Bentrok di Simpang Pematang, Dua Tewas
26 November 2010 Leave a comment

Ratusan warga Desa Wira Bangun, Kecamatan Simpang Pematang, Kabupaten Mesuji, mengungsi di MTs Darul Falah AL-Amin, Jumat (26/11/2010). Mereka enggan kembali ke rumah masing-masing karena takut adanya serangan dari kampung tetangganya di Pematang Panggang, Sumatera Selatan. KOMPAS/YULVIANUS HARJONO
Bandar Lampung - Sebuah bentrokan berdarah terjadi di Simpang Pematang, Kecamatan Mesuji, Provinsi Lampung, Kamis (25/11) sore. Dua warga dikabarkan tewas dalam bentrokan yang diduga dipicu persoalan sepele, yaitu sabung ayam.
Bentrokan ini tepatnya terjadi di Desa Wira Bangun, Simpang Pematang, Mesuji, yang berada di perbatasan Lampung dan Sumatera Selatan. Bentrokan terjadi antara massa dari desa ini dan desa tetangganya di Pematang Panggang, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumsel.
Seperti yang diungkapkan Radiansyah (25), warga Desa Wira Bangun, yang dihubungi di Unit II Tulang Bawang, bentrokan masih berlangsung hingga Kamis malam. Warga dari Simpang Pematang datang menyerang warga di Wira Bangun. ”Saya, oleh orang rumah, dianjurkan tidak pulang dahulu. Situasinya masih berbahaya,” tuturnya.
Menurut Radiansyah, informasi dari keluarganya ada 2 warga yang tewas. Satu warga dari Wira Bangun dan satu lagi dari Pematang Panggang. Puluhan orang mengalami luka parah akibat tawuran yang menggunakan batu dan senjata tajam tersebut.
Menurut Radiansyah, bentrokan massa dipicu oleh sabung ayam. ”Ini (konflik) hanya gara-gara sabung ayam. Orang Pematang Panggang yang biasa nyabung ayam ditegur sama orang kampung saya. Dia enggak terima, terus membacok. Buntutnya, yang bacok diamuk massa,” jelas Radiansyah.
Hingga saat ini, Radiansyah masih mengkhawatirkan soal keselamatan keluarganya di Wira Bangun, mengingat tawuran antar-kampung ini pada malam hari kian meluas. Polisi pun hingga berita ini diturunkan belum mengerahkan kekuatannya di lokasi kejadian.
Dihubungi terpisah Kamis malam, Kepala Kepolisian Resor Tulang Bawang Ajun Komisaris Besar Dwi Irianto mengaku belum mengetahui tentang kondisi riil di lokasi kejadian saat ini. ”Ini saya masih di jalan, menuju ke lokasi. Anggota saya yang ada di lokasi juga masih susah dihubungi karena di sana sulit sinyal,” ujarnya.
Untuk itu, ia pun belum berani memastikan ada tidaknya korban tewas dalam bentrokan ini. Namun, dia membenarkan terjadi bentrokan massa yang cukup besar di Simpang Pematang. Pihaknya telah mengirimkan satu peleton (20 orang) pasukan polisi menuju ke lokasi. ”Kami juga sudah melapor ke Polda Lampung untuk minta bantuan pasukan dari Brimob (Brigade Mobil),” tuturnya kemudian. (jon)
Kompas.com | Jumat, 26 November 2010 | 04:43 WIB
Puluhan Warga Desa Wirabangun Terpaksa Ngungsi
MESUJI – Hingga Jumat (26/11) pagi, situasi di Desa Wirabangun masih mencekam. Warga Wirabangun sejak Kamis malam mengungsi ke sejumlah rumah warga kampung terdekat di Kecamatan Simpang Pematang. Situasi rumah warga nampak lengang karena ditinggal penghuninya mengungsi.
Sebelumnya diberitakan bahwa terjadi bentrokan antara warga Ogan Komering Ilir dengan daerah Simpang Pematang Kabupaten Mesuji, Kamis (25/11). Peristiwa ini menyebabkan empat orang tewas. Dari informasi yang didapat, kata Kapolda Lampung Brigjen Sulisyo Ishak, ada dua versi yakni masalah maling ayam dan aksi pembegalan.
Tribun Lampung
Sriwijaya Post — 26 November 2010.
Suasana di Wira Bangun Mencekam
MESUJI - Sehari pasca-bentrokan berdarah di Wira Bangun, Simpang Pematang, Kabupaten Mesuji Lampung, situasi di sana masih terlihat mencekam. Desa di perbatasan Lampung Sumatera Selatan ini tampak seperti kota mati. Mayoritas warga mengungsi.
Berdasarkan pemantauan di lokasi, rumah-rumah warga tampak sepi. Nyaris tidak ada aktivitas, kecuali kerumunan sejumlah polisi dan wartawan. Rumah-rumah ini telah ditinggalkan warga sejak kemarin malam usai penyerangan ratusan warga dari Pematang Panggang, Ogan Komering Ilir, Sumsel.
Sekitar 25 warga bertahan mengungsi di MTS Darul Falak Al Amin. Warga di sini enggan keluar, bahkan sekalipun ke rumah untuk mencari makan. Mereka masih takut menyusul isu akan adanya serangan susulan warga Pematang Panggang usai Jumatan, siang ini.
“Belum berani ke rumah dari kemarin. Takut kalau mereka menyerang lagi,” ujar Rawi (40), warga Wira Bangun. Rawi nyaris menjadi korban amuk massa. Ia bercerita, sore kemarin, ratusan warga dari Pematang Panggang menyerang warga Wira Bangun tiba-tiba. Mereka naik motor dan truk.
“Mereka membabi buta. Ketemu orang, langsung tebas. Ketemu kami langsung tebas. Mereka bawa golok dan senjata tajam,” ujarnya. Bahkan, berdasarkan informasi, warga juga menyerang menggunakan senjata api. Berdasarkan penuturan sejumlah saksi mata, warga membawa senjata jenis revolver dan FN
Kompas.com
Yulvianus Harjono | A. Wisnubrata | Jumat, 26 November 2010 | 11:53 WIB
Polisi Dikerahkan ke Simpang Pematang

Dua kompi pasukan dari Polda Metro Jaya menghalau kerumunan massa di Jalan Pahlawan Raya, Rempoa, Minggu (1/8/2010). LEO SUNU
BANDAR LAMPUNG — Kepolisian Resor Tulang Bawang mengerahkan pasukan ke perbatasan Lampung-Sumatera Selatan untuk mencegah meluasnya bentrokan warga di Simpang Pematang, Kamis (25/11/2010) malam.
Dihubungi di Tuba, Kepala Kepolisian Resor Tulang Bawang Ajun Komisaris Besar Dwi Irianto mengatakan, pihaknya telah mengirimkan 20 anggota untuk mengondusifkan situasi di lokasi. “Kami juga sudah melapor ke Polda Lampung untuk minta bantuan pasukan dari Brimob,” katanya.
Namun, Dwi mengaku, dirinya belum mengetahui soal kondisi riil di lokasi bentrokan saat ini. “Ini saya masih di jalan, menuju ke lokasi, Mas. Anggota saya yang ada di lokasi juga masih susah dihubungi karena di sana sulit sinyal,” ujarnya.
Untuk itu, Dwi pun belum berani memastikan ada tidaknya korban tewas dalam bentrokan ini. Namun, ia membenarkan jika di lokasi saat ini terjadi bentrokan massa yang cukup besar.
Sebuah bentrokan berdarah dikabarkan terjadi di Simpang Pematang, Kecamatan Mesuji, Provinsi Lampung, Kamis (25/11/2010) sore. Dua warga dikabarkan tewas dalam bentrokan yang diduga dipicu persoalan sepele ini, yaitu sabung ayam.
Kompas.com
Yulvianus Harjono | I Made Asdhiana | Kamis, 25 November 2010 | 19:45 WIB
PALEMBANG — Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan menerjunkan satu peleton Brimob untuk melerai bentrokan antarwarga di Desa Wira Bangun, Simpang Pematang, Kabupaten Mesuji, Lampung. Desa tersebut berbatasan dengan Provinsi Sumatera Selatan.
Sehari sebelumnya, warga Pematang Panggang, Sumsel, menyerang warga Wira Bangun, Simpang Pematang, Kabupaten Mesuji Lampung. Bentrokan menyebabkan empat orang tewas.
Kepala Bidang Humas Polda Sumsel Kombes Sabaruddin Ginting, Jumat (26/11/2010) di Palembang, mengatakan, satu peleton Brimob tersebut berangkat dari Palembang saat subuh, dan siang ini sudah tiba di lokasi.
Selain Brimob, ada tambahan satu kompi Dalmas dari Polres Ogan Komering Ilir, Sumsel. Mereka akan bertugas sampai suasana kondusif, kata Sabaruddin.
Kompas.com
Wisnu Aji Dewabrata | A. Wisnubrata | Jumat, 26 November 2010 | 12:37 WIB
JAKARTA – Empat orang tewas akibat bentrok antara warga Desa Wira Bangun, Kecamatan Simpang Pematang, Kabupaten Mesuji, Lampung, dan warga Desa Pematang Panggang, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, Kamis (25/11/2010) sore. Satu korban berasal dari Pematang Panggang dan tiga korban dari Simpang Pematang.
Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Iskandar Hasan mengatakan, bentrok berawal dari pencurian ayam yang diduga dilakukan oleh beberapa warga Pematang Panggang di wilayah Simpang Pematang. “Kepergok warga lalu dikejar oleh warga ke areal PT SIP. Korban atau tersangka dibacok dan ditemukan terkapar di areal kebun sawit,” kata Iskandar kepada Kompas.com, Jumat (26/11/2010).
Saat itu, kata Iskandar, seorang warga Pematang Panggang melarikan diri. Ia lalu memberitahukan kepada keluarga korban dan masyarakat. Setelah itu, warga Pematang Panggang menyerang warga Wira Bangun. Akibatnya, tiga warga Wira Bangun tewas, yakni Hasan bin Bagus, Suwarno, dan Tumijan. Adapun korban dari Pematang Panggang yakni Sulìsanto. “Satu korban meninggal dunia telah diambil keluarga dan korban lainnya masih di Puskesmas Simpang Pematang, Lampung,” kata Iskandar.
Selain menewaskan empat orang, tambah Iskandar, dua orang terluka, yakni Agus dan Tugiman. Selain itu, 10 rumah rusak ringan dan satu rumah rusak berat di bagian dapur akibat dibakar. “Dua unit sepeda motor dibakar dan satu unit motor hilang,” jelas dia.
Pihaknya, tambah Iskandar, telah mengerahkan anggota ke lokasi. Selain itu, kepolisian juga sudah meminta kepada tokoh masyarakat di kedua pihak agar menahan diri. “Situasi sementara aman dan masyarakat Wira Bangun sekarang tidak keluar rumah. Warga OKI sudah kembali ke wilayah OKI,” tutur dia.
Sriwijaya Post — 26 November 2010.
Pemicu Bentrok Diduga karena Pencurian Ayam

Warga Desa Wirabangun yang mengungsi ke aula Pondok Pesantren Darul Falah Al-amin, Jumat (25/11).
BANDAR LAMPUNG - Bentrok antar warga di Kampung Wirabangun, Simpang Pematang, Mesuji yang menewakan tiga orang warga Wirabangun, Suliyanto, Anong, dan Sumijan. Diduga dipicu oleh permasalahan pencurian ayam yang dilakukan Hasan, warga Pematang Panggang, Ogan Komering Ilir, Sumsel.
Menurut Kabid Humas Polda Lampung AKBP Fatmawati kronologis kejadian bermula saat Hasan bersama rekannya hendak mencuri ayam di Kampung Wira Bangun.
“Sebelum mencuri, Hasan pura-pura mengadu ayam. Naas mereka kepergok warga dan Hasan pun tewas di tempat, sedangkan rekannya selamat,” ujarnya, Jumat (26/11).
Rekan Hasan yang lain lalu mengadu ke warga Pematang Panggang, Ogan Komering Ilir, Sumsel. Akhirnya sekitar 200 warga langsung menyerbu Kampung Wira Bangun dan menewaskan tiga warganya.
Sriwijaya Post – Jumat, 26 November 2010 18:00 WIB
Sejumlah Warga Belum Diketahui Nasibnya
MESUJI – Sejumlah warga hingga kini belum diketahui nasibnya pasca bentrok antarwarga karena banyak yang mengungsi.
Bentrok massa ini melibatkan warga dua desa, yaitu Wira Bangun, Lampung dan Simpang Pematang, Sumatera Selatan. Massa dari Simpang Pematang juga merusak sekitar 20 rumah, satu di antaranya terbakar di bagian dapurnya.
Korban tewas Sulianto, Suwanto dan Tumijan. Ketiganya adalah warga Desa Wira Bangun. Mereka tewas dengan luka bacokan. Salah satu di antaranya, yaitu Sulianto tewas dengan 15 luka bacok di sekujur tubuhnya. Korban tewas kebanyakan adalah para warga yang tidak sempat melakukan perlawanan.
Satu korban tewas lainnya adalah Hasan, warga Kampung Pematang Panggang, Ogan Komering Ilir, Sumsel. Hasan adalah orang yang diduga menjadi pemicu bentrokan berdarah ini. Dia tewas akibat dihakimi massa dari Wira Bangun.
Ditemui dilokasi kejadian, sejumlah warga tampak bingung mencari sanak keluarganya. Salah satunya Sutira (60). Hingga kini, dia belum mengetahui pasti keberadaan suaminya itu. “Mboten ngertos bapake melayu neng endi. Iki rasane ndradas. (tidak tahu bapak lari ke mana. Ini rasanya masih deg-degan),” ujar dia.
Sriwijaya Post — 26 November 2010
Kapolda Lampung Pantau Situasi Terkini
MESUJI - Kapolda Lampung Brigjend Polisi Sulistyo Ishak bersama rombongan melaksanakan shalat Jumat di masjid dalam areal Pondok Pesantren Darul Falah Al-amin Desa Wirabangun. Kapolda tiba di pondok sekitar pukul 12.15 sesaat sebelum waktu shalat jumat. Kedatangan kapolda bersama rombongan sekaligus untuk memantau situasi terkini pasca bentrok kemarin sore.
Sebelumnya diberitakan bahwa terjadi bentrokan antara warga Ogan Komering Ilir dengan daerah Simpang Pematang Kabupaten Mesuji, Kamis(25/11). Peristiwa ini menyebabkan empat orang tewas. Dari informasi yang didapat, kata Kapolda Lampung Brigjen Sulisyo Ishak, penyebab betrokan ada dua versi yakni masalah
Sriwijaya Post – Jumat, 26 November 2010 16:23 WIB
Polda Lampung – Sumsel Redam Emosi Warga di Perbatasan

Salah satu korban tewas sore saat ditangani petugas Puskesmas Simpang Pematang. Korban meninggal akibat bentoran antar warga yang terjadi di Simpang Pematang, Mesuji, Kamis (25/11) sore.
BANDAR LAMPUNG - Polda Lampung bekerja sama dengan Polda Sumatera Selatan meredam pertikaian warga di daerah perbatasan kedua wilayah yang merenggut empat korban tewas, Kamis (25/11) malam.
Kapolda Lampung Brigjen Sulisyo Ishak mengatakan, akan melakukan langkah-langkah pengamanan sesuai prosedur yang berlaku terkait bentrok di perbatasan. “Kita sudah koordinasi dengan aparat Polda Sumsel agar bisa meredam emosi warga Ogan Komering Ilir (OKI) khususnya yang berada di perbatasan dengan daerah Simpang Pematang Kabupaten Mesuji,” ujar Sulistyo, ketika dihubungi Kamis (25/11) malam.
Guna mengamankan situasi di daerah itu, Polres Tulangbawang sudah menurunkan pasukan dalmas dan satuan operasional lain untuk pengamanan, baik secara terbuka maupun tertutup. Pengamanan lainnya satu peleton Brimob di Lampung Timur langsung dikirim ke lokasi kejadian.
Kapolda menjelaskan, bentrok antar warga di perbatasan yang diduga menyebabkan empat orang tewas pemicunya masih belum jelas. Dari informasi yang didapat, kata Sulistyo ada dua versi yakni masalah maling ayam dan aksi pembegalan.
“Laporan sementara dari Kapolres Tuba situasi sudah aman, koordinasi tetap kita lakukan. Khususnya untuk meredam emosi warga di Simpang Pematang agar tidak terpancing dan terprovokasi yang bisa mengakibatkan situasi kacau,” ujarnya.
Sriwijaya Post – Jumat, 26 November 2010 09:39 WIB










Komentar: