Sumsel Diharap Jaga Kepercayaan.
10 August 2010 Leave a comment
PALEMBANG – Ketua Komisi X DPR RI Mahyudin mengunjungi KONI Sumsel, Selasa (18/8). Kedatangan mantan Gubernur Sumsel ini, sebagai kunjungan rutin anggota DPR asal Sumsel dan berkoordinasi soal pelaksanaan SEA Games November 2011 mendatang.
Ia memberi pesan kepada Ketua KONI H Muddai Madang agar menjaga kepercayaan sebagai tuan rumah opening-closing. Sebab menurut Mahyudin, perjuangan Sumsel cukup berat untuk mendapatkan 20 cabor dan tuan rumah opening-closing. Selain itu, pemerintah RI sangat percaya kepada Pemprov Sumsel.
“Sebab sejak awal pemerintah menetapkan 4 provinsi sebagai tuan rumah. Tetapi berakhir menjadi dua provinsi dan kemudian diputuskan Sumsel mendapatkan 20 cabor dan sebagai tuan rumah opening-closing. Di sisi lain merupakan kebanggaan bagi Sumsel, sebab SEA Games akan membawa perubahan bagi Sumsel,” jelas Mahyudin.
Mahyudin diterima Ketua Umum KONI H Muddai Madang, Ketua Program Sumsel Bangkit Yusri Efendi, Wakil Ketua Dhennie Zaenal dan Wakabiro Humas, H Asdit Abdullah.
Dalam Kesempatan ini Mudai melaporkan tentang kesiapan Sumsel sebagai tuan rumah SEA Games dan opening-closing. Ia juga memaparkan kesiapan atlet Sumsel dalam perhelatan akbar se Asia Tenggara itu.
“Untuk SEA Games, kami sudah menyiapkan tri program yakni Program Atlet Andalan (PAL), Sumsel Bangkit dan Program Reguler Terarah. Ketiga adalah program persiapan untuk atlet berprestasi. Sebagian besaq mereka disiapkan untuk SEA Games,” jelas Muddai.
Muddai juga mengucapkan terimakasih kepada komisi X Sumsel yang telah memberikan bantuan sehingga menjadi tuan rumah 20 cabor sekaligus opening-closing SEA Games 11 November 2011 mendatang.
Ditambahkam Mahyudin Pemerintah Pusat menyiapkan dana APBN sebesar Rp 1,3 triliun. Namun pembagian dana itu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing provinsi antara Sumsel da DKI Jakarta. Dana ini diperuntukkan untuk pembangunan venues baru. Ada dana sebesar Rp 250 miliar untuk Sumsel dianggarkan untuk pembangunan wisma atlet.
Hendra Kusuma
Sriwijaya Post — 10 Agustus 2010.








Komentar: