Masyarakat Hanya Jadi penonton.


MERDEKA Kesadaran masyarakat Palembang untuk ikut bekerja saat kegiatan gotong royong masih sangat rendah. bahkan, tak jarang dalam kegiatan goton royong, masyarakat hanya memilih untuk jadi penonton.

Hal ini disampaikan Asisten II Setda Kota Palembang, Ir H Apriadi S Busri CES, usai menghadiri launching kali bersih di anak Sungai Sekanak Jalan Kapten Cek Syeh, kemarin. “Ini sangat disayangkan. Karena, yang akan dibersihkan itu lingkungan tempat tinggalnya. Tapi, mereka malah tidak mau ikut membantu untuk membersihkan. Kan, kalau bersih yang akan merasakan dampaknya ya masyarakat di lingkungan itu juga,” jelas Apriadi.

Bukan itu saja, lanjut dia, kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan juga masih rendah. Ini terlihat masih banyaknya warga yang lebih memilih membuang sampah di tempat saluran air, hingga akhirnya membuat saluran tersebut tersubat.

“Karena itu, saya harapkan Camat, Lurah, Ketua RT dan RW agar tidak bosan-bosan menanamkan kesadaran untuk menjaga kebersihan lingkungan kepada warganya. Memang tidak mudah, tapi kalau dilakukan terus menerus mudah-mudahan akan ada hasil,” bebernya.

Sementara itu, mulai kemarin Pemkot Palembang resmi kembali melakukan program Kali Bersih. Sebanyak 32 anak sungai yang ada di Palembang akan dibersihkan tahun ini.

“Launching pertama program kali bersih ini dilakukan di anak Sungai Sekanak, Jalan Kapten Cek Syeh 24 Ilir. Selanjutnya setiap minggunya akan diikuti dengan membersihkan sungai-sungai lain di Kota Palembang. Seperti Sungai Rendang, Sungai Kedukan, Sungai Lambidaro dll,” bebernya.

Agar program tersebut berjalan efektif, Apriadi juga meminta warga turut andil dan melapor ke pemerintah kota bila ada sungai yang harus segera dibersihkan. “Dengan program ini, saya harapkan dapat meningkatkan kesadaran warga membersihkan untuk ikut menjaga sungai. Dulu, Palembang punya ratusan anak sungai yang bermuara ke sungai induk yaitu Sungai Musi. Jumlahnya mencapai 108 anak sungai. Namun sekarang hampir 70 persen telah hilang akibat masyarakat yang membangun rumah di aliran sungai,” tuturnya.

Ditambahkan Apriadi, pemerintah juga akan melakukan penilaian untuk kecamatan yang dinilai mampu menjaga kebersihan anak sunngainya. “Kami harapkan ini bisa memotivasi masyarakat untuk ikut menjaga kebersihan sungai. Camat, Lurah termasuk RT dan RW harus ikut mengajak masyarakatnya untuk berpartisipasi dalam kali bersih. Dengan program ini juuga, kita akan kembalikan lagi fungsi anak Sungai Musi,” tukas Apriadi. (ika)

Palembang Pos — Senin, 23 Mei 2011

About Iwan Lemabang
aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa. LEMABANG 2008

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s