Ratusan Kios dan Lapak Pasar Perumnas Terbakar.
9 March 2011 Leave a comment

Pemilik toko terlihat berjalan di reruntuhan kios milik mereka yang terbakar. Sebanyak 72 kios dan 142 los di Blok A Pasar Perumnas hangus terbakar, Rabu (9/3/2011) sekitar pukul 04.00 pagi hari.
PALEMBANG – Sebanyak 72 kios dan 142 los di Blok A Pasar Perumnas hangus terbakar, Rabu (9/3/2011) sekitar pukul 04.00 WIB pagi hari.
Menurut keterangan petugas PBK Sako, api diduga berasal dari hubungan arus pendek dari salah satu los pasar. “Tapi kita belum tahu pasti penyebabnya. Kita nunggu dari petugas Labfor kepolisian saja,” ujar Yaman Ka Pos PBK Sako.
Sedangkan menurut keterang petugas pasar, api berasal dari salah satu los penjual ayam potong. Namun menurut Slamet, Humas Pasar Perumnas, dia telah menanyakan kepada pemilik los potong tersebut. “Katanya, dia tidak melakukan aktivitas apapun sebelum kebakaran,” jelas Slamet.
Pemilik kios dan los pasar, banyak yang tidak dapat menyelamatkan barang dagangan mereka. Semua pedagang baru menerima berita kebakaran satu jam setelah kejadian.
Iswahyudi
Editor: Vanda Rosetiati
Sriwijaya Post – 9 Maret 2011.
![]()

Seorang bocah wanita, anak pemilik kios berdiri di balik garis polisi yang dipasang di depan kios orangtuanya yang terbakar. Ratusan kios dan lapak di Pasar Multiwahana terbakar, Rabu (9/3/2011). SRIPO/ISWAHYUDI
PALEMBANG – Kebakaran yang terjadi di Pasar Multiwahana yang lebih populer dengan sebutan Pasar Perumnas, Rabu (9/3/2011) pukul 04.00, mengakibatkan 214 kios dan los pasar terbakar. Tidak hanya itu, barang dagangan yang dijual, juga turut terbakar. Kerugian ditaksir mencapai Rp 10 miliar.
Menurut seorang petugas, kerugian akibat kebakaran tersebut mencapai Rp 10,7 miliar. Perhitungan tersebut didapat dari jumlah kios dan los pasar sebanyak 214 dan barang dagangan yang turut terbakar. Untuk satu orang pedagang saja, kerugian minimal Rp 5 juta dan paling tinggi 20 juta. “Itu belum hitungan bangunan dan los pasar yang terbuat dari besi,” jelasnya.
Dominasi pedagang di pasar tersebut yakni penjual bahan sembako yang menempati 72 kios dan pedagang ikan, sayur, daging, bumbu dan ayam yang menempati 142 kios.
Sriwijaya Post - Rabu, 9 Maret 2011 14:44 WIB
![]()

Pedagang sedang mengumpulkan barang dagangan yang masih bisa diselamatkan dari kios milik mereka yang terbakar. Ratusan kios dan lapak di Pasar Multiwahana terbakar, Rabu (9/3/2011). SRIPO/ISWAHYUDI
PALEMBANG – Atap besi Pasar Multiwahana yang terbakar sekitar pukul 04.00 Rabu (9/3/2011) subuh tadi ambruk. Hal tersebut dikarenakan panasnya api yang membakar beton tersebut. Atap beton berada di area los pasar yang menjual berbagai kebutuhan rumah tangga seperti ikan, daging, ayam potong, sayur dan bumbu.
Atap beton dengan kerangka besi baja tersebut ambruk dan hanya menyisakan beberapa bagian tap yang masih kokoh berdiri. Dalam kebakaran tersebut, tidak ada korban jiwa dan korban luka.
Sriwijaya Post - Rabu, 9 Maret 2011 14:51 WIB
![]()

KEBAKARAN PASAR SATELIT — Petugas Dinas Penyelamatan dan Pemadam Kebakaran Kota berusaha memadamkan si jago merah yang mengamuk di Pasar Satelit Sako, Jln Siaran Sako Palembang, Rabu (9/3) dini hari. Sedikit 214 pedagang kehilangan tempat berdagang. Sripo/Ist
PALEMBANG — Kebakaran yang terjadi di Pasar Multiwahana Satelit Sako atau yang lebih populer dengan sebutan Pasar Perumnas, Rabu (9/3) pukul 04.00, mengakibatkan 214 kios dan los pasar terbakar. Tidak hanya itu, barang dagangan turut terbakar tanpa sempat diselamatkan pemiliknya dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp 10,7 miliar.
Pasca kebakaran yang terjadi di Pasar Multiwahana Satelit Sako, masih nampak ratusan pedagang mengais barang yang dapat digunakan kembali, Rabu (9/3) siang. Mereka merupakan pemilik dari 72 kios dan penyewa dari 142 los pasar. Puing-puing kebakaran dan asap yang mengepul, masih terus disiram oleh petugas Dinas PBK Kota Palembang. “Aku baru tahu jam enam pagi ini (kemarin:red) dari tetangga aku yang baru balek dari pasar,” ujar Hartini yang masih sembab pada matanya.
Hartini (46), warga Ketapang Sako, masih nampak syok dan sesekali berlinang air mata saat tetangganya datang ke lokasi kebakaran. “Padahal baru kemarin), aku ngisi kios ambil barang sepuluh juta,” teriaknya sambil memeluk seorang tetangganya.
Ibu tiga anak ini, tidak dapat berbuat banyak dengan dua kios nomor 67 dan 68 miliknya hangus terbakar. Lebih menyakitkan baginya, dia masih memiliki hutang Rp 5 juta kepada pemasok sembako yang belum dilunasi. “Aku kan sudah janda. Anak aku tigo ikok tuh masih sekolah galo, sikok kuliah, sikok SMA sikoknya masih SMP. Aku idak ado lagi keluarga lain di Palembang,” jelasnya.
Sejak tahun 1992, Hartini berjualan di kios tersebut. Suaminya yang telah meninggal tiga tahun lalu, membuat ekonomi keluarga sedikit terbebani. “Kalau bisa, saya mau jualan lagi nantinya. Tergantung kebijaksanaan pemerintah sama manajemen pasar,” ujarnya.
Bagi Asmadi Paul (61), salah seorang korban kebakaran, dia masih tetap ingin berjualan terus. “Saya kan di sini jualan bumbu masakan dan nyewa di los. Kalau bisa dibantu, terima kasih. Tapi inikan milik swasta, jadi kami bingung apakah akan dibantu pemerintah,” jelasnya.
Warga Mesuji Lebung Gajah ini, juga tidak dapat menyelamatkan barang dagangan miliknya. Dia baru mengetahui kebakaran dari informasi tetangganya. Menurutnya, saat itu dia hendak melakukan sholat subuh dan didatangi tetangga yang mengatakan los pasar terbakar. “Kerugian semuanya cuma lima juta saja Mas,” katanya singkat.
Los Ayam Saat pedagang masih terlelap tidur di rumah, api yang diduga berasal dari los pedagang ayam, dengan cepat merambat ke 72 kios tanpa sempat dihalangi. Penjaga malam dan masyarakat sekitar baru mengetahui kebakaran, saat api sudah mulai membesar. “Aku tahu kalau ado kebakaran waktu nak sholat subuh,” jelas Kusman, warga sekitar pasar. Menurutnya, api cepat membesar karena kios dan los pasar menjual barang yang mudah terbakar. Apalagi menurutnya, saat kejadian, hanya ada pedagang yang menjual sayur di depan pasar.
Pasar Multiwahana Satelit Sako yang terbakar, berada di Blok A dan terletak di belakang pasar. Di tempat ini, 72 pedagang pemilik kios, menjual bahan baku sembako dan kebutuhan rumah tangga lainnya. Sedangkan los pasar, merupakan pasar basah yang menjual berbagai jenis ikan, daging, sayur, ayam potong dan bumbu masak.
Sebanyak 15 unit mobil Dinas PBK didatangkan untuk memadamkan api tersebut. Mereka berasal dari Operasional Alang Alang Lebar, Gandus, Seberang Ulu, Jakabaring, Merdeka serta Sako. “Dari selesai shalat subuh kami di sini nyiramin terus apinya,” ujar Yaman Kepala Pos PBK Sako. Menurutnya, api cukup sulit dipadamkan karena banyak barang dagangan mudah terbakar.
Namun secara bergotong royong dan dibantu oleh warga, mereka dapat memadamkan api sampai pukul 08.00. “Ini masih kami semprot dengan air terus, biar bara apinya mati. Kan masih banyak asap yang keluar tuh,” ujarnya sambil menunjukkan salah satu kios yang masih mengeluarkan asap.
Sedangkan untuk nilai kerugian akibat kebakaran tersebut, ditaksir mencapai Rp 10,7 miliar.
Kerugian tersebut didapat dari perhitungan petugas pasar dari sejumlah kios dan los pasar sebanyak 214. Jumlah barang dagangan yang turut terbakar juga langsung ditaksir oleh petugas. Menurutnya, kerugian minimal satu pedagang mencapai Rp 5 juta hingga Rp 20 juta. “Itu belum hitungan bangunan dan los pasar yang terbuat dari besi,” jelasnya.
Saat kebakaran terjadi, atap seng dan berkerangka besi ambruk. Hal tersebut dikarenakan panasnya api yang membakar besi dan beton sebagai penyanggah atap. Atap tersebut berada di area los pasar yang menjual berbagai kebutuhan rumah tangga seperti ikan, daging, ayam potong, sayur dan bumbu.
Atap beton dengan kerangka besi baja tersebut ambruk dan hanya menyisakan beberapa bagian yang masih kokoh berdiri. Dalam kebakaran tersebut, tidak ada korban jiwa dan korban luka. (mg4)
Sriwijaya Post - Kamis, 10 Maret 2011 09:31 WIB








Komentar: