Kisah Qarun dan Hartanya.
1 May 2011 1 Comment

Oleh: Drs. H. Umar Sa’id, Ketua FUI Sumsel
“Sesungguhnya Qarun adalah termasuk kaum Nabi Musa, maka ia berbuat yang melampaui batas atas mereka, dan Kami berikan kepadanya perbendaharaan harta, yang kunci-kuncinya amat berat yang dipikul oleh sekelompok orang yang bertenaga kuat. (Ingatlah) tatkala kaumnya berkata kepadanya: “Janganlah engkau membanggakan diri, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang membanggakan diri.” (Al-Qashas: 76)
Di dalam surat Al-Qashas ayat 76 sampai dengan ayat 82, Allah menceritakan kisah Qarun, seorang kaya raya yang masih mempunyai pertalian kekerabatan dengan Nabi Musa AS. Kekayaan itu luar biasa sehingga untuk memikul kunci-kunci gudang hartanya, orang-orang kuat sangat kewalahan. Tapi justru dengan kekayaannya itu, Qarun telah bertindak sewenang-wenang melampaui batas. Orang-orang iri hati dan mencoba untuk menasehatinya untuk tidak berbangga diri.
Peringatan dan nasehat kaumnya, telah dijawab lantang dan sombong oleh Qarun. Dia mengatakan bahwa semua yang dimilikinya itu, semata-mata didapatkan karena kelebihan ilmu yang dimilikinya. Berulangkali kaumnya menyadarkannya, agar kekayaannya itu dimanfaatkan untuk hari akhiratnya tanpa melupakan bagian dunianya. Namun jawabannya adalha dengan mendemonstrasikan kekayaannya di tengah khalayak ramai. Semua yang dapat dibanggakan, pada hari itu ia pamerkan di hadapan masyarakat, sehingga rasa iri, rasa ingin memiliki dan perasaan kecewa meliputi orang-orang yang melihat tingkah laku Qarun. Sebagian orang nenyesali dirinya, mengapa tidak bernasib seperti Qarun yang kaya raya itu. Namun orang-orang yang masih beriman kepada Allah serta suka beramal. Segera memperingatkan, bahwa pemberian Allah yang disertai kesyukuran, walaupun bagaimana kecilnya, jauh lebih baik dari memiliki harta yang berlimpah-ruah, tetapi tidak kenal dan tak mau tahu dengan peraturan Allah.
Dalam suasana kebanggaan Qarun yang demikian tiba-tiba terjadilah longsor tanah di tempat Qarun berpijak, sehingga ia dan harta yang dibanggakannya itu lenyap ditelan bumi.
Menyaksikan peristiwa itu, orang-orang yang meresa kecewa karena tidak memiliki harta seperti yang apa yang dimiliki Qarun menjadi sadar dan yakin bahwa Allah telah berbuat bijaksana dengan qadha dan qadar yang ditetapkan kepada para hanba-Nya. Dan Allah tidak akan pernah memberikan keberuntungan yang kekal kepada orang-orang yang demikian.
Kisah yang diceritakan Allah dalam Al-Qur’an itu, sudah pasti kisah nyata yang terjadi sebelum lahirnya agama Nasrani dan Islam. Satu kisah yang menggambarkan watak manusia yang diperankan oleh Qarun, dimana watak itu akan selamanya ada, bila manusia telah melupakan Allah, melupakan qadha dan qadar yang menjadi dasar keimanan orang-orang mukmin.
Watak Qarun itu, adalah perpaduan antara sifat iblis yang sombong denga sifat manusia yang suka lupa daratan, lupa diri bila melihat dirinya serba berkecukupan. Qarun merasa, bahwa harta yang didapatkannya itu, adalah semata-mata hasil jerih payahnya. Dalam satu waktu yang bersamaan dia membanggakan ilmu dan harta yang ia miliki. Dengan perasaan bangga memiliki kelebihan yang jarang didapatkan orang lain, sebenarnya ia telah menunjukan kelemahan diri, rendahnya budi pekerti, sifat rakus yang mengenyampingkan jasa orang yang membantunya dan melupakan adanya Allah sebagai Pencipta.
Watak Qarun jauh lebih buruk dari iblis, sebab iblis masih mempercayai akan adanya Allah. Sementara Qarun sendiri, dengan membanggakan materi yang dimilikinya, telah mendustakan adanya Allah, yaitu dengan mengatakan: “Semua itu kuperdapat, karena ilmu yang ada padaku.” Watak inilah yang menjadi bibit aliran materialistis. Hal ini pulalah yang diperingatkan Allah dalam surat Al-Humazah, dimana banyak manusia merasa akan kekal abadi didunia ini bila ia memiliki harta sebanyak-banyaknya.
Sejalan dengan kisah Qarun, Allah pun telah menunjukkan betapa sebenarnya sifat manusia yang tidak punya pendirian dan mudah terpedaya oleh sesuatu yang mempesona. Bahkan manusia pada umumnya, bila tidak memiliki pedoman yang dilandasi aqidah yang teguh, mereka akan selalu diombang-ambingkan keadaan. Apabila mereka melihat sesuatu kelebihan yang dimiliki orang lain, seketika mereka merasa iri, kecewa kepada diri sendiri, mengapa tidak memiliki seperti kelebihan yang dimiliki orang lain itu? Ketika itu, mereka tidak perduli nasehat dan pandangan dari siapapun.
Memang demikian halnya, apabila manusia menjadikan hawa nafsu, kesenangan syahwat dan cinta dunia sebagai dasar pendiriannya, maka ketika itu segala sesuatu yang dapat memadamkan atau mengurangi keleluasaan nafsu itu, akan dianggap sebagai penghalang yang harus dijauhi dan dihindari. Namun, manakala akibat mangabaikan nasehat muncul berupa bencana, maka secara mendadak, manusia akan berbalik seratus delapan puluh derajat kepada pendirian yang membenarkan nasehat itu








NUMPANG INFO YA BOS… bila tidak berkenan silakan dihapus:-)
LOWONGAN KERJA GAJI RP 3 JUTA HINGGA 15 JUTA PER MINGGU
1. Perusahaan ODAP (Online Based Data Assignment Program)
2. Membutuhkan 200 Karyawan Untuk Semua Golongan Individu yang memilki koneksi internet. Dapat dikerjakan dirumah, disekolah, atau dikantor
3. Dengan penawaran GAJI POKOK 2 JUTA/Bulan Dan Potensi penghasilan hingga Rp3 Juta sampai Rp15 Juta/Minggu.
4. Jenis Pekerjaan ENTRY DATA(memasukkan data) per data Rp10rb rupiah, bila anda sanggup mengentry hingga 50 data perhari berarti nilai GAJI anda Rp10rbx50=Rp500rb/HARI, bila dalam 1bulan=Rp500rbx30hari=Rp15Juta/bulan
5. Kami berikan langsung 200ribu didepan untuk menambah semangat kerja anda
6. Kirim nama lengkap anda & alamat Email anda MELALUI WEBSITE Kami, info dan petunjuk kerja selengkapnya kami kirim via Email >> http://uangtebal.wordpress.com/