TVRI Siap Terima Kritikan Pedas.
7 June 2011 Leave a comment
LETKOL ISKANDAR — Televisi Republik Indonesia(TVRI) bakal merubah seluruh kontens program tayangannya dengan mengajak kalangan akademisi dan perguruan tinggi memberi saran lewat kegiatan fokus group discussion (FGD) di Hotel Duta, kemarin (6/6) “TVRI terus berbenah dan memperbaiki kualitas siaran serta program baik lokal maupun Nasional,” kata Direktur Utama Lembaga Penyiaran Publik (LPP) Televisi Republik Indonesia, Immas Sunarya. Acara ini kerjasama TVRI dengan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Sriwijaya (Unsri).
Kata Immas, masukkan dan kritikan dapat diolah meski sepedas apa pun. Baik perbaikan dari segi kontens tampilan maupun program yang ditayangkan sesuai norma-norma yang diterapkan dalam peraturan pemerintah. “Tapi kemasan, rata-rata setiap mengikuti beberapa diskusi seperti ini, mereka berharap kemasannya harus lebih dinamis. Jadi untuk menghilangkan kesan, kenapa TVRI tampilannya lamban, kemudian jadul. Untuk itu, kami akan membuat kemasan acara yang sesuai dengan keinginan penonton,” ungkapnya.
ia menjelaskan, TVRI saat ini menggunakan terrestrial dan satelit. Untuk setiap terrestrial, baru menjangkau 35 persen wilayah Indonesia. “Baru 62 persen atau 147 juta masyarakat Indonesia dapat menikmati siaran TVRI,” jelasnya.
Sistem satelit, baru menjangkau Asia Tenggara yang meliputi Papua Nugini, Makau, Hong Kong, Australia bagian utara, Arab Saudi, Jepang, serta Korea Selatan.
Rektor Unsri, Prof Dr Badia Parazade MBA menilai, banyak sekali tayangan televisi yang menayangkan ragam acara dan menjadi favorit untuk ditonton. “Televisi sekarang ini kan banyak. Nah, kebanyakan televisi yang ada sekarang, lebih condong tidak netral dan banyak tendensi politiknya. Kalau TVRI sampai sekarang tetap menjadi televisi yang tidak bertendensi politik. Serta menjadi televisi yang menayangkan pendidikan dan nilai-nilai budaya,” ungkapnya. (mg27)
Sumatera Ekspres, Selasa, 7 Juni 2011.








Komentar: