147 Jiwa Kehilangan Tempat Tinggal.




Api membakar pemukiman padat penduduk di Jl HM Dhany Effendy (Jl Radial), Lr Dahlia I, II, III, Kelurahan ,24 Ilir, Kecamatan Bukit Kecil, sekitar pukul 03.00 WIB, kemarin. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, tapi sebanyak 37 kepala keluarga kehilangan tempat tinggal.

PALEMBANG Kebakaran hebat kembali terjadi di kota metropolis Palembang, dinihari pukul 03.00 WIB, Senin (13/6). Kali ini kebakaran terjadi di kawasan padat penduduk, Jl Radial, Lr Dahlia I, II, III, Kelurahan 24 Ilir, Kecamatan Bukit Kecil . Tak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Hanya, 20-an rumah termasuk bedeng milik masyarakat dengan penghuni sekitar 37 kepala keluarga (KK) hangus terbakar. Mereka terpaksa kehilangan tempat tinggal. Para korban kebakaran hanya mampu menyelamatkan pakaian di badan, sementara sebagian besar barang berharga lainnya ikut hangus. Akibat kebakaran tersebut, sekitar 147 jiwa kehilangan tempat tinggal dan mengungsi ke kawasan ruko kosong di Jl Radial.

Bagaimana kejadiannya? Informasi yang dihimpun Sumatera Ekspres, diduga api berasal bekas membakar sampah dari depan rumah Yahya alias Wak Anang (86), warga Lr Dahlia II, RT 20/05, Kelurahan 24 Ilir, Bukit Kecil. Api yang awalnya kecil itu, lantas menyambar rumah Wak Anang yang berukuran 3×4 meter persegi. Dengan cepat merambat ke rumah-rumah warga yang berada di tiga lorong itu. Menurut saksi, Mat Zen (46), warga yang rumahnya berhadapan dengan rumah Wak Anang, saat api membakar rumah Wak Anang, dirinya berteriak memberitahukan warga. Namun diduga lantaran rumah-rumah di kawasan tersebut terbuat dari kayu, api dengan mudah merambat. “Aku dak tahu penyebabnya, tapi tahu-tahu api sudah bakar rumah wak itu. Jadi langsung ngasih tahu warga yang lain,” ujar Mat.

Lantas, warga langsung menghubungi petugas Mapolsekta dan pemadam kebakaran. Warga juga bahu membahu mencoba memadamkan api dengan peralatan seadanya menggunakan air dari DAM yang berada di ujung lorong. Namun sekitar dua jam warga berjuang, api baru bisa jinak setelah sedikitnya 12 unit mobil PBK Kota Palembang dikerahkan. api dapat dipadamkan sekitar pukul 05.00 WIB, namun rumah di tiga lorong yang diapit ruko-ruko tersebut hangus terbakar.

Siang hari, di lokasi kejadian sudah berdiri posko PMI untuk mengobati para warga yang mengalami luka-luka. sedikitnya lima warga yang mengalami luka-luka akibat terkena runtuhan kayu rumah saat berusaha memadamkankan api. Juga terdapat seorang ibu hamil tujuh bulan yang shock saat kejadian kebakaran. Wanita yang diketahui bernama Sri Wati (43) itu sempat dilarikan ke Rumah Sakit Islam Siti Khadijah. Namun, ia memilih rawat jalan. Korban kebakaran langsung didata. Wakil Wali Kota Palembang Romi Herton juga telah mengecek langsung lokasi kebakaran. Menurut Kapolresta Palembang Kombes Pol Drs Agus Sulistiyono MSi melalui Kapolsek IB I Kompol Tulus Sinaga SIk didampingi Kanit Reskrim Ipda Iwan Gunawan SH, pihaknya sudah olah tempat kejadian perkara dan menggali keterangan para saksi. “Wak Anang telah diamankan di Mapolsek IB I untuk dimintai keterangan. diduga api berasal dari salah satu rumah warga. Sementara penyebab kebakaran diduga dari hasil pembakaran sampah yang belum padam,” ujar Kapolsek.

Terpisah, Wak Anang saat dimintai keterangannya di Mapolsek mengaku kalau api berawal dari rumahnya. “Aku bakar sampah itu sore hari dan sekitar jam sembilan malam sudah kupadamke waktu nak tiduk. Subuhnya dengar orang teriak kalau rumah aku terbakar,” ujar Wak Anang yang tinggal sendirian di rumahnya itu.

Lanjutnya, peristiwa kebakaran ini merupakan kali kedua. Sebelumnya saat ia berada di kawasan Cinde, Lr Budi di tahun 1981 rumahnya mengalami kebakaran. Hingga akhirnya dia pindah ke Lr Dahlia. Dan setelah lebih dari 20 tahun menempati rumah tersebut, Wak Anang yang dahulunya sebagai buruh lepas PLN itu kembali kehilangan rumah akibat kebakaran. “Aku memang ada firasat beberapa hari ini. Aku tekenang dengan bibi kau (istri Wak Anang, red). Bibi kau sudah meninggal tahun 2007, jadi tiap malam aku merenung inget bibi kau. Bibi kau tu dulunya jualan kemplang bakar,” ujar Wak Anang yang kesehariannya menjadi tukang parkir di kawasan Jl Radial.

Memang sejak kehilangan istri keduanya lantaran meninggal, Wak Anang memilih tinggal sendirian. Pendapatannya sebagai juru parkir Rp 20 ribu per hari. “Anak aku ada empat dari isri pertama. Tapi aku dak galak tinggal dengan mereka, biar aku tinggal dewekan bae karena aku dak mau nyusahi anak,” ujar Wak Anang lagi.

Ati Gustina (48) guru SD, warga Lr Dahlia II juga shock akibat peristiwa kebakaran tersebut. Janda empat anak yang baru ditinggal suami sejak lima bulan lalu itu sedih karena rumah serta harta bendanya ludes terbakar. Setidaknya lima suku emas dan barang-barang berharga di rumah dengan kerugian sekitr Rp 100 juta ludes terbakar. “Anak aku Tri Ramadanti lagi kuliah di Layo jurusan Teknik Elektro tingkat akhir. Harta itu rencananya untuk modal tamat kuliah dio. Tapi waktu kebakaran dak sempat lagi nyelametkenyo. Anak aku jugo dak sempat nyelametke data-data untuk skripsinyo,” jelas Ati Gustina.

Selain itu belasan penjual gorengan yang tinggal bersama Bram (46), salah satu warga Lr Dahlia II juga terpaksa mengungsi dan belum dapat berjualan. Para penjual gorengan yang rata-rata perantau asal Pulau Jawa itu hanya mampu menyelamatkan gerobak gorengannya saat terjadi peristiwa kebakaran. “Kami itu lagi ngadon molen, motong pisang dan misahke tahu ke gerobak-gerobak. Tahu-tahu dengar teriakan kebakaran. Jadi kami langsung menyelamatkan gerobak dulu dan dak sempat nyelametke barang lain. Karena agi kami gerobak ini penting biar kami bisa jualan lagi,” ujar Firman (24) penjual gorengan perantau asal Cirebon sejak sembilan tahun silam.

Wakil Wali Kota (Wawako) Palembang, H Romi Herton, kemarin meninjau lokasi dan korban kebakaran. Tak hanya menyalurkan bantuan, ia juga menjamin pelayanan gratis pembuatan surat-surat penting yang meliputi KTP, KK dan kartu penting lainnya. “Akan diberi kemudahan bagi korban kebakaran dalam pengurusan surat–surat pentingnya. Pada tannggal 15 Juni nanti, serentak bagi korban kebakaran akan kita gratiskan pembuatan surat-surat seperti sertifikat tanah, ijazah, Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK) dan kartu penting lainnya yang tidak terselamatkan saat peristiwa kebakaran terjadi,” ungkap Wawakp Romi.

Pemkot Palembang memberikan bantuan Rp 1 juta per kepala keluarga (KK). Termasuk bantuan sembako, peralatan masak, seragam sekolah serta selimut. “Bantuan yang diberikan diperuntukkan sesuai dengan jumlah korban kebakaran.”

Berdasarkan pendataan oleh ketua RT maupun pemuka agama setempat, ada 39 KK atau 10 sampai 13 rumah yang terbakar. Dan dihuni berkisar 165 jiwa. “Semua kita beri bantuan,” imbuh Romi didampingi pejabat pemkot lainnya. Dia mengharapkan serta mengimbau kepada masyarakat agar mewaspadai musim peralihan saat ini yakni dari kemarau ke penghujan. Pasalnya di musim peralihan ini, sangat rentan terjadi kebakaran. (mg37/mg27)

Sumatera Ekspres, Selasa, 14 Juni 2011.

About Iwan Lemabang
aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa. LEMABANG 2008

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s