Penyebab Laka di Sungai Musi Masih Diselidiki.
19 March 2011 Leave a comment

Syaiful, warga Dusun Meranjat, Kampung III OKI, dan Jauhari, Dusun Kijing Kampung II OKI (tengah) penumpang MS Jukung Irfansyah yang selamat dirawat di RS Bahyangkara, dimintai keterangan oleh petugas Ditpolairud Polda Sumsel, Jumat (18/03/2011). SRIPO/SYAHRUL HIDAYAT
PALEMBANG – Hingga saat ini peristiwa kecelakaan antara tanker NT Gloria Sentosa membawa BBM jenis solar dan jukung Irfansyah yang menewaskan lia orang masih diselidiki penyidik Dit Polair Polda Sumsel. Juru mudi kapal tanker dan serang jukung, masih dimintai keterangan.
Dit Polair Polda Sumsel, AKBP Omad melalui Kasubdit Bin Ops Kompol Zahrul Bawadi ketika dibincangi di Mapolair Polda Sumsel mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan penyebab kecelakaan. Karena hingga saat ini masih terus melakukan penyidikan.
Selain meminta keterangan juru mudi tanker dan pengemudi jukung, pihaknya juga meminta keterangan penumpang yang selamat. “Proses penyidikan masih terus berlangsung. Kita belum bisa menyimpulkan penyebab kecelakaan,” ujar Kompol Zahrul Bawadi.
Kapal tanker NT Gloria Sentosa sekitar pukul 04.00 WIB bertabrakan dengan jukung Irfansyah di Selat Ajaran, Makartijaya, Banyuasin. Saat kejadìan jukung membawa 30 penumpang dari arang Karangagung – Sei Lais, Palembang. Sedangkan tanker membawa 1.200 ton minyak mentah milik Pertamina dengan tujuan Palembang – Pontianak. Lima orang tewas dalam kecelakaan ini. Enam orang luka berat dan lainnya luka ringan. Semua korban luka dirawat di RS Bhayangkara, Palembang.
Tommy Sahara, Syaifudin
Editor: Vanda Rosetiati
Sriwijaya Post — 18 Maret 2011.
![]()

Penumpang MS Jukung Irfansyah yang selamat nginap di Ruang Aula Markas Ditpolairud Polda Sumsel, Sei Lais, Jumat (18/03/2011). SRIPO/SYAHRUL HIDAYAT.
PALEMBANG – Beberapa jam pasca kecelakaan maut antara jukung Irvansyah dan tanker NT Gloria di Selat Ajaran perairan Sungai Musi, Jumat (18/3/2011) baik juru mudi kapal tanker, Mustari (24) dan serang jukung Ishak Junaidi (43) masih menjalani pemeriksaan intensif di Dit Polairud Polda Sumsel.
Kepada petugas Polairud Polda Sumsel, juru mudi kapal tanker, Mustari (24) mengatakan tanker membawa 1.200 ton minyak minyak mentah tujuan Palembang-Pontianak. Saat keluar dari Selat Ajaran dirinya sudah memberi isyarat menyalakan lampu. Namun, jukung Irvansyah yang dikemudikan Ishak Junaidi masih terus melaju.
Mustari mengaku dia sempat berusaha menghentikan laju tanker bahkan mematikan mesin guna menghindari kecelakaan. Tetapi diduga karena jarak sudah terlalu dekat maka kecelakaan tak terhindarkan. Saat itu Jukung Irvansyah bergerak beriringan dengan satu jukung lain dan posisinya berada di depan.
Kabid Bin Op Ditpolairud Polda Sumsel, Kompol Zahrul Beda mengatakan jukung Irvansyah bergerak dari arah Karangagung-Palembang membawa penumpang yang umumnya pedagang yang hendak membeli barang dagangan di Pasar 16 Ilir. Sementara tanker membawa minyak mentah milik Pertamina tujuan Palembang-Pontianak.
Lima orang yang tewas menurut Zahrul adalah Tumpil (20), Dalina (30), Nurjana (45), Dar (45) dan Rohima (40). Keempat korban yang tewas kecuali Rohima adalah warga Karangagung.
Ardiansyah, Tommy Sahara
Editor: Vanda Rosetiati
Sriwijaya Post — 18 Maret 2011.








Komentar: