32 Rumah Ludes Terbakar.
24 May 2011 Leave a comment
PALEMBANG — Kebakaran hebat kembali terjadi di pemukiman padat penduduk di metropolis. Sebelumnya, Sabtu (21/5) lalu, terjadi di Jl SH Warrdoyo, Gg Duren, RT 10/3, Kelurahan 7 Ulu, Kecamatan SU I, Palembang. Pada peristiwa itu, sedikitnya empat rumah ludes terbakar dan dua lainnya rusak.
Peristiwa serupa terjadi, Senin (23/5) dinihari sekitar pukul 00.30 WIB di Jl Kemas Rindo, Lr Bakti, RT 46/08, Kelurahan Ogsn Baru, Kecamatan Kertapati. Sedikitnya 32 rumah kayu beratap rumbia yang berdiri di atas rawa-rawa, termasuk dua rumah dinas guru SDN 225 ludes terbakar. Tak ada korban jiwa pada kejadian tersebut. Namun sebanyak 40 kepala keluarga (KK) atau 176 jiwa kehilangan tempat tinggal. Sedangkan kerugian materi diperkirakan mencapai Rp 500 juta.
Pascakejadian, Gubernur Sumsel H Alex Noerdin dan Wakil Wali Kota Palembang H Romi Herton SH MH meninjau ke lokasi kebakaran dan memberikan bantuan kepada para korban kebakaran.
“Penyebab kebakaran tersebut masih dalam penyelidikan lebih lanjut. Dugaan sementara api berasal dari arus pendek dari rumah seorang warga. Tak ada korban jiwa pada kejadian tersebut dan kerugian materi diperkirakan mencamai Rp 500 juta,” ujar Kapolresta Palembang, Kombes Pol Agus Sulistyono MSi melalui Kapolsek Kertapati, AKP Sukri A Rivai SSos SH, kemarin.
Informasi yang dihimpun, api berasal dari rumah Mancik, diduga akibat arus pendek listrik. Dalam sekejap api membesar dan menyambar rumah warga lainnya. Tak banyak harta benda yag dapat diselamatkan lantaran lokasi kejadian tak terjangkau sepenuhnya oleh petugas pemadam kebakaran. “Api baru dapat dipadamkan setelah adanya bantuan pompa air dari pabrik karet. Sebab, mobil pemadam kebakaran tak dapat masuk karena menuju lokasi hanya berupa jalan setapak. Selain itu lokasi, lokasi kejadian juga berada di tepian Sungai Sungki,” terang Rusdi Rasyid, ketua RT setempat.
Padatnya lokasi pemukiman ditambah jalan yang sempit untuk akses menyelamatkan diri membuat sejumlah warga mengalami luka-luka saat menyelamatkan diri dari amukan api. Para korban dapat beraktivitas setelah mendapat pertolongan pertama dari relawan PMI Cabang Palembang. Pascakejadian itu, warga kembali memunguti barang-barang yang dapat digunakan kembali. “Warga juga kembali mematok batas rumah mereka dengan tali plastik. Untuk sementara, korban mengungsi di ruang kelas SD yang tak jauh dari lokasi kejadian sekaligus dijadikan posko bencana kebakaran. Sebagian lagi ada yang mengungsi ke rumah keluarganya,” kata Rusdi.
Salah satu korban, Abu Kosim (46), menceritakan, saat kejadian itu dia bersama keluarga sedang terlelap. Tiba-tiba warga berteriak adanya kebakaran. “Aku keluar rumah dan jingok api lah besak,” tutur Kosim. Sementara itu, pascakebakaran, sekitar 176 warga yang kehilangan tempat tinggal tadi mengunngsi ke tempat sementara, yakni SDN 225 Palembang sebanyak 80 jiwa, ke Mushala Al Hikmah sebanyak 20 jiwa, dan sisanya di beberapa rumah kerabat dan warga yang rumahnya selamat dari kebakaran.
Camat Kertapati, A Zaini Rivai menjelaskan akan membangun posko sesuai kebutuhan. Posko itu nantinya tidak hanya sebagai pusat informasi, tapi juga untuk mobilisasi bantuan untuk korban kebakaran. Di tempat yang sama, Heri, petugas Posko Kesehatan PMI Kota Palembang, menyebutkan sejakposko dibuka pascakebaran, jumlah warga yang berobat mencapai 24 orang dengan berbagai keluhan. Mulai dengan sesak napas, luka terkena pecahan beling dan paku, serta sebagian lagi mengalami luka bakar tingkat 1 dan tingkat 2. “Korban luka bakar tigkat 1 sebanyak 8 orang, luka bakar tingkat 2 ada 1 orang. Sisanya luka terkena beling dan paku serta sesak napas akibat terlalu banyak menghirup asap kebakaran,” terangnya.
Sementara itu, dari 176 jiwa korban kebakaran, 16 siswa sekolah dasar, 3 siswa SMP, 4 siswa SMA, 2 mahasiswa, 9 bayi dan 12 balita. “Mereka (siswa, mahasiswa, bayi dan balita, red) yang perlu mendapatkan perhatian sarius. Jadi, meski kebakaran tellah padam, kondisi kesehatan warga akan terus dipantau,” bebernya.
Wali Kota Palembang, H Romi Herton SH MH, saat menyambangi lokasi kebakaran, mengatakan, kejadian tersebut merupakan ujian bagi warga agar lebih sabar dalam menghadapi cobaan sehingga warga bisa lebih bertakwa pada Allah SWT. “Hadapi persoalan ini dengan tetap bersabar dan mudah-mudahan Allah senantiasa akan membantu ummatnya yang mau bersukur dan bertakwa pada-Nya,” hibur Romi.
Dalam kesempatan tersebut, Romi juga menyerahkan bantuan dana stimulan sebesar Rp 1 juta/KK, mi instan, selimut, perlengkapan dapur. “Setidaknya dana stimulan ini bisa membantu warga untuk mencari tempat tinggal baru atau membeli bahan bangunan untuk membangun kembali rumahnya yang terbakar,” kata Ketua PDI Perjuangan Kota Palembang itu.
Sementara itu, bantuan bagi korban kebakaran di RT 46/08, Kelurahan Ogan Baru, Kecamatan Kertapati juga datang dari Pemprov Sumsel yang langsung diserahkan oleh Gubernur Sumsel, Ir H Alex Noerdin SH. Bantuan terdiri dari uang sebesar Rp 1 juta/KK, beras sebanyak 1,5 ton, perlengkapan dapur, selimut, mi instan, minyak goreng, sarden, serta baju batik satu setel /KK. “Semoga bantuan ini bisa bermanfaat bagi korban kebakaran, sehingga masyarakat yang menjadi korban secepatnya bisa kembali bangkit dan menata hidupnya kembali. Dengan harapan bisa hidup lebih baik dari saat ini dan menjadikan musibah ini sarana untuk lebih sabar dan bisa mendekatkn diri kapada Allah SWT,” kata Gubernur Sumsel, Ir H Alex Noerdin SH didampingi Ny Eliza Alex, dan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Provinsi Sumsel, Yulizar Dinoto, di sela-sela penyerahan bantuan, kemarin (23/5).
Alex berharap, bantuan tersebut mampu memancing reaksi dari perusahan-perusahan dan BUMN yang ada di Kecamatan Kertapati untuk ikut memberikan membantu korban kebakaran melalui dana corporate social responsibility (CSR). Sehingga mempercepat pulihnya kehidupan masyarakat di lokasi kebakaran. Sebelumnya, Pemuda Hanura juga ikut membantu korban kebakaran yang diserahkan melalui Posko Kecamatan Kertapati. Bantuan berupa mi instan dan dua kompor untuk keperluan dapur umum korban kebakar.
Abu Kosim, salah seorang korban kebakaran mengucapkan terimma kasih atas bantuan dan kepedulian serta langkah cepat yang dilakukan pemerintah. Namun, ia berharap agar bantuan dari donatur lain bisa segera datang sehingga bisa kembali membangun rumah mereka yang musnah terbakar. “Sebab kami tidak mungkin terus tinggal di pengungsian,” katanya. Selain kebuttuhan bahan bangunan, warga juga membutuhkan sarana air bersih. Pasalnya, hampir sebagian besar warga mengandalkan air sungai untuk keperluan sehari-hari. Suyanto, Lurah Ogan Baru berjanji akan membantu warga mengurus kembali surat penting seperti ijazah, serta surat-surat berharga milik warga yang hangus terbakar saat kejadian. “Kita siap fasilitasi warga yang menjadi korban kebakaran untuk mengurus kembali surat-surat yang hangus. Sehingga warga bisa secepatnya bangkit dan menata kembali hidupnya,” ungkapnya.
Wawako Bantu Korban Kebakaran 7 Ulu
Selain menyerahkan bantuan bagi korban kebakaran di Jl Kemas Rindo, RT 46/08, Kelurahan Ogan Baru, Kecamatan Kertapati, Wawako Palembang H Romi Herton SH MH juga memberikan bantuan bagi korban kebakaran di Jl SH Wardoyo, Gg Duren, Kelurahan 7 Ulu, Kecamatan SU I. “Setiap KK kita bantu dana stimulan sebesar Rp 1 juta/KK dan kebutuhan lain seperti beras, mi instan, selimut dan perlengkapan dapur,” katanya didampingi Kepala Dinas Sosial Kota Palembang, Hasbullah Tuwi.
Sedangkan untuk rehabilitasi korban kebakaran, akan terus menghubungi Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) untuk bisa membantu Pemkot Palembang merehabilitasi korban kebakaran. “Doakan saja ini bisa berhasil, sehingga proses rehabilitasi warga bisa dilaksanakan secara cepat,” tukasnya.
500 KK Tempati Bantaran Sungai
Sedikitnya 500 KK di Kecamatan Kertapati, Kelurahan Ogan Baru, tinggal di bantaran sungai. Lurah Ogan Baru, Suyanto mengatakan, bangunan warga yang menempati kawasan bantaran sungai tersebut termasuk padat. Jarak antarrumah ada yang hanya 1 meter dan kebanyakan terbuat dari kayu. “Kita sudah imbau agar tidak lagi mendirikan bangunan di bantaran sungai, sehingga mempermudah penataan bangunan nantinya,” ujarnya di sela-sela peninjauan kebakaran di RT 46/08, Kelurahan Ogan Baru, Kecamatan Kertapati.
Kondisi tersebut, terang Suyanto, membuat pemukiman di kawasan bantaran sungai sangat rawan terjadi kebakaran. Oleh karena itu, pihaknya mengimbau warga untuk terus memantau dan mengawasi rumah masing-masing. “Kita berharap masyarakat lebih waspada, apalagi dengan cuaca saat ini warga lebih dituntut untuk lebih waspada, tidak membakar lahan yang bisa memancing terjadinya kebakaran,” jelasnya.
Sementara itu, sekitar pukul 23.00 WIB, gudang barang katering milik Hj Halimah (70) di Jl Sentosa No 13 RT 17 Kelurahan 2 Ilir, Kecamatan IT II, terbakar. Tapi api berhasil dipadamkan dengan bantuan warga dan mobil pemadam. Diduga api berasaldari konsleting listrik. Abdul, putera pemilik rumah mengaku, asap sudah terlihat sejak sore. (mg23/mg19)
Sumatera Ekspres, Selasa, 24 Mei 2011








Komentar: