Macet Makin Parah.
14 June 2011 Leave a comment
Timbunan Tidak Padat, Ban Fuso Terbenam
MACET
Fuso pengangkut teh gelas yang terperosok ke dalam galian pelebaran Jalan Kol H Barlian menyebabkan kemacetan panjang dari depan Korem hingga Jl Sulaiman Amin selama kurang lebih 6 jam mulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB, kemarin.

PALEMBANG — Kemacetan di sepanjang ruas Jl Kol H Barlian , tepatnya dari depan Korem hingga Jl Sulaiman Amin, hingga depan diskotik Darma Agung, kemarin (13/6) tak terhindarkan. Penyebabnya, fuso nomor polisi BE 9398 AO dengan sopir Herman (35) warga Km 5 yang mengangkut teh gelas terperosok ke dalam galian pelebaran jalan. Insiden tersebut terjadi dari pukul 09.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB. Tak pelak, kendaraan pribadi maupn umum harus merayap. “Ngapo macet terus Kol Barlian ini. Dak biso cepet ke bandara kalu cak ini terus,” gerutu seorang ibu sembari membuka kaca mobilnya saat melintas di depan RS Ernaldi Bahar kemarin.
Bunyi klakson mobil kerap terdengar. Hanya kendaraan bermotor yang bisa menyalip di antara antrean kendaraan roda empat. Sebetulnya, pemandangan seperti ini bukan terjadi kemarin saja. Sebelum-sebelumnya pernah. Intinya, begitu ada kendaraan mogok dipastikan terjadi macet. Lantaran, ruang jalan memang sangat sempit. Apalagi, pengerjaan pelebaran masih berlangsung.
kepala SNVT Pelaksanaan Jalan Metropolitan Palembang, Ir H Aidil Fiqri MT tadi malam mengatakan, saat ini proses pengerjaan proyek pelebaran jalan baru sekitar 12 persen. Lambannya pengerjaan disebabkan problem lama yakni belum kelarnya pemindahan utilitas. “Hingga sekarang utilitas PDAM dan kabel Telkom belum selesai dipindahkan,” ujarnya dihubungi, kemarin malam. Pihaknya sendiri telah berulang kali berkoordinasi dengan pihak terkait agar mempercepat proses pemindahan utilitas.
Bahkan, desakan pun sudah disampaikan. “Tapi sampai sekarang belum juga kelar,” keluhnya. Mengenai faktor cuaca, sambung Aidil, hal tersebut tidak menjadi suatu alasan atau kendala lambannya proses pengerjaan. “Biasa kalau hujan itu, setiap tahun juga hujan. Jadi itu tidak jadi alasan. Kecuali memang lokasi banjir atau tergenang, bisa saja menghambat pekerjaan,” tukasnya.
Dengan PDAM, koordinasi yang terjalin sudah bagus. Namun, untuk kabel Telkom, adayang mengganggu proses pelebaran dengan alasan tidak dapat dipindahkan. Pada sejumlah titik rawan banjir, terpaksa dilakukan pengecoran pada ruas jalan yanng dilebarkan.
Diakuinya, proyek ini memang cukup banyak menuai keluhan dari masyarakat. Mulai dari tanah numpuk di pinggir jalan hingga ke aspal yang pada akhirnya menyebabkan macet. Belum lagi problem pemindahan utilitas dan lainnya. “Kalau masyarakat yang protes wajar, karena memang tidak boleh terlalu banyak mengorbankan kepentingan mereka. Tapi ini semua pada akhirnya demi meningkatkan kenyamanan masyarakat juga,” pungkas Aidil.
Untuk diketahui, kontraktor yang mengerjakan pelebaran Jl Kol H Barlian (sebelah kiri dari arah Km 5) PT Dwi Perkasa Mandiri, nilai kontraknya Rp 27.639.245.000. sedang pelaksana di sebelah kanan PT Mekarjaya Abadipratama dengan nilai kontrak Rp 27.133.969.000 (mg1346)
Sumatera Ekspres, Selasa, 14 Juni 2011.








Komentar: