Islam dan Ketentraman.
6 May 2010 Leave a comment

ISLAM mengajarkan dalam ibadah-ibadah sosial, yang berhubungan dengan manusia, bahwa silaturrahim, saling menghargai dan mencintai adalah prinsip utama dalam kehidupan. Yang tua mengasih yang muda, yang muda menghormati yang tua, yang kaya membantu yang miskin, yang kuat melindungi yang lemah, dan seterusnya. Diantara amal-amal yang utama sebagaimana diutarakan Rasulullah adalah menyebarkan salam dan bersedekah makanan. Begitupun Beliau menganjurkan kita untuk saling mengunjungi, menyambung silaturrahim dan saling memberi hadiah. Lalu bagaimana mungkin jika ajaran seperti ini takkan membawa kita kepada keselamatan dan ketinggian derajat manusiaan?
Memang adalah kelebihan Islam, bahwa ia tak mengatur ibadah hanya dalam ritus ritual belaka, tetapi semua tuntunannya terpadu dan terjalin dalam seluruh aspek kehidupan, tak meninggalkan satu hal pun. Bahkan tak hanya ummat Islam sendiri yang akan merasakan keamanan dan ketenteraman di bawah tatanan Islam. Sebagai landasan pijak seorang muslim adalah seperti yang difirmankan Allah:
“Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu menjadi orang-orang yang selalu menegakkan kebeneran karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat dengan taqwa. Dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan,” (QS. Al-Maidah: 8)
Inilah yang membuat penduduk Homs yang dibebaskan oleh pasukan Islam dari penindasan Romawi berkata; “Kalian berbeda agama dengan kami. Tapi kalian membebaskan kami beribadah, tidak merusak biara-biara kami, menjaga kehormatan wanita-wanita kami. Sedangkan orang-orang Romawi yang seagama dengan kami, merusak kehormatan wanita-wanita kami, merampas harta kami dan menindas kami.”
Sebagai mayoritas ummat Islam tak pernah menindas, begitupun jika ia sebagai pemegang kekuasaan, tidak menginjak martabat ummat lain. Sebagai bukti histori terungkap dari sini bahwa Islam membebaskan mereka memilih aqidahnya. Tak ada pemaksaan ideologi, melainkan dakwah yang sehat, dengan kasih sayang dan teladan akhlaq. (Usaid)








Komentar: