Ampera Masih Normal
15 October 2010 Leave a comment

UJI KEKUATAN : Staf Direktorat Bintek Departemen PU melakukan pengujian kekuatan beton lantai Jembatan Ampera Palembang menggunakan alat pengukur kekuatan beton, Selasa (12/10).
PALEMBANG – Direktur Bintek Departemen PU, Purnomo mengatakan kondisi Jembatan Ampera pasca kebakaran secara kasat mata masih relatif normal, sejauh ini belum ada kejanggalan yang membahayakan.
Namun memang masih perlu diwaspadai sejauh mana ketahanan pondasi pasca kejadian tersebut. “Kita memang tidak bisa meramal karena hasil tes fisik belum disimpulkan. Kasat mata, masih relatif baik kondisinya,” kata Purnomo yang datang langsung ke lokasi bawah Jembatan Ampera, Selasa (12/10) siang.
Bersama staf dan dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional III, Purnomo menambahkan berdasarkan hasil tes sementara terhadap ketahanan baja diperoleh data bahwa kondisi baja masih cukup bagus. Namun setelah hasil tes selesai maka baru ditentukan perbaikannya.
Perlu waktu satu minggu untuk mengetahui detail hasil tes fisik jembatan Ampera ini. Bila melihat kondisi luar bangunan fisik maka jembatan ini masih diperbolehkan dipergunakan untuk lalulintas kendaraan. Namun untuk menjaga-jaga, dianjurkan kendaraan berat seperti truk, angkutan troton dan alat berat lainnya tidak diperkenankan dulu. “Rapuhnya hanya kulit luarnya saja. Alat hammer yang dipergunakan sekarang ini dengan mempergunakan satuan per centimeter persegi untuk mengetes kekuatan beton.
Ketika dikonfirmasi bahwa berdasarkan bocoran dari staf yang melakukan tes hammer yang memperoleh angka 31, 34, 36 dan 38 sedangkan ukuran normal 50, Purnomo mengatakan bila angka 31 itu berdasarkan hasil tes di bagian pinggir maka itu tidak terlalu berbahaya. Artinya, dengan angka rata-rata 34 dan 36 maka masih dianggap normal.
“Kalau disebutkan angka 31 berdasarkan hasil tes hammer tadi, maka itu kita lihat dulu posisinya di mana. Kalau di pinggir maka tidak begitu berbahaya atau mengganggu konstruksi secara keseluruhan. Tapi jika di titik-titik yang final maka memang angka itu berarti adanya penurunan ketahanan beton,” kata Purnomo seraya menyebutkan bahwa dengan adanya gambaran sementara tentang kondisi fisik Jembatan Ampera ini maka pihaknya akan menunggu lagi hasil tes besok (hari ini) untuk menentukan langkah selanjutnya.
Pada kesempatan ini Purnomo mengatakan pembangunan Jembatan Musi III sebagai salah satu alternatif untuk mengurangi beban Jembatan Ampera memang perlu namun karena anggaran dananya belum ada maka pembangunan Musi III masih dalam tahap perencanaan.
Diakui Purnomo untuk membangun Jembatan Musi III dibutuhkan dana yang lumayan besar mengingat panjang jembatan ini hampir sama dengan Jembatan Ampera. Selain dana yang disebutkan Purnomo masih harus dicarikan oleh Kementerian PU juga dalam hal pembebasan lahan yang sampai saat ini belum tuntas. “Kalau desain memang sudah disetujui tapi duitnya itu lho mau cari di mana. Angkanya besar,” kata Purnomo.
Tim Lain Datang Lagi Pada kesempatan ini, Betty, salah seorang staf dari Departemen PU yang juga datang ke lokasi bawah jembatan Ampera mengatakan akan datang satu tim lagi, besok (hari ini) untuk juga melakukan pengetesan fisik bangunan Jembatan Ampera. Diakuinya jembatan buatan Jepang yang masuk dalam koridor jembatan nasional ini akan diteliti lebih dalam untuk memastikan kondisi fisik ketahanannya. Akan dilakukan tes fisik selama dua hari, setelah itu kita tunggu hasilnya maka baru bisa ditentukan langkah perbaikannya,”kata Betty yang enggan menyebutkan berapa dana yang harus dikeluarkan Dirjen PU untuk perbaikan jembatan nasional ini. Padahal Purnomo sudah menyebutkan soal angka dana silahkan tanya kepada Betty. (saf)
Sriwijaya Post – Rabu, 13 Oktober 2010 10:03 WIB








Komentar: