Empat Rumah Terbakar.


PALEMBANG Kebakaran di pemukiman padat penduduk, kemarin (21/5), terjadi di Jl SH Wardoyo Gg Duren, RT 10/3, Kelurahan 7 Ulu, Kecamatan SU I, Palembang. Sedikitnya empat rumah ludes terbakar dan dua lainnya rusak, dalam musibah kebakaran yang berlangsung mulai sekitar pukul 14.30 WIB.

Pantauan Sumatera Ekspres, warga yang rumahnya bersebelahan dengan rumah yang terbakar, terlihat panik dan histeris. Pasalnya asap hitam terlihat mengepul dan api mulai membumbung tinggi, sementara petugas PBK kesulitan menjangkau lokasi kejadian.

Lantaran sempitnya gang, beberapa unit mobil PBK hanya bisa berjejer di pinggir Jl SH Wardoyo, terpaksa menyambung selang-selangnya untuk mencapai lokasi kejadian. Bersama warga setempat yang bahu membahu menyiramkan air dengan peralatan seadanya, dua jam kemudian api baru berhasil dipadamkan.

Data yang dihimpun kepolisian, rumah yang terbakar milik alm Faisol, yang ditunggu istrinya, Siti (60), dan anak-anaknya yang sudah berkeluarga, salah satunya Linda (35). Kemudian rumah Nazirin alias Sirin (50), Hasyim Rahman (60), dan Herman (45). Rumah yang terbakar, rata-rata berbentuk rumah panggung semi permanen.

“Asal api berasal dari rumah milik Faisol, menurut anaknya, saksi Linda, api berasal dari kamar yang diduga terjadi konsleting listrik,” ujar Kapolsek SU I, Kompol Richard Pakpahan, dan Kabag Ops Polresta Palembang, Kompol Rifka Fathoni, ditemui di lokasi kejadian, kemarin.

Sementara saksi Linda mengaku saat kejadian dia sedang duduk-duduk di luar rumah, sambil menggendong puterinya, Rachel (5 bulan). Lalu terdengar suara teriakan kebakaran, dilihatnya api sudah membesar di kamar. “Dalem rumah ado ibu aku yang lagi sakit, berbaring di depan TV, samo ayuk aku. Suami aku, Riadi, lagi kerjo ke luar kota,” terang Linda.

Pascakejadian, Wawako H Romi Herton dan istrinya, Hj Masytoh, datang meninjau lokasi kebakaran dan korban kebakaran yang kehilangan tempat tinggal. “Untuk sementara, malam ini istirahatlah di masjid ini dulu (Masjid Ilham, red). Nanti malam saya kirim 100 nasi bungkus, tenang-tenang saja. Yang penting jaga kesehatan, Dinkes, PMI, dan Tagana sudah standby di sini. Senin saya ke sini lagi, kita lihat apa yang bisa kita bantu,” janji Romi. (12)

Sumatera Ekspres, Minggu, 22 Mei 2011

About Iwan Lemabang
aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa. LEMABANG 2008

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s