Helmy: Sukses Hak Semua Orang.
13 May 2010 Leave a comment

Helmy Yahya tengah menyampaikan materi seminar.
INDERALAYA – Hidup sukses itu menjadi hak semua orang, tidak memandang suku, status sosial, agama dan ras. Pintar saja tidak cukup untuk menjadi sukses kebanyakan orang pintar kurang sukses.
Helmy Yahya, calon Bupati Ogan Ilir (OI), dalam seminar sehari menjadi seorang interprener, di aula komplek Bina Remaja Indralaya, Kamis (13/5) mengatakan kebanyakan orang pintar hanya menjadi pegawai, dosen, peneliti atau konsultan. “Tapi menjadi interprener lebih dari itu, lebih ngetop dan pasti menjadi orang kaya,” jelasnya.
Menurutnya, ada beberapa kelemahan orang pintar, kurang percaya dengan orang lain, terlalu sombong dan berpikir terlalu lama. “Orang yang tidak percaya dengan orang, ia tidak akan pernah menjadi pemimpin, orang sombong dijauhi teman dan sulit dibantu orang, serta banyak mikir atau terlalu perhitungan membuat dia pelit juga merugikan dirinya,” jelas Helmy Yahya seraya menambahkan untuk menjadi sukses selain punya skil dan pintar, harus berusaha keras, tidak mudah puas dan harus yakin.
“Adek-adekku warga Ogan Ilir, masa depan OI ini berada di tangan kalian semua, tidak hanya tanggung jawab pemerintah,” ungkapnya sembari mengajak sekitar 300 pemuda dan remaja yang memadati ruangan untuk menjadi seorang interprener.
Helmy membuka rahasia mengapa Indonesia khususnya Sumsel dan lebih khusus lagi Ogan Ilir kurang maju dibandingkan kabupaten lain di Sumsel. Jawabnya, kata Helmy karena kurangnya jiwa interprener dari OI. Di negara-negara maju, seperti Amerika, lanjut Helmy, 11,5 persen penduduknya menjadi interprener. Di Indonesia hanya 0,8 dari jumlah penduduk Indonesia.
“Sedangkan berdasarkan teori untuk menjadi negara yang maju minimal memiliki 2 persen interprener. Karena dengan banyaknya interprener maka lapangan kerja tambah banyak,” jelas Helmy seraya menyindir hadirin yang orientasinya melulu ingin kuliah dan menjadi pegawai atau PNS. “Kalau adek-adek ingin berubah jadilah interprener, jadi interprener tidak harus sekolah tinggi, yang penting kerja keras dan kreatif,” kata Helmy menyemangati para peserta seminar gratis tentang interprener langsung dari Helmy Yahya.
Tarso
Sriwijaya Post — 13 Mei 2010.








Komentar: