Bagus Kuning
16 August 2010 Leave a comment
Daerah ini terletak di kecamtan Seberang Ulu II tepatnya di komplek Bagus Kuning Plaju yang merupakan Makam Ratu Bagus Kuning dan sampai saat ini dikeramatkan karena menurut Lengenda Ratu Bagus Kuning orang yang sakti dan sebagai penyambung risalah Rosullallah melaui par wali untuk menyebarkan agama islam di daerah yang dikuasainya yaitu kawasan Batang Hari Sembilan pada abad ke 16.
Beliau mempunyai pengikut dan penghulu sebanyak 12 orang yaitu :
1. Penghulu Gede
2. Datuk Buyung
3. Kuncung Emas
4. Panglima Bisu
5. Panglima Api
6. Syekh Ali Akbar
7. Syekh Maulana Malik Ibrahim
8. Syekh Idrus
9. Putri Kembang Dadar
10. Putri rambut Selako
11. Bujang Juaro
Ratu Bagus Kuning hingga akhir hayatnya tidak pernah menikah dan tidak pernah haid (tetap Suci), selain itu kita dapat melihat monyet/kera jinak yang menurut cerita keturunan siluman kera yang pada waktu itu bertanding dengan Ratu Bagus Kuning mengalami kekalahan sehingga siluman kera, bersumpah keturunannya akan menjadi pengikut setiap Ratu Bagus Kuning hingga saat ini kera-kera tersebut ada dan jumlahnya tetap tidak kelihatan bertambah.
Ratu Bagus Kuning dimakamkan ditepian Sungai Musi, pada zaman dahulu diatas makam beliau berdiri bangunan tinggi yang memayungi makam tersebut namun setelah beberapa saat bangunan tersebut lenyap tanpa bekas seperti ghaig. Kita dapat mengunjungi tempat ini dengan kendaraan jurusan plaju. (berdasarkan keterangan M. Nasir Juru Kunci Bagus Kuning)
SUMBER: Sumelprov.Go.id
Kompleks pemakanan ratu Bagus Kuning terletak di kawasan Plaju, persisnya di belakang stadion Patra Jaya Pertamina dan berseberangan dengan pabrik Pupuk Sriwijaya (Pusri). Kalo kito datang ke sano, disambut oleh kero2 buntut panjang, disamping sang Kuncen.
KERO ekor panjang ini, dalam bahasa Latinnya disebut Macaca fascicularis, menurut legenda adalah siluman kero yang dikalahkan ratu dalam sebuah pertarungan. Karena kekalahannya, maka siluman bersumpah anak keturunannya akan mengawal dan menjaga Ratu Bagus Kuning sepanjang masa.
Di dalam kompleks pemakaman terdapat kubah berwarna kuning, kubah tanda makam Ratu Bagus Kuning. Sampai saat ini makam Ratu Bagus Kuning masih
dikeramatkan. Ratu Bagus kuning dipercaya sebagai penyambung risalah nabi melalui para wali untuk menyebarkan agama Islam di kawasan Batang Hari Sembilan pada abad ke-16. Kawasan itu merupakan wilayah kekuasaannya. Bahkan menurut legenda masyarakat sekitar, Ratu Bagus Kuning hingga akhir hayatnya tidak pernah menikah dan tidak pernah mengalami menstruasi (selalu suci).
Selain makamnya yang keramat, kero-kero itu pun jugo keramat. Tidak ada satu pun yang berani mengganggu kero-kero tersebut. Di antara puluhan kero itu, ada seekor kero besar yang menjadi ketua dari kumpulan kera di kawasan itu. Biaso disebut dengan ‘Kondor’.
Percaya atau tidak tergantung pada anda ?
SUMBER: Dodinp.multiply.com











Komentar: