Kerukunan Agama di Sumsel Sudah Harga Mati.
30 March 2011 Leave a comment
PALEMBANG – Berdasarkan hasil sensus terkini, warga Sumsel saat ini berjumlah 1,7 juta jiwa dengan keanekaragaman suku, bahasa, budaya dan agama hingga tetap bersatu dan rukun dalam kebersamaan. Untuk itulah, kerukunan sudah harga mati dan tidak bisa diubah-ubah sedikit pun.
Kepala Kesbangpol-Linmas Sumsel H Ikhwanuddin didampingi Sekretaris Badan Drs Uzirman Irwandi MM mengatakan, kerukunan antar umat beragama di Sumsel sudah terbina sejak lama dan sudah menjadi harga mati. Dengan kondisi yang aman, akan memberikan dampak pertumbuhan ekonomi yang besar. Misalnya dari sisi investasi dan lain-lain.
“Faktor kondusif inilah, menjadikan Sumsel terpilih sebagai penyelenggaqa SEA Games 2011 dan kegiatan nasional serta internasional lainnya,” katanya.
Untuk itulah, ungkap Ikhwanuddin, kerukunan dalam kontek terbitnya peraturan bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata tentang pedoman pelayanan kepada menghayati kepercayaan tetap harus disosialisasikan kepada aparatur Kesbangpol-Linmas yang ada di Sumsel sehingga menimbulkan pemahaman yang sama dalam kontek membicarakan kerukunan.
Husin
Editor: Vanda Rosetiati
Sriwijaya Post — 29 Maret 2011.








Komentar: