Eddy: Saya Kecolongan.


img3045.jpgPALEMBANG Walikota Palembang Eddy Santana Putra mengaku kecolongan atas kebakaran yan terjadi di bawah Jembatan Ampera. Areal yang terbakar sebenanrya khusus ditujukan untuk pedagang buah. Bukan untuk pedagang baju bekas. Juga minuman keras.

“Saya sudah perintahkan mereka pindah sejak dua tahun lalu. Pemerintah sebetulnya sudah bersikap manusiawi. Tetapi, justru berlarut-larut sampai akhirnya terjadi kebakaran ini,”kata Eddy saat meninjau lokasi eks kebakaran 7 Ulu, Senin (11/10).

Ditegaskan Eddy kini ia tidak bisa lagi menoleransi lagi pedagang liar itu.

“Keselamatan Jembatan Ampera jauh lebih penting. Kalau jembatan ini rusak, biayanya sangat besar,” kata Eddy.

Ditambahkan, tidak ada ganti rugi bagi para pedagang yang terkena kebakaran karena izin tempat tidak ada.

Tentang kondisi jembatan secara khusus, Eddy mengaku belum tahu persis. yang pasti, ia akan mengosongkan aktivitas di bawah jembatan.

“Kalau terulang lagi kebakaran, bagaimana? Di atas jembatan pun untuk sementara kita kurangi bebannya sambil menunggu hasil penelitian kapasitas di atasnya. Kita minta penelitian secepatnya,” kata Eddy Santana.

Dilarang Lewat Sementara itu, hasil rapat koordinasi pejabat Pemkot kemarin memutuskan truk dan angkutan berat “diharamkan” lewat di atas Jembatan Ampera. Untuk itu, jembatan akan dijaga aparat tim gabungan selama 24 jam per Selasa (12/10).

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palembang Musrifin mengatakan, keputusan rapat itu untuk mengantisipasi kondisi jembatan yang belum diketahui seberat apa kerusakannya.

Rapat dipimpin langsug Asisten I Pemkot, Erwin Bakri dan Asisten II, Apriadi S Busri, CES.

Peserta rapat selain seluruh kepala dinas, Poltabes dan Polsek SU I, Dandim, seluruh camat dan lurah, serta tim dari Departemen PU yang dipimpin langsung Kepala Satuan Kerja No Vertikal, Ir Aidil Fikri.

“Penutupan sudah dari pukul setengah sepuluh, Minggu malam. Namun sampai pukul setengah enam tadi, kami buka kembali karena masyarakat mau lewat sana. Truk dan angkutan berat lainnya sudah kita haramkan lewat sana. Sekarang tinggal kita bertindak tegas,”kata Musrifin, Senin (11/10).

Di tempat yang sama, Kapolsek Seberang Ulu Nanang mengatakan pasca kebakaran 7 Ulu pihaknya sudah melakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) kepada Pemkot Palembang.

Alex Beri Bantuan Sementara itu, kemarin sore Gubernur Sumatera Selatan H Alex Noerdin memberikan bantuan satu setengah ton beras dan 150 dus mie. Selain itu, Alex juga memberikan bantuan berupa uang sebesar Rp 1 juta per kios.

Alex Noerdin datang ke tempat kebakaran dengan mobil Toyota pukul 18.00. Setelah disambut oleh empat Asisten Pemkot Palembang, Alex Noerdin langsung memberikan bantuan berupa satu setengah ton beras dan 150 dus mie.

“Maaf, saya datang terlambat. Saya baru sampai dari Jakarta dan langsung ke OKI serta langsung ke Palembang lihat kebakaran. Kepada pemilik kios dan lapak, harap bersabar karena ini adalah musibah,” ujuar Alex dalam sambutannya.

Alex juga memberikan bantuan berupa uang sebesar Rp 1 juta. “Insya Allah uang tersebut bisa didapat besok (hari ini). Walaupun tidak seberapa saya harap dapat meringankan derita bapak ibu kalian,” jelasnya.

Selain itu Alex juga menjelaskan, jika Jembatan Ampera tersebut tidak layak lagi, maka akan banyak kesulitan.

“Karena ini adalah satu-satunya jembatan yang menghubungkan kawasan seberang ilir dan seberang ulu selain jembatan musi dua. Sehingga harus dijaga dengan baik jembatannya,” jelas Alex.

Rugi Miliaran Pjs Kapolsek Seberang Ulu I sekaligus Kanit Reskrim Iptu Nanang S Yatna, mengungkapkan nilai kerugian yang dialami pedagang baju bekas bisa mencapai miliaran rupiah.

Menurut Nanang, di tempat tersebut terdapat banyak pedagang yang menjual pakaian.

“Namun dominasi pedagangnya itu adalah penjual pakaian bekas. Satu bal (paket) pakaian bekas itu harganya bisa mencapai Rp 2 juta hingga Rp 4 juta. Sewaktu kebakaran itu ada 400 paket pakaian bekas di tempat itu, bisa dibayangkan hargany berapa,” jelasnya. Menurut perkiraan, kerugian ditaksir bisa mencapai milyaran rupiah ditambah dengan pedagang lainnya.(saf/mg1)

Sriwijaya Post – Selasa, 12 Oktober 2010 11:04 WIB

About Iwan Lemabang
aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa. LEMABANG 2008

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s