63 Siswa SMP tak Lulus UN.
2 June 2011 1 Comment
PALEMBANG, SRIPO — Sebanyak 63 peserta Ujian Negara (UN) tingkat SMP/MTS tak lulus UN se-Sumsel. Hanya Kota Prabumulih yang lulus 100 persen. Pengumuman kelulusan UN tingkat SMP/MTS disampaikan Kepala Disdik Sumsel Ade Karyana dalam rapat dengan Kepala Disdik Kabupaten dan Kota. Pertemuan tersebut dilaksanakan di ruang Pertemuan Kantor Disdik Sumsel Rabu (1/6) siang. “Siswa yang tak lulus tersebar di seluruh kota dan kabupaten Sumsel kecuali Prabumulih yang lulua 100 persen,” kata Ade Karyana.
Pengumuman kelulusan akan dilaksanakan pada Sabtu (4/6) mendatang secara serentak. Ade menambahkan, tingkat kelulusan tahun kemarin sama dengan tahun ini yakni 99,95 persen. Untuk tahun 2010, tercatat sebanyak 66 siswa yang tidak lulus ujian. Tingkat ketidaklulusan menurun pada tahun 2011 menjadi 63 siswa. “Tahun ini tingkat kelulusan naik dan sangat memuaskan kita,” jelasnya.
Proses pelaksanaan pengumuman, diserahkan kepada masing-masing pihak sekolah. Selain itu, Ade meminta agar ada kerjasama dengan pihak kepolisian saat pengumuman kelulusan. “Ungkapan kegembiraan boleh saja. Tetapidapat dilakukan dengan tertib dalam pelaksanaannya,” ujarnya.
Ujian Paket
Bagi peserta yang tidak lulus Ujian Nasional (UN) tingkat SMA/MA atau SMP/MTs, dapat mengikuti ujian paket C dan B. Ade karyana menuturkan, pihak sekolah di Sumsel harus merekomendasikan kapada siswa yang tidak lulus untuk mengikuti ujian paket tersebut. “Kalau untuk pelaksanaannya, kita belum ketahui. Karena masih menunggu informasi dari pusat. Tapi kemungkinan akhir bulan Juni ini dilaksanakan,” ujarnya.
Peserta dapat mendaftarkan diri mengikuti ujian paket B/C mulai tanggal 4 hingga 10 Juni 2011 melalui sekolahpenyelenggara UN setempat. Kemudian pihak sekolah penyelenggara akan meneruskan pendaftaran ke penyelenggara UN paket B/C Kabupaten/Kota setempat pada tanggal 10-11 Juni 2011. Ade karyana menuturkan peserta UN paket B/C dari pendidikan formal, wajib mengikuti ujian seluruh mata pelajaran UN dengan jenis mata pelajaran yang sama dengan peserta UN reguler. “Semua biaya penyelenggaraan UN paket A,B dan C periode 1 tahun 2011 ini ditanggung pemerintah. Jadi saya harap kepada Kepala Diknas Kota dan Kabupaten melakukan sosialisasi,” jelasnya.
Siswa SLB Lulus
Sama seperti dengan siswa yang duduk di bangku tingkat SMP/MTs, siswa tingkat SMP Luar Biasa yang berjumlah 17 siswa tersebut dinyatakan lulus semua. Mereka tersebar dalam enam sekolah se-Sumsel yakni SLB-B Karya Ibu (6 siswa), SLB-B YPAC (3 siswa), SLB-A PRPCN (2 siswa), SLB-B Lubuk Linggau (2 siswa), SLB Musi Rawas (1 siswa) dan SLB-B Prabumulih (3 siswa).
Nilai tertinggi pelajaran Bahasa Indonesia diraih Dewi (siswa SLB-B Karya Ibu) dengan nilai akhir 8,66. Untuk pelajaran Matematika tertinggi diraih oleh Umi Mutia (siswa SLB-B Karya Ibu) dengan nilai 8,47. Lalu peraih nilai tertinggi untuk pelajaran Bahasa Inggris diraih oleh Riska Andayani (SLB-B Lubuk Linggau) dengan nilai 8,64. Terakhir mata pelajaran IPA tertinggi diraih oleh Umi Mutia (siswa SLB-B Karya Ibu) dengan nilai 7,96.
Sekolah Gratis
Program sekolah gratis yang yang menjadi program Pemerintah Provinsi Sumsel, belum cair mengenai pendanaannya selama lima bulan. Pada rapat pertemuan kelulusan tingkat SMP/MTs di Kantor Disdik Sumsel, hanya dua Kabupaten yang stdah mencairkan dana program sekolah gratis yakni Kabupaten Musi Rawas dan Lubuk Linggau.
Ade Karyana mengingatkan kepada Kepala Diknas Kota dan Kabupaten yang datang, segera mencairkan dana sekolah gratis tersebut. (mg4)
Sriwijaya Post — Kamis, 2 Juni 2011








amienddddddd