PSSI Sumsel Krisis Pelatih & Wasit.
25 April 2010 Leave a comment
MUARAENIM – Untuk meningkatkan gairah sepakbola di Sumsel dan di Indonesia umumnya, PSSI Sumsel, terus melakukan pembenahan di segala bidang. Salah satu targetnya adalah mempunyai pelatih bersertifakat A dan Wasit FIFA.
“Hingga sampai saat ini, kita belum memiliki pelatih bersertifakat A dan wasit FIFA. Kedepan di Sumsel suda4 ada,” jelas ketua PSSI Sumsel yang diwakili oleh Wakil Ketua Bidang Kompetisi dan Alih Status Pemain, Syamsul Ramel, Sabtu (24/4), pada kegiatan Pembukaan Musyawarah Cabang Luar Biasa PSSI Kabupaten Muaraenim di Gedung Veteran RI, Muaraenim.
Menurut Syamsul yang didampingi oleh Ketua PSSI Muaraenim, Drs Riduan Noviar, sejak dikeluarkannya ratifikasi statuta FIFA dan pedoman dari PSSI, maka seluruh pengurus PSSI harus segera melakukan Muscablub untuk merombak organisasi sesuai dengan ketentuan baru tersebut. Diharapkan dengan adanya perombakan tersebut selain untuk regenerasi, juga akan bisa meningkatkan SDM dengan mendirikan Sekolah Sepak Bola (SSB) di daerah-daerah. Sehingga kedepan akan dijaring bibit atlit berbakat dari putra daerah yang akan memperkuat tim sepak bola Sriwijaya FC yang merupakan kebanggaan Sumsel. “Saya harap kepengurusan yang terpilih nanti, benar-benar orang yang cinta dan ingin membangun olahraga sepakbola,” ujarnya.
Sementara Bupati Muaraenim Ir Muzakir SS, mendukung penuh atas kegiatan Muscablub tersebut. Diharapkan pada kepengurusan kedepan benar-benar sumber daya manusia yang berkualitas dan mempunyai dedikasi tinggi untuk memajukan olahraga sepakbola khususnya di Kabupaten Muaraenim.
Sebagai wujud dukungan Pemkab Muaraenim, saat ini, Muaraenim telah mempunyai komplek Sport Centre yakni GOR Pancasila dan Stadion Bara Sekundang Muaraenim. Jika tidak berhalangan pada bulan Juli 2010, stadion bertaraf nasional sudah diresmikan dan digunakan untuk masyarakat Kabupaten Muaraenim.
“Fasilitas tersebut dibangun bukan untuk dipajang dan dibanggakan saja tetapi harus digunakan dan dimanfaatkan sebaik mungkin. Namun tentu dalam penggunaannya sesuai aturan dan dijaga sehingga bisa untuk jangka panjang,” ujar Muzakir.
Ardani Zuhri
Sriwijaya Post — 25 April 2010








Komentar: