Jembatan Ampera Seperti Kerupuk.
11 October 2010 Leave a comment

Jembatan Ampera pasca kebakaran, Minggu (10/10) berstatus berbahaya. Pagar jembatan wong kito ini bengkok terpanggang si jago merah. Foto diambil Senin (11/10).
PALEMBANG – Walikota Palembang, H Eddy Santana Putra beserta seluruh staf langsung meninjau eks kebakaran 10 Ulu sekitar pukul 10.00 WIB. Walikota lebih memfokuskan pada kondisi jembatan yang sudah berubah warna menjadi hitam akibat terbakar. Eddy mengaku prihatin terjadinya musibah ini.
“Baru saja saya mau memindahkan para pedagang ini ke lokasi lain karena lokasi ini tidak layak, tapi keburu terjadi peristiwa ini,” kata Eddy.
Eddy akan memikirkan para pedagang ini pindah ke lokasi yang lebih layak sedangkan eks lokasi kebakaran untuk sementara tidak boleh dipergunakan lagi.
Sementara itu Kepala Satuan Kerja Nonvertikal Tertentu Jalan dan Jembatan Kota Palembang Aidil Fiqri mengatakan ketika memantau kondisi Ampera pasca kebakaran Minggu (10/10) malam mengatakan Ampera kondisinya sudah bahaya.
“Sama seperti kerupuk Ampera ini, karena rapuh dimakan api,” katanya ditemui di lokasi kebakaran, Senin (11/10).
Ia mengimbau kendaraan yang lalu lalang di atas Ampera untuk dibatasi tonase. Jembatan Ampera menurut Aidil Fiqri sudah cukup lama menjadi perhatian serius, apalagi tiang Ampera sudah sering ditabrak tongkang.
Syahrul Hidayat/Saftarina
Sriwijaya Post – 11 Oktober 2010.

PALEMBANG – Petugas Dinas Penanggulanan Bahaya Kebakaran Kota Palembang, Senin (11/10) kembali menyiram beton jembatan Ampera pasca kebakaran, Minggu (10/10) malam.
Dua mobil disiapkan untuk menyemprotkan air ke beton. Masyarakat di sekitar lokasi kejadian masih terus mencari pakaian yang dapat digunakan. Jalan di sekitar lokasi kejadian yakni KH Azhari dan Jl Mayjen HM Ryacudu macet total.
Iswahyudi
Sriwijaya Post — 11 Oktober 2010.
![]()
PALEMBANG – Hingga Senin (11/10) pekan ini, ratusan masyarakat memadati tempat kejadian kebakaran di 7 Ulu bawah Jembatan Ampera. Mereka sibuk mencari pakaian bekas yang masih dapat dipakai.
Mereka antusias berebut pakaian bekas dengan cara membawa karung dan kantong plastik. Masyarakat yang mencari pakaian didominasi oleh wanita dan anak-anak.
Menurut Lurah 7 Ulu, pukul 17.00 WIB akan datang Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin ke lokasi kebakaran.
Iswahyudi
Sriwijaya Post — 11 Oktober 2010.
![]()

Petugas pemadam kebakaran dibantu warga berusaha memadamkan kobaran api yang melahap kios-kios di bawah jembatan Ampera, Kelurahan 7 Ulu Palembang, Minggu (10/10) malam. Sripo/Zaini
PALEMBANG – Puslabfor Mabes Polri Polda Sumsel sedang melakukan pemeriksaan di tempat kebakaran kawasan 7 Ulu yang terjadi Minggu (10/10) malam pukul 22.00 WIB.
Anggota Puslabfor mengambil sampel untuk dilakukan penelitian. Selain itu, anggota Dinas PBK terlihat menyemprot beton bawah Jembatan Ampera agar kondisi suhunya stabil. Namun petugas dari Puslabfor Mabes Polri seperti terlihat keberatan dengan penyemprotan tersebut. Hal ini dikarenakan, kontroksi beton Jembatan Ampera rentan dengan keretakan.
Menurut Waka Puslabfor Mabes Polri AKBP Ir Ulung Kanjaya bahwa pendinginan tidak seharusnya disemprotkan dengan air, karena beton yang terbakar hampir mencapai 100 derajat celcius dan tiba-tiba disiram dengan air yang dibawah 20 derajat akan mengakibatkan kontruksi beton mudah sekali rusak dalam waktu cepat.
Iswahyudi
Sriwijaya Post — 11 Oktober 2010.
![]()

Warga menjarah pakaian dagangan sisa kebakaran di bawah Ampera, Senin (11/10).
PALEMBANG – Ratusan warga menerobos garis polisi lokasi kebakaran kios di bawah Jembatan Ampera Kelurahan 7 Ulu dan menjarah sisa pakaian dagangan yang masih laik pakai, Senin (11/10) siang. Mereka berebutan membongkar tumpukan pakaian yang tingginya mencapai 2 meter.
Banyak di antara mereka datang berombongan dan mendapatkan pakaian sampai dua karung, yang lain bekerja sendiri-sendiri mengambil pakaian sebanyak yang dia bisa bawa. Tidak ada yang menghalangi, siapa pun boleh mengambil pakaian itu.
Warg yang sebelumnya hanya berniat melihat bekas kebakaran jadi ikut-ikutan mencari pakaian dan barang bekas lainnya yang bisa digunakan atau dijual, seperti besi. “Lumayan dapat lima celana panjang, ini masih bagus semua,” kata Ujang, salah seorang warga.
Aang Hamdani
Sriwijaya Post — 11 Oktober 2010.
![]()

Pedagang pakaian bekas di bawah Jembatan Ampera memilah pakaian bekas yang hangus dilalap si jago merah, Senin (11/10). Landmark Kota Palembang bahkan Sumsel ini terbakar di kolongnya di sekitar kawasan 7 Ulu, Minggu (10/10). Sripo/Syahrul Hidayat
PALEMBANG – Dinas Perhubungan Kota Palembang akan menertibkan lalu lintas jembatan Ampera pasca kebakaran yang terjadi di bawah kolon jembatan ikon Kota Palembang itu, Minggu (10/10) malam.
Kadishub Kota Palembang, Musrifin, Senin (11/10) mengatakan per hari ini akan dipasang portable imbauan di pangkal jembatan di depan air mancur dan di pangkal seberang, yang isinya larangan bagi truk dan angkutan bertonase lebih berat melintas di atas jembatan.
Kondisi ini untuk jaga-jaga kemungkinan hal yang tidak diinginkan terhadap ketahanan jembatan pasca terbakar.
Saftarina
Sriwijaya Post — 11 Oktober 2010.
![]()

Lalulintas kendaraan di bawah Jembatan Ampera macet, Senin (11/10).
PALEMBANG – Lalulintas kendaraan di bawah Jembatan Ampera macet, Senin (11/10) siang. Pascakebakaran banyak warga yang datang melihat lokasi dan memarkirkan kendaraan di pinggir jalan, sementara arus kendaraan dari arah 7 Ulu hendak ke 8 Ulu dan 10 Ulu juga padat.
Situasi diperparah becak yang melawan arus lalulintas. Tidak ada polisi lalulintas yang berjaga dan mengatur kendaraan di tempat itu.
Aang Hamdani
Sriwijaya Post — 11 Oktober 2010.![]()

Petugas pemadam kebakaran dibantu warga berusaha memadamkan kobaran api yang melahap kios-kios di bawah Jembatan Ampera, Kelurahan 7 Ulu, Palembang, Minggu (10/10) malam. SRIPO/ZAINI
PALEMBANG – Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palembang, Musrifin menegaskan Jembatan Ampera akan dijaga 24 per besok (Selasa, 12/10).
Penjagaan dilakukan tim gabungan dari Dishub Kota, Dirditlantas, dan Pol PP ini untuk “mengharamkan” melintasnya truk, angkutan ready mix atau angkutan berat lainnya di atas Jembatan Ampera yang kondisinya sudah sangat mengkhawatirkan.
“Dari semalam sebetulnya sudah kita lakukan penutupan sejak peristiwa kebakaran pukul 21.30 WIB. Namun sampai pukul 05.30 WIB dini hari tadi, kita buka kembali karena masyarakat mau lewat. Truk dan angkutan berat lainnya sudah kita haramkan lewat sana. Tinggal ketegasan kita sekarang dengan melakukan penjagaan ketat dengan tim ini,” kata Musrifin, Senin (11/10).
Tim yang akan menjaga 24 jam ini dibagi menjadi per shift. Selain itu akan dipasang plang larangan di dekat pos polisi 8 Ulu dan di dekat pangkal Ampera (depan bundaran air mancur).
Saftarina
Sriwijaya Post — 11 Oktober 2010.








Komentar: