Pelabuhan Boom Baru Palembang
29 March 2011 Leave a comment
Boom Baru Pelabuhan Palembang yang dikenal sebagai Boom Baru (boom : pelabuhan) merupakan pelabuhan pengganti yang didirkan Belanda pada tahun 1924 dengan penguasa pelabuhan yang disebut sebagai Haven Meester. Sebelumnya, pelabuhan yang melayani pelayaran kapal-kapal besar (samudera) berada di kawasan Sungai Rendang (dekat kawasan 16 Ilir saat ini). Mengenai fungsi pelabuhan ini, Pemerintah Belanda menetapkannya lewat Staatblaad 1882 No.
Karena perkembangan di Palembang-apalagi kawasan 16 Ilir makin pesat perkembangannya sebagai pusat perdagangan-arus keluar masuk kapalpun makin meningkat. Karena pelabuhan lama ini dinilai sudah tidak mampu lagi menampung arus kapal berikut bongkar muatnya , Pemerintahpun mengambil kebijakan untuk memindahkannya.
Sebetulnya, pemindahan pelabuhan ini sudah beberapa kali dilakukan. Pada tahun 1821, setelah Belanda berhasil menguasai Palembang, pelabuhan dibangun di depan Benteng Kuto Besak –sekarang Perbekalan dan Angkutan Komando Daerah Mliter (Bek Ang Kodam) II Sriwijaya – dan dikenal sebagai Boom jati. Pemindahan kembali dilakukan pada tahun 1941, dengan letak lebih ke hilir, yaitu kawasan Sungai Rendang, yang kini dkenal sebagai Gudang Garam.
Pemindahan pelabuhan ke Boom Baru, ditetapkan Gubernur Jenderal Hindia Belanda lewat Staatblad Tahun 1924 No. 545. Pelabuhan ini terletak di antara Sungai Lawang Kidul dan Sungai Belabak. Kala itu, pelabuhan memiliki panjang dermaga sekitar 250 meter. Selain dermaga, di tempat ini juga ada Kantor Doane atau Bea Cukai yang posisinya terapung.
Betapa Pelabuhan Palembang sangat pesat perkembangannya, dapat dilihat pada perbandingan catatan statistic arus keluar masuk kapal dan bongkar muat kapal antara tahun 1880 (Boom Jati) dan 1929 (Boom Baru). Pada tahun1880, jumlah kapal yang beraktivas di pelabuhan sebanyak 177 unit dengan volume barang 30.330 meter kubik (kini dalam ukuran TEUS). Sementara tahun 1929, jumlah kapal 1.559 unit dan barang (4.050.408 meter kubik).
Deramaga yang dikelola (milik) PT Pelindo di Boom Baru adalah Dermaga I sepanjang 475 m, lebar 10,5 m dengan kapasitas 3 TEUS per meter persegi dalam 7 LWS. Lapangan penumpukan peti kemas (containerfield)-nya seluas 8.173 meter persegi. Kemudian, Dermaga II sepanjang 265, lebar 19,5 meter dengan kapasitas 3,2 TEUS per meter persegi dalam 9,2 LWS. Ini didukung lapangan penumpukan peti kemas seluas 36.000 meter persegi.
Saat ini, selain telah didukung oleh fasilitas canggih, pihak pelabuhan juga berencana melakukan pengembangan, baik luas maupun fasilitasnya sehingga sesuai dengan ketentuan pelayanan internasional. Di samping kapal barang, Boom Baru juga melayani angkutan penumpang. Angkutan penumpang dengan tujuan Mentok dan Bata mini dilayani oleh operator kapal cepat swasta.
SUMBER: Humasprotokol.Palembang.go.id
Foto : Dari berbagai sumber
















Komentar: