Melihat Terminal AAL, Terminal Terbaik 2011.


Jalur Khusus, Dibersihkan Tiga Kali Sehari

Oleh: Ramadian Evrin — Palembang

Tahun ini Metropolis mendapatkan penghargaan plakat terminal terbaik. Penilaian tim dilakukan dengan memantau terminal Alang-Alang Lebar (AAL). Apa saja keunggulan terminal tersebut?

KEMARIN siang, lalu lintas d Jl Bypas AAL terlihat cukup ramai. Sejumlah kendaraan baik itu mobil pribadi, umum dan truk besar perusahaan melintas di jalan yang masuk dalam jalur lintas timur tersebut. Sesekali juga terlihat kendaraan roda dua yang melaju dengan kecepatan cukup tinggi. memang jalan di kawasan itu, “licin dan mulus” membuat para pengendara tergoda untuk mengegas kencang-kencang laju kendaraannya.

Tengah asyik memperhatikan ramainya lalu lintas, di bagian kanan jalan dari arah simpang Jl Palembang – Betung menuju Jl Soekarno Hatta, terlihat sejumlah petugas Dishub yang sibuk mondar-mandir menghampiri kendaraan yang hendak masuk terminal. Karena berdiri di kawasan Alang-Alang Lebar, maka terminal tersebut dinamakan terminal Alang-Alang Lebar. Kebetulan, saat koran ini berkunjung Kepala Terminal AAL, Robert Hutapea sedang standby di posisinya.

Sambil duduk di kursi belakang meja yang letaknya tepat di gerbang masuk terminal, ia mengawasi kerja petugasnya dengan seksama. “Iya, kebetulan saya kepala terminal di sini (terminal AAL, red),” jawabnya ketika, koran ini menanyakan siapa kepala terminal tersebut. Nah, terang pria yang sudah sekitar 2 tahun terakhir bertugas di terminal tersebut, ia memang biasa terjun langsung ke lapangan mengawasi operasional terminal. Bahkan, tidak sungkan-sungkan ikut membersihkan, menyapu dan memunguti sampah. Itu dilakukan untuk memberi contoh kepada personil agar ringan tangan membersihkan lingkungan sekitar meskipun sudah ada petugas khusus yang bertanggungjawab membersihkan terminal yakni petugas kebersihan terminal atau cleanig service terminal.

“Tapi apa salahnya saling membantu,” terang Robert. Dikatakan, terminal AAL rutin dibersihkan tiga kali sehari yakni pagi sekitar pukul 06.00 WIB, siang pukul 11.00 WIB dan sore pukul 17.00 WIB. “Tapi di luar jam tersebut, juga terus dilakukan pembersihan kok, kalau ada sampah, tisu, wadah minuman yang dibuang sembarangan tetap dikutip,” cetusnya.

Lanjut Robert, tugas mereka untuk mengawasi kebersihan dan ketertiban di terminal AAL dipermudah dengan adanya jalur khusus kendaraan. Kendaraan yang hendak masuk terminal harus melewati jalur yang telah disiapkan yakni jalur bus kota/otolet umum, AKAP sedang/lajur bebas, AKDP dan Bus AKAP. “Jadi kendaraan masuk jalur sesuai jenis kendaraan,” ungkapnya seraya menambahkan, kendaraan yang masuk jalur khusus tadi tidak bisa bertemu baik itu di dalam terminal hingga gerbang keluar terminal. “Kan masing-masing jalur dibatasi dengan sekat-sekat, pembatas jalan,” tuturnya.

Namun, lanjut Robert, bagi kendaraan yang hendak menaikan turunkan penumpang dapat memarkirkan kendaraannya di lahan parkir yang luas di dalam terminal. “Tapi kalau tidak, bisa langsung keluar kok,” cetusnya. Dikatakan, setiap kendaraan yang masuk terminal dikenakan retribusi yang besarnya ditetapkan berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1/2008 tentang Retribusi Terminal. Retribusi Angdes Rp 2 ribu per mobil tiap per hari, AKAP sedang Rp 7500 per mobil per hari, AKAP besar Rp 10 ribu per mobil per hari dan AKDP sedang Rp 5 ribu per mobil per hari. “Nah, kalau bus kota retribusinya Rp 5 ribu per mobil per hari,” tukas Robert.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Palembang, Masripin Thoyib mengatakan, sebenarnya Kota Palembang mempunyai 2 Terminal besar tipe A yakni Alang-Alang Lebar dan Karyajaya. Namun hanya Terminal Alang-Alang Lebar (AAL) yang dijadikan titik pantau tim penilaian. Menurutnya, terminal AAL mendapatkan nilai terbaik dilihat dari sisi kebersihan lingkungan, penataan lajur yang tertata rapi serta pembangunan yang sudah memadai. “Harapan kita kedepan di tahun 2012 terminal lain juga mendapat nilai tinggi,” tukasnya. (*)

Sumatera Ekspres, Jumat, 10 Juni 2011.

About Iwan Lemabang
aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa. LEMABANG 2008

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s