Dishub Buka Jalur Perintis Baru.


Ir H Sarimuda MT, Kadishub dan Infokom Sumsel.

PALEMBANG Untuk program ke depan, Dishub dan Infokom Sumsel telah mengusulkan beberapa lintasan jalur perintis baru. Misalnya, Terminal Alang-alang Lebar – Karyajaya via Jl Soekarno-Hatta – Musi II. Kedua, jalur Kenten laut – Terminal Alang-alang Lebar via Talangkeramat.

“Insya Allah rencana ini dapat terealisasi di 2012 mendatang,” kata Kadishub dan Infokom Sumsel Ir H Sarimuda MT.

Menurutnya, disamping itu, Pemprov Sumsel juga mengusulkan kepada Kementerian Perhubungan untuk penambahan armada Bus Trans Musi (BRT) sebanyak 50 unit, dengan rincian 20 unit bus bus besar dan 30 unit untuk bus sedang. “Insya Allah koridor baru yang akan dapat melayani daerah aglomerasi Palembang – Indralaya dan Palembang – Betung yang dapat diwujudkan dalam waktu yang tidak begitu lama,” katanya.

Dikatakan, Pemprov Sumsel terus akan membuka daerah terpencil yang telah memiliki akses jalan agar masyarakat dapat mendapatkan pelayanan transportasi yang mampu menjangkau keselurh pelosok serta meningkatkan keselamatan, kelancaran lalu lintas sesuai dengan UU No 22 Tahun 2009 pada Pasal 138 Poin 2, yaitu pemerintah bertanggung jawab atas penyelenggaraan angkutan umum.

Penulis: Husin
Editor: Vanda Rosetiati
Sriwijaya Post — 6 Maret 2011

Sopir Truk Setuju Dermaga TAA Dibuka


Kondisi antrean truk di Dermaga 35 Ilir yang menunggu giliran diseberangkan ke Bangka

PALEMBANG Beberapa sopir angkutan barang yang selama beberapa hari ini ngetem di Pelabuhan 35 Ilir, lantaran laju kendaraan mereka tertahan akibat gelombang laut yang masih tinggi. Saat dimintai komentarnya soal pengoperasian Dermaga Penyeberangan TAA semuanya menyatakan setuju. Bahkan, ada diantara mereka mendesak agar penggunaan dermaga dipercepat.

“Kalau bisa, pemerintah tidak perlu lagi bicara soal wacana. Kalau memang sudah siap, silahkan buka dan resmikan,” kata Syaifuddin, sopir truk dari perusahaan ekspedisi dibincangi Sripoku.com, Sabtu (5/3/2011).

Menurutnya, persoalan yang dihadapi perusahaan pelayaran, adalah lamanya perjalanan dari Dermaga 35 Ilir menuju muara sungai dan memasuki laut menuju Bangka. “Perjalanan kapal menuju laut, tidak bisa kencang karena warga di tepian sungai protes. Tapi kalau sudah keluar sungai, waktu tiba di Bangka relatif lebih cepat. Jadi kami lama di jalur Sungai Musi,” katanya.

Penulis: Husin
Editor: Vanda Rosetiati
Sriwijaya Post — 6 Maret 2011

Juli, Operasional Dermaga TAA

Gubernur Sumsel H Alex Noerdin SH

PALEMBANG Dermaga penyeberangan Palembang – Mentok (Babel) yang dibangun di kawasan Tanjung Api-Api (TAA), direncanakan Juli 2011 ini bakal dioperasikan. Saat ini, Dinas Perhubungan (Dìshub) dan Infokom Sumsel menunggu pembangunan akses jalan utama sepanjang 3,4 Km oleh Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga yang kini sedang proses pengerasan. Jika rencana ini terwujud maka perlayaran ke Bangka hanya di tempuh 2-3 jam saja.

Gubernur Sumsel Ir H Alex Noerdin SH, Sabtu (5/3/2011) mengatakan, jika dermaga penyeberangan TAA sudah operasi, maka secara otomatis kapal-kapal angkutan barang dan penumpang di 35 Ilir akan di geser ke TAA. “Jarak Tanjung Api-api ke Bangka hanya dilalui beberapa jam saja,” katanya, seraya menambahkan kalau izin lintasan dari Kementerian Perhubungan sudah turut, sedangkan izin angkutan penumpang tujuan dermaga penyeberangan TAA sudah dikeluarkan.

Setelah dibukanya jalur perintis dari Terminal Alang-Alang Lebar (Albar) ke TAA dengan tiga unit bus milik Perum Damri (Djawatan Angkutan Motor Republik Indonesia) kapasitas 24 tempat duduk maka operasional dermaga penyeberangan sudah bisa dilakukan di pertengahan 2011.

Sementara itu, Kadishub dan Infokom Sumsel Ir H Sarimuda MT menilai secara ekonomis dermaga penyeberangan TAA lebih menguntungkan bagi penumpang dan truk barang, dibanding di Dermaga 35 Ilir, khususnya Kapal ferry (roro) mulai dari muara Sungai Musi menuju pelabuhan 35 Ilir, butuh waktu 5-6 jam sehingga kapal terlalu lama di perlintasan Sungai Musi. Jika kapal memasuki Sungai Musi dengan kecepatan tinggi, warga di pinggir sungai akan ribut protes karena rumah mereka terganggu gelombang.

Sementara jika di dermaga TAA, kapal bisa langsung menyeberang ke laut dan menuju Mentok sehingga tidak ada hambatan. “Perjalanan darat dari Palembang ke dermaga TAA hanya butuh waktu 90 menit,” ungkap Sarimuda.

Sriwijaya Post – Minggu, 6 Maret 2011 14:25 WIB

Kritik dan Saran Bisa Anda Sampaikan pada Kolom Komentar di Bawah. Terima Kasih Kunjungannya SAudaraku.

About Iwan Lemabang
aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa. LEMABANG 2008

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s