Operasional KA Ekonomi Selalu Merugi.
21 March 2011 Leave a comment
PALEMBANG – PT Kereta Api Indonesia Divre III Sumsel berharap tarif ekonomi kelas ekonomi juga disetujui pemerintah dan diberlakukan bersamaan dengan kenaikan tarif bisnis dan eksekutif di April mendatang. Pasalnya, operasional KA Ekonomi selalu merugi karena perusahaan harus menutupi kerugian lebih 50 persen lebih setiap perjalanan satu orang penumpangnya.
“Kami berharap kenaikan tarif ekonomi bersamaan dengan kenaikan tarif bisnis dan eksekutif di April mendatang,” kata Jaya Jakarsih, selaku Manager Humas PT KAI Divre III Sumsel.
Menurut Jaya, selama ini operasional KA ekonomi merugi. Biaya yang dikeluarkan untuk 1 Km Rp 100, jika dihitung jarak Kertapati – Tanjungkarang 400 Kilometer, jika dikalikan harusnya tarif ekonomi sebesar Rp 40.000/penumpang, tetapi selama ini dipatok Rp 16.000/penumpang. “Jujur saja, PTKA di Divre III Sumsel mengalami kerugian,” katanya, Senin (21/3/2011).
Dengan alasan untuk memanusiakan penumpang, Divre III Sumsel menawarkan KA Ekonomi Ber-AC dengan tarif Rp 40.000/penumpang. Dengan produk layanan ini, penumpang sudah bisa menikmati perjalanan dengan nyaman dan aman. “Kebersihan kita jamin, begitu juga keamanan. Bahkan pedagang asongan tidak bisa masuk karena ruangan ber-AC,” katanya.
Menurut Jaya, jika masyarakat setuju dengan konsep KA ekonomi ber-AC, maka KA Bisnis yang hanya dilengkapi kipas angin akan dihilangkan sehingga Divre III hanya mengoperasikan KA Eksekutif dan KA Ekonomi Ber-AC. Baik untuk KA Ekspress dengan 400 tempat duduk (tujuan Tanjungkarang) maupun KA Serelo kapasitas 400 tempat duduk (tujuan Lubuklinggau).
“Saya pikir, jika konsumen dilayani dengan baik dan nyaman, soal tarif tidak jadi masalah. Saya lihat BRT Trans Musi, dimana tarif berbeda dengan angkutan umum lainnya. Tetapi masyarakat tidak masalah karena ada kenyamanan dan keamanan,” kata Jaya.
Husin
Editor: Soegeng H
Sriwijaya Post — 21 Maret 2011.








Komentar: