkan Kepala BPBD Sumsel didampingi Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumsel, Hj Ratnawati, Koordinator Tagana Sumsel, HM Sumarwan, kemarin.

Bantuan berupa 50 paket makanan siap saji, 48 bungkus minyak goreng, 144 botol sambal, 144 botol kecap, 180 kaleng sarden, 50 selimut, pakaian SD untuk anak laki-laki 25 stel, pakaian SD untuk anak perempuan 25 stel, family kit berisi popok, handuk, pembalut wanita, dan juga terpal. Bantuan di terima langsung Lurah 3/4 Ulu, M Akmal SH MH. (mg19/mg23)

Sumatera Ekspres, Sabtu, 18 Juni 2011.

About Iwan Lemabang
aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa. LEMABANG 2008

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s