Teka-teki Pembentukan Gua Terpecahkan


1024256620X310.jpg
Tonjolan batuan kapur atau disebut stalaktit dan stalakmit berusia ratusan tahun yang terbentuk secara alami, menghiasi dalam Goa Gong sekitar 30 kilometer arah barat daya Kota Pacitan tepatnya di Desa Bomo, Kecamatan Punung, Kamis (30/4). Goa sedalam 256 meter ini menjadi tempat wisata unggulan bagi Kota Pacitan. Goa ini juga diklaim wisatawan sebagai goa terindah di Asia Tenggara.

SELAMA lebih dari seabad para ilmuwan telah menemukan dan memercayai mekanisme dasar pembentuk gua, yakni sebuah patahan kecil terbentuk pada batuan dan air masuk ke dalamnya. Air yang masuk mengandung karbon dioksida, lalu membentuk asam lemah yang mampu melarutkan kalsium karbonat pada batuan.

Namun, masalahnya, mekanisme tersebut menyisakan teka-teki. Bagaimana pelarutan bisa berlangsung begitu cepat sehingga bisa mengakibatkan penetrasi yang begitu dalam dan membentuk sistem gua? Sebagai informasi, sistem gua Mammoth Cave di Kentucky bisa mencapai 580 kilometer.

Baru-baru ini, teka-teki itu terpecahkan lewat analisis matematis terbaru. Piotr Szymczak, fisikawan dari Universitas Warsawa, dan rekannya, Anthony Ladd, insinyur kimia dari University of Florida in Gainesville menguraikan analisisnya di Earth and Planetary Science Letters.

Analisis itu menguraikan bahwa aliran air dalam batuan selalu memiliki ketidakstabilan matematis. Singkatnya, ketika patahan mulai terbentuk, air terkonsentrasi untuk mengaliq ke dalam saluran tersebut, membesarnya dan mengorbankan saluran lain.

“Mekanisme yang disebut channeling ini mempercepat pelarutan. Itulah yang membuat air bisa memenetrasi begitu dalam. Kebanyakan dari model matematika yang menguraikan pembentukan gua tidak memiliki mekanisme ini sama sekali,” tutur Szymczak.

Analisis baru yang dikemukan Szymczak bisa menjelaskan alasan mengapa pembentukan gua di wilayah bendungan kadang lebih cepat dari yang diharapkan. Model tersebut juga bisa membantu menjelaskan cara air merembes di celah batuan.

Kompas.com
Yunanto Wiji Utomo | A. Wisnubrata | Selasa, 7 Desember 2010 | 10:25 WIB

About Iwan Lemabang
aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa. LEMABANG 2008

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s