Kadinda Sumsel Kawal Investor Kanada.
2 March 2011 Leave a comment

Ahmad Rizal selaku Ketua Umum Kadinda Sumsel memberikan bingkisan kepada Dubes Kanada Mackenzie Clugston disaksikan Asisten III Setdaprov Sumsel dr H Aidit Aziz.
PALEMBANG – Kerjasama perdagangan dan investasi Sumsel-Kanada, sebenarnya sudah terjadi 10 tahun lalu, saat Gubernur dijabat H Rosihan Arsyad. Kini, Kanada kembali melihat Sumsel sebagai provinsi yang memiliki potensi bisnis dan investasi luar biasa.
Di acara pertemuan antara Dubes Kanada dan pelaku usahanya dengan Pemprov Sumsel serta Kadinda Sumsel, Selasa (1/3/2011) siang ini, Ketua Umum Kadinda Sumsel, Ahmad Rizal mengatakan, akan ada pertemua one to one business dan membicarakan peluang apa, yang bisa dikerjakan.
Di posisi ini, Kadin Sumsel akan memberikan data dan masukan kepada investor asal Kanada mengenai potensi Sumsel, termasuk untuk akses kemudahan. Jika dalam pelaksanaan di lapangan ada macem-macem dan birokrasi yang pelit dihadapi invertor, maka Kadinda akan kawal sampai tuntas dan mengajak pelaku usaha langsung menghadap Gubernur agar diberikan kemudahan.
Secara pribadi, pimpinan daerah kita seorang pro bisnis sehingga banyak kemudahan yang akan diberikan dalam perizinan sehingga wajar jika BKPM menilai Sumsel potensi yang berpeluang untuk investasi. Dan tidak lupa, Kadinda Sumsel juga bermitra dengan Kadin Kanada.
“Kemudahan perizinan dan birokrasi yang tidak berbelit akan menarik investor untuk berinvestasi di Sumsel. Soal kemudahan, saya akan kawal terus,” katanya.
Penulis: Husin
Editor: Soegeng Haryadi
Sriwijaya Post — 1 Maret 2011
Alex Noerdin Jamu Dubes Kanada
dr Aidit Aziz, Asisten III Setdaprov Sumsel
PALEMBANG – Selama kunjungan empat hari di Sumsel, Dubes Kanada Mackenzie Clugston dan rombongan malam ini akan dijamu Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin, dikediaman dinasnya di Jl Demang Lebardaun. Tidak hanya menjamu, Alex Noerdin secara terbuka akan memaparkan potensi dan peluang bisnis yang dimiliki Sumsel.
Untuk mendengarkan paparan Alex Noerdin ini, beberapa delegasi perwakilan perusahaan Kanada yang aktif di Indonesia juga akan hadir. Misalnya untuk sektor engineering, infrastruktur dan pemetaan juga ikut dalam rombongan. Seperti PT McElhanney Indonesia, PT CNC Lavalin, PT IKO (industri dan telekomunikasi), PT Research in Motion.
Sedangkan untuk bidang pendidikan diwakilkan oleh Laselle Callage International, Petro Canada (Pelumas), World Oil Tools (peralatan industri pertambangan), Enervac Corp, Singer valve Inc (peralatan industri), PT Babcock & Wilcox (energi) dan SEI Insutries (peralatan pemadam kebakaran).
“Pak Gubernur malam ini akan menjamu Dubes Kanada dan rombongan di Griya Agung. Kita akan tawarkan peluang investasi dan infrastruktur kepada pengusaha Kanada,” kata Asisten III dr Aidit Aziz kepada wartawan.
Husin
Editor: Soegeng Haryadi
Sriwijaya Post — 1 Maret 2011
Kanada Lirik Potensi Bisnis di Sumsel
ILUSTRASI
PALEMBANG – Duta Besar Kanada untuk Indonesia Mackenzie Clugston, Selasa (1/3/2011), mengajak para pelaku bisnis asal negaranya untuk melihat Sumsel dari dekat. Provinsi yang menjadi tuan rumah pelaksana SEA Games XXVI November 2011 ini, ditetapkan sebagai dua dari tujuh provinsi yang ada di Indonesia sebagai daerah berpotensi untuk invenstasi.
Kepada wartawan usai acara pertemuan di forum bisnis yang digagas Kadin Sumsel, Meckenzie Clugston mengatakan, setiap pengusaha asal Kanada yang akan berinvestasi di Indonesia, selalu datang ke Kantor Kedutaan Kanada di Jakarta untuk mengetahui potensi dan kondisi serta situasi investasi dari semua provinsi di Indonesia.
“Biasanya, pelaku usaha selalu bertanya tentang kebijakan daerah, sisi kemudahan perizinan dan investasi, bagaimana korupsi dan lain-lain. Sumsel sangat terbuka serta pro bisnis sehingga banyak layanan kemudahan yang diberikan dalam perizinan,” katanya.
Secara nasional, ungkap Meckenzie, Indonesia mitra perdagangan dan investasi yang sangat penting untuk Kanada. Inisiatif pertemuan di Palembang ini akan membantu memperkuat kemitraan dan membantu perusahaan Indonesia dan Kanada dalam peluang dan kesempatan bisnis baru.
Di tahun 2010 lalu, Indonesia adalah pasar ekspor terbesar untuk Kanada di wilayah Asia Tenggara dengan nilai perdagangan mencapai 2,3 miliar Dolar Kanada atau setara Rp 20,6 triliun. Angka ini mengalami kenaikan 35 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dimana total nilai perdaganan mencapai 17 miliar Dolar atau Rp 15,2 triliun.
Penulis: Husin
Editor: Soegeng Haryadi
Sriwijaya Post — 1 Maret 2011









Komentar: